{"id":7166,"date":"2026-07-30T01:08:49","date_gmt":"2026-07-30T01:08:49","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=7166"},"modified":"2026-07-30T01:08:49","modified_gmt":"2026-07-30T01:08:49","slug":"ramai-ramai-kibarkan-bendera-one-piece-di-hari-kemerdekaan-simbol-protes-pada-kebijakan-pemerintah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=7166","title":{"rendered":"Ramai-ramai Kibarkan Bendera One Piece di Hari Kemerdekaan: Simbol Protes pada Kebijakan Pemerintah"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Belakangan ini ramai di media sosial adanya fenomena pemasangan bendera serial anime asal Jepang, One Piece, yang berkibar di sejumlah rumah hingga kendaraan menjelang HUT ke-80 Republik Indonesia.<\/p>\n<p>Aksi pengibaran bendera One Piece di&nbsp;Hari&nbsp;Kemerdekaan&nbsp;ini ditengarai sebagai sikap ekspresi perlawanan dan kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah.<\/p>\n<p>Dikutip dari Onepiece.fandom.com, bendera One Piece merujuk pada Jolly Roger, sebuah simbol tengkorak yang digunakan sebagai identitas bajak laut dalam sejarah dunia.<\/p>\n<p>Logo One Piece terdiri dari tengkorak manusia di atas tulang yang bersilang. Jolly Roger menjadi simbol yang penting dan berpengaruh, serta diakui sangat berarti bahaya di seluruh dunia.<\/p>\n<p>Tengkorak dan tulang bersilang itu sendiri biasanya digunakan untuk memperingatkan orang tentang zat berbahaya atau tempat pada tanda dan botol.<\/p>\n<p>Simbol tersebut kemudian digunakan dan sesuai dengan identitas atau latar belakang yang ingin ditampilkan kru bajak laut.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/246370787\/civicus-monitor-marak-intimidasi-negara-terhadap-sipil-indonesia-masuk-daftar-pemantauan\">Baca: Indonesia masuk pemantauan karena marak intimidasi terhadap warga sipil<\/a><\/p>\n<p>Para bajak laut di One Piece lalu menggunakan logo itu untuk berbagai kegunaan, termasuk bendera kapal, layar kapal, desain pakaian, dan tato.<\/p>\n<p>Sementara itu, masyarakat Indonesia mengibarkan salah satu bendera Jolly Roger yang telah dimodifikasi, sehingga kepala tengkorak tersebut mengenakan topi jerami.<\/p>\n<p>&ldquo;One Piece adalah simbol perjuangan melawan tirani dan penindasan,&ldquo; demikian pemilik akun Facebook @Iman*******.<\/p>\n<p>Hal senada diungkap pemilik akun X @Ikyu***** yang menyatakan lebih memilih logo One Piece di Hari Kemerdekaan nanti<\/p>\n<p>&ldquo;karena cerita one piece baru-baru ini sangat mirip dengan situasi di negara kita sekarang, pemerintahannya terlihat baik tetapi banyak hal buruk yang baru saja terungkap,&ldquo; tulisnya di akunnnya.<\/p>\n<p>Dilansir Tempo.co, Riki Hidayat, warga Kebayoran, Jakarta Selatan, yang berniat mengibarkan bendera anime One Piece di depan rumahnya di momen HUT ke-80 RI, mengatakan mengibarkan bendera One Piece berarti simbol protes atau bentuk perlawanan dari rakyat yang selama ini tak puas dengan kinerja pemerintah.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/246306410\/semester-i-2025-lebih-dari-100-pembela-ham-jadi-korban-serangan-jurnalis-yang-terbanyak\">Baca: Lebih dari 100 pembela HAM jadi korban serangan pada 2025<\/a><\/p>\n<p>Bagi Riki, mengibarkan bendera One Piece bukan berarti tak lagi mencintai Indonesia.<\/p>\n<p>&ldquo;Ini bukan soal hilangnya rasa nasionalisme ya,&rdquo; kata dia pada Kamis, 31 Agustus 2025. Dia mempertanyakan apa artinya nasionalisme jika negara tak ada upaya untuk melindungi hak warga negaranya sendiri.<\/p>\n<p>&ldquo;Saya cinta Tanah Air di mana saya bisa hidup di sana,&rdquo; ujarnya. &ldquo;Tetapi Tanah Air yang saya cintai itu, bukan tanah air tempat saya membayar pajak, namun tidak mendapatkan hak yang sepadan atas pajak yang saya bayar,&rdquo; ujar dia,<\/p>\n<p>Rencana pemasangan bendera One Piece di momen HUT ke-80 RI juga akan dilakukan oleh Rian. Warga Depok, Jawa Barat, itu merasa tak ada yang bisa dirayakan dalam peringatan hari Kemerdekaan Indonesia.<\/p>\n<p>Laki-laki 32 tahun itu merasa tak ada kemerdekaan yang dirasakan masyarakat Indonesia hari ini. &ldquo;Selama ini kita kayak enggak merdeka gak sih?&rdquo; ucapnya.<\/p>\n<p>Menanggapi fenomena tersebut, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Sufmi Dasco Ahmad menganggap pemasangan bendera tengkorak bajak laut itu sebagai upaya memecah belah bangsa. Menurut dia, fenomena ini bergerak secara sistematis.<\/p>\n<p>&#8220;Kami mendeteksi dan mendapat masukan dari lembaga-lembaga pengamanan memang ada upaya memecah belah persatuan dan kesatuan,&#8221; kata dia di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Kamis (31\/7\/2025).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/245945508\/situasi-ham-di-indonesia-memburuk-amnesty-international-ungkap-sejumlah-indikator\">Baca: Perlindungan HAM memburuk di era Jokowi sampai sekarang<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Belakangan ini ramai di media sosial adanya fenomena pemasangan bendera serial anime asal Jepang, One Piece, yang berkibar di sejumlah rumah hingga kendaraan menjelang HUT ke-80 Republik Indonesia. Aksi pengibaran bendera One Piece di&nbsp;Hari&nbsp;Kemerdekaan&nbsp;ini ditengarai sebagai sikap ekspresi perlawanan dan kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah. Dikutip dari Onepiece.fandom.com, bendera One Piece merujuk pada Jolly [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":7167,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2326,2301],"class_list":["post-7166","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-hari-kemerdekaan","tag-one-piece"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7166","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7166"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7166\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7167"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7166"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7166"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7166"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}