{"id":6895,"date":"2026-07-30T01:07:45","date_gmt":"2026-07-30T01:07:45","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6895"},"modified":"2026-07-30T01:07:45","modified_gmt":"2026-07-30T01:07:45","slug":"tiga-tingkatan-penerapan-retrofit-untuk-turunkan-emisi-karbon-dari-bangunan-lama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=6895","title":{"rendered":"Tiga Tingkatan Penerapan Retrofit untuk Turunkan Emisi Karbon dari Bangunan Lama"},"content":{"rendered":"<p> <!--img1--> &nbsp;&nbsp;<\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211;&nbsp;Emisi karbon yang dihasilkan rumah tempat kita tinggal, tempat kita berbelanja atau makan, serta ruang untuk bersosialisasi harus mulai dimasukkan dalam pembahasan penurunan emisi<\/p>\n<p>Pasalnya, menurut <em>World Green Building Council<\/em>, sektor bangunan punya andil besar dalam emisi karbon yakni bertanggung jawab atas 39 persen emisi gas rumah kaca terkait energi global.<\/p>\n<p>Menurut Forum Ekonomi Dunia, 80 persen dari seluruh perumahan yang akan kita tinggali pada tahun 2050&nbsp;saat&nbsp;ini&nbsp;telah terbangun.&nbsp;<\/p>\n<p>Dilansir&nbsp;earth.org,&nbsp;alih-alih merobohkan dan mengganti rumah, retrofit atau renovasi dinilai sebagai cara paling berkelanjutan untuk mengurangi emisi karbon dari sektor bangunan.<\/p>\n<p>Retrofit akan membantu negara-negara mengurangi emisi dan meningkatkan standar hidup warganya. Ini lebih dari sekadar solusi energi, melainkan keharusan yang harus dilakukan untuk melindungi ekonomi dan kesehatan masyarakat dari dampak krisis iklim.<\/p>\n<p>Langkah-langkah retrofit dapat dibagi menjadi tiga tingkatan.<\/p>\n<p><strong>Tingkatan 1: Konservasi Energi<\/strong><br \/>Tingkatan pertama berfokus pada pengurangan jumlah energi yang dibutuhkan dalam bangunan.<\/p>\n<p>Langkah-langkah tersebut meliputi pemasangan lampu LED dan peredam angin, pemeliharaan sistem suhu yang tepat, dan penggunaan meter pintar untuk memeriksa konsumsi energi.<\/p>\n<p>Sebagai langkah pertama retrofit, tindakan-tindakan ini dapat membantu menghemat uang dan mengurangi konsumsi energi. Tahap 1 ini melibatkan intervensi yang lebih kecil.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246426430\/retrofit-jadi-cara-terbaik-untuk-menurunkan-emisi-karbon-pada-bangunan-lama\">Baca: Retrofit jadi cara terbaik untuk turunkan emisi karbon pada bangunan lama<\/a><\/p>\n<p><strong>Tingkatan 2: Efisiensi Energi<\/strong><br \/>Tahapan ini memerlukan peningkatan struktural pada struktur bangunan. Ini bertujuan untuk mengurangi kehilangan panas, meningkatkan insulasi, dan kemampuan bangunan untuk mendinginkan.<\/p>\n<p>Peningkatan ini biasanya membutuhkan investasi di muka tetapi menawarkan penghematan energi dan finansial jangka panjang. Langkah-langkah tersebut meliputi insulasi loteng, insulasi dinding rongga, pemasangan pompa panas, dan kaca sekunder.<\/p>\n<p><strong>Tingkat 3: Sumber dan Manajemen Energi<\/strong><br \/>Tingkat ketiga berfokus pada sumber energi dan manajemen energi yang lebih luas. Ini dapat mencakup penyediaan daya untuk gedung dengan sumber karbon yang lebih rendah.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Juga penerapan sistem pemanas dan pendingin distrik, dan penggunaan perangkat lunak untuk mengelola permintaan energi gedung.<\/p>\n<p>Perangkat lunak manajemen gedung dapat mengurangi permintaan energi gedung. Perangkat lunak ini melakukannya dengan mengatur pencahayaan, ventilasi, pemanas, dan pendingin udara.<\/p>\n<p>&lsquo;Kebutuhan Ekonomi&rsquo;<br \/>Kebutuhan akan retrofit menghadirkan tantangan yang signifikan, terutama di negara-negara maju. Eropa memiliki stok perumahan tertua di dunia.<\/p>\n<p>Sebuah laporan oleh BRE menemukan bahwa seperlima (22,3 persen) dari stok perumahan Eropa dibangun sebelum tahun 1946 &ndash; angka ini meningkat menjadi 37,8 persen di Inggris.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246287762\/mengintip-peta-jalan-penyelenggaraan-bangunan-gedung-hijau\">Baca: Peta jalan penyelenggaraan bangunan gedung hijau di Indonesia<\/a><\/p>\n<p>Namun, sebagaimana dinyatakan oleh Forum Ekonomi Dunia, retrofit bukan hanya langkah keberlanjutan; ini adalah kebutuhan ekonomi. Retrofit berpotensi mengurangi permintaan energi global sebesar 12 persen.<\/p>\n<p>Selain itu, retrofit menciptakan 3,2 juta lapangan kerja baru per tahun dan meningkatkan produktivitas karyawan hingga 7.500 dolar per orang per tahun.<\/p>\n<p>Retrofit juga dapat memberikan manfaat kesehatan seperti penurunan angka kematian akibat polutan, kematian akibat panas, dan penyakit peredaran darah.<\/p>\n<p>Namun, implementasi retrofit juga menghadapai hambatan substansial. Di tingkat negara, hambatan ini berupa kebijakan yang tidak memadai dan ambisi yang selaras dengan retrofit.<\/p>\n<p>Hambatan bagi pemilik rumah dan penyewa individu meliputi biaya awal yang tinggi, mekanisme pengembalian jangka panjang, dan kurangnya pilihan yang terjangkau.<\/p>\n<p>Ada juga masalah yang lebih luas, yaitu kurangnya tenaga kerja terampil. Material konstruksi rendah karbon, misalnya, tidak mudah diakses maupun murah. Terakhir, banyak yang tidak menyadari manfaat retrofit bagi keuangan dan kesehatan mereka.<\/p>\n<p>Bagaimana negara-negara di dunia mendorong penerapan retrofit dan mengatasi hambatan yang dihadapi, akan diulas dalam tulisan selanjutnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp;&nbsp; 7cloud.asia &#8211;&nbsp;Emisi karbon yang dihasilkan rumah tempat kita tinggal, tempat kita berbelanja atau makan, serta ruang untuk bersosialisasi harus mulai dimasukkan dalam pembahasan penurunan emisi Pasalnya, menurut World Green Building Council, sektor bangunan punya andil besar dalam emisi karbon yakni bertanggung jawab atas 39 persen emisi gas rumah kaca terkait energi global. Menurut Forum [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":6896,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1959,335,2263],"class_list":["post-6895","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-bangunan","tag-emisi-karbon","tag-retrofit"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6895","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6895"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6895\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6896"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6895"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6895"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6895"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}