{"id":7134,"date":"2026-07-30T01:08:42","date_gmt":"2026-07-30T01:08:42","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=7134"},"modified":"2026-07-30T01:08:42","modified_gmt":"2026-07-30T01:08:42","slug":"berita-terpopuler-pekan-ini-perempuan-pahlawan-nasional-hingga-perkosaan-massal-mei-1998","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=7134","title":{"rendered":"Berita Terpopuler Pekan Ini: Perempuan Pahlawan Nasional hingga Perkosaan Massal Mei 1998"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Artikel mengenai para perempuan yang diangkat menjadi pahlawan nasional menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia.<\/p>\n<p>Artikel ini menjadi berita terpopuler bersama artikel tentang situasi politik Tanah Air seperti penuntasan kasus Kudatuli dan pro kontra perkosaan massal pada Mei 1998<\/p>\n<p>Selain itu artikel mengenai film Believe yang didasarkan pada kisah nyata Penglima TNI Agus Subiyanto juga masuk dalam daftar berita terpopuler pekan ini.<\/p>\n<p>Berikut lima berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia:<\/p>\n<p><strong>1. 16 Perempuan pahlawan nasional<\/strong><br \/>&ldquo;Sejauh mana perjuangan Kartini mampu mempengaruhi pola pikir perempuan saat itu, sehingga mendorong gerakan kesetaraan di masa penjajahan tersebut?&ldquo; demikian pertanyaan yang terlontar<\/p>\n<p>Pelontar pertanyaan beralasan, meski jauh ke depan, pemikiran Kartini hanya dituangkan dalam surat-suratnya kepada JH Abendanon dan tidak dipublikasikan secara luas.<\/p>\n<p>Sementara, di luar Jawa ada banyak perempuan yang ikut mengangkat senjata melawan penjajah Belanda.<\/p>\n<p>Baca artikel selengkapnya <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosok\/244561169\/16-perempuan-yang-diangkat-menjadi-pahlawan-nasional-tak-hanya-kartini-dan-ada-sejumlah-panglima-perang\">di sini<\/a><\/p>\n<p><strong>2. Tuntutan Forum Alumni PRD<\/strong><br \/>Kasus penculikan aktivis 1997-1998, pemerkosaan massal Mei 1998 serta berbagai kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat masa lalu lainnya harus segera diusut tuntas serta dilakukan secara independen dan transparan.<\/p>\n<p>Tuntutan ini disampaikan oleh para aktivis dari berbagai kota yang tergabung dalam Forum Alumni Partai Rakyat Demokratik (PRD) dan Pergerakan Demokratik, bertepatan dengan peringatan peristiwa 27 Juli 1996 atau &#8220;Kudatuli&rdquo;.<\/p>\n<p>Menurut mereka kasus penculikan aktivis, tragedi Mei 1998, juga peristiwa pemerkosaan massal adalah kejahatan luar biasa (<em>extra ordinary crimes<\/em>) serta kejahatan kemanusiaan (<em>crimes against humanity<\/em>) yang direncanakan secara sistematis, terstruktur dan massif.<\/p>\n<p>Baca artikel selengkapnya <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/246355494\/forum-alumni-prd-desak-pemerintah-usut-tuntas-kasus-penculikan-aktivis-dan-pemerkosaan-massal-mei-1998\">di sini<\/a><\/p>\n<p><strong>3. PT Toba Pulp Lestari kembalikan hutan adat dalam kondisi rusak<\/strong><br \/>Pada 2016 silam, pemerintah mengembalikan 2.600 hektare hutan adat kepada masyarakat adat Pandumaan-Sipituhuta di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Hutan adat tersebut sebelumnya diklaim oleh perusahaan bubur kertas, PT Toba Pulp Lestari (TPL).<\/p>\n<p>Namun, hutan adat yang dikembalikan negara sudah rusak, sehingga masyarakat tidak bisa lagi bergantung kepada rimba seperti dahulu.<\/p>\n<p>Riset yang penulis lakukan pada 2019 di desa Pandumaan-Sipituhuta menunjukkan, penjarahan yang sebelumnya dilakukan PT Toba Pulp Lestari telah menghancurkan area hutan yang menjadi daerah tangkapan air.<\/p>\n<p>Baca artikel selengkapnya <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246296767\/pt-toba-pulp-lestari-kembalikan-hutan-adat-dalam-kondisi-rusak-masyarakat-adat-masih-menanggung-beban\">di sini<\/a><\/p>\n<p><strong>4. Film Believe<\/strong><br \/>Diadaptasi dari buku biografi Panglima TNI, Agus Subiyanto: Believe: Faith, Dream, and Courage, film ini mengangkat kisah Operasi Seroja pada empat periode yang berbeda yakni 1975, 1980, 1995 dan 1999.<\/p>\n<p>Disutradarai oleh Rahabi Mandra dan Arwin Tri Wardhana, serta diproduksi oleh Bahagia Tanpa Drama, Believe disebut sebagai gebrakan baru film perang dalam perfilman Indonesia, dengan mengangkat kisah nyata.<\/p>\n<p>Celerina Judisari selaku produser mengatakan, Believe sebagai produk sinematografi akan menghadirkan adegan pertempuran yang dibuat serealistis mungkin.<\/p>\n<p>Baca artikel selengkapnya <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/hiburan\/246099355\/film-believe-kisah-operasi-seroja-dan-perjuangan-prajurit-agus-subiyanto\">di sini<\/a><\/p>\n<p><strong>5. Pemerkosaan massal Mei 1998<\/strong><br \/>Sejarawan yang menjadi saksi tragedi Mei 1998, Ita Fatia Nadia menegaskan salah satu sisi gelap sejarah Indonesia adalah kasus pemerkosaan massal saat Reformasi 1998, khususnya yang menyasar warga Tionghoa.<\/p>\n<p>Ita yang juga mantan anggota Komnas Perempuan ini mengatakan perkosaan Mei 1998 adalah simbol kekuasaan Negara terhadap tubuh dan seksualitas perempuan.<\/p>\n<p>&ldquo;Tubuh dan seksualitas perempuan digunakan sebagai alat teror untuk menundukkan komunitas,&rdquo; tegas Ita saat berbicara dalam diskusi bertajuk &ldquo;Perkosaan Mei 1998 adalah Luka Kita&rdquo; di Langgeng Gallery, Yogyakarta, Jumat, 25 Juli 2025<\/p>\n<p>Baca artikel selengkapnya <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/246349657\/sejarawan-perkosaan-mei-1998-adalah-simbol-kekuasaan-negara-terhadap-tubuh-perempuan\">di sini<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Artikel mengenai para perempuan yang diangkat menjadi pahlawan nasional menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia. Artikel ini menjadi berita terpopuler bersama artikel tentang situasi politik Tanah Air seperti penuntasan kasus Kudatuli dan pro kontra perkosaan massal pada Mei 1998 Selain itu artikel mengenai film Believe yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":7135,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[35],"class_list":["post-7134","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-berita-terpopuler"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7134","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7134"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7134\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7135"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7134"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7134"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7134"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}