{"id":7154,"date":"2026-07-30T01:08:47","date_gmt":"2026-07-30T01:08:47","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=7154"},"modified":"2026-07-30T01:08:47","modified_gmt":"2026-07-30T01:08:47","slug":"bmkg-titik-panas-di-kalimantan-dan-sumatera-meningkat-signifikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=7154","title":{"rendered":"BMKG: Titik Panas di Kalimantan dan Sumatera Meningkat Signifikan"},"content":{"rendered":"<p><strong><a class=\"class-data-caption\"> <!--img1--> . <\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi peningkatan signifikan titik panas (hotspot) &nbsp;di sejumlah wilayah Indonesia, terutama Kalimantan dan Sumatera.<\/p>\n<p>BMKG&nbsp;mengingatkan,&nbsp;titik&nbsp;panas&nbsp;ini&nbsp;berpeluang menjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla)<\/p>\n<p>Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa berdasarkan data satelit Himawari-9 per 30 Juli 2025 jumlah titik panas di Kalimantan bertambah menjadi 22<\/p>\n<p>Sedangkan di Sumatera terdeteksi sembilan titik panas, dan dua titik tambahan muncul di Sulawesi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246380038\/kejadian-kebakaran-hutan-di-aceh-paling-banyak-terjadi-di-lahan-milik-negara\">Baca: Titik panas di Aceh banyak ditemukan di lahan Negara<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Jumlah titik panas tersebut meningkat signifikan dibanding pekan sebelumnya,&#8221; kata dia dikutip Antaranews.com.<\/p>\n<p>BMKG mengkonfirmasi bahwa peningkatan jumlah titik panas ini terjadi bersamaan dengan masa puncak musim kemarau.<\/p>\n<p>Selain itu menurut Andri, sejumlah dinamika atmosfer, turut memperkuat tren pengeringan lahan di mana aliran massa udara dari Pasifik yang menguat menyebabkan kurangnya pembentukan awan hujan,<\/p>\n<p>Sedangkan sirkulasi siklonik di Samudra Hindia mempercepat penguapan di wilayah Indonesia bagian barat.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246381543\/kebakaran-hutan-dan-lahan-jadi-ancaman-serius-di-jambi\">Baca: Kebakaran hutan dan lahan jadi ancaman serius di Jambi<\/a><\/p>\n<p>Pola meteorologi tersebut dinilai berpeluang memperbesar risiko kebakaran yang sporadis namun cepat meluas, khususnya di wilayah lahan gambut dan hutan produksi yang memiliki cadangan bahan bakar kering.<\/p>\n<p>Untuk itu, BMKG mengingatkan bahwa kewaspadaan perlu ditingkatkan di daerah-daerah rawan penurunan curah hujan dan kelembapan udara yang rendah memperbesar potensi penyebaran api salah satunya Provinsi Jambi.<\/p>\n<p>Berdasarkan hasil pemantauan tim BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), curah hujan di sebagian besar wilayah Provinsi Jambi akan mengalami penurunan drastis pada sepuluh hari pertama Agustus.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Adapun intensitas hujan diperkirakan hanya berkisar 20 hingga 50 milimeter.<\/p>\n<p>Berdasarkan peta spasial, pada tanggal 30 Juli hingga 5 Agustus, sejumlah wilayah Jambi menunjukkan kategori kemudahan terbakar tinggi<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>. 7cloud.asia &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi peningkatan signifikan titik panas (hotspot) &nbsp;di sejumlah wilayah Indonesia, terutama Kalimantan dan Sumatera. BMKG&nbsp;mengingatkan,&nbsp;titik&nbsp;panas&nbsp;ini&nbsp;berpeluang menjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa berdasarkan data satelit Himawari-9 per 30 Juli 2025 jumlah titik panas di Kalimantan bertambah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":7155,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[56,886],"class_list":["post-7154","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-kebakaran-hutan","tag-titik-panas"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7154","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7154"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7154\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7155"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7154"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7154"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7154"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}