{"id":7170,"date":"2026-07-30T01:08:51","date_gmt":"2026-07-30T01:08:51","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=7170"},"modified":"2026-07-30T01:08:51","modified_gmt":"2026-07-30T01:08:51","slug":"walhi-riau-ungkap-sejumlah-kebakaran-hutan-berulang-di-tanah-konsesi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=7170","title":{"rendered":"WALHI Riau Ungkap Sejumlah Kebakaran Hutan Berulang di Tanah Konsesi"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Wahana Lingkungan Hidup atau WALHI Riau mencatat, sejak Januari sampai Juli 2025 kebakaran hutan&nbsp;telah menghanguskan sekitar 1.000 hektare hutan dan lahan di Riau.<\/p>\n<p>Hal ini yang kemudian menyebabkan status bencana Riau meningkat dari tahun sebelumnya menjadi tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan.<\/p>\n<p>Berdasarkan hasil analisis spasial WALHI Riau melalui satelit Aqua dan Terra dengan <em>confidence level<\/em> di atas 70 persen menunjukkan sepanjang periode 1 Mei&nbsp;sampai 24 Juli 2025 terdapat 310 titik panas yang tersebar di 9 kabupaten\/kota Provinsi Riau.<\/p>\n<p>Dilansir di laman resmi WALHI, Kabupaten Rokan Hulu dan Rokan Hilir menempati urutan teratas dalam jumlah kasus kebakaran hutan di Riau.<\/p>\n<p>Hasil analisis ini juga memperlihatkan titik api berada dalam areal kerja 8 (delapan) perusahaan perkebunan kayu dan kelapa sawit.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246334515\/titik-panas-terus-bermunculan-pemprov-riau-tetapkan-status-tanggap-darurat-kebakaran-hutan-dan-lahan\">Baca: Riau tetapkan status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan<\/a><\/p>\n<p>Perusahaan itu adalah PT Perawang Sukses Perkasa, PT Citra Buana Inti Fajar, PT Riau Andalan Pulp &amp; Paper, PT Selaras Abadi Utama, PT Diamond Raya Timber, CV Bhakti Praja Mulia.<\/p>\n<p>Juga PT Ruas Utama Jaya, dan PT Jatim Jaya Perkasa. Lebih parahnya, perusahaan yang telah dijatuhi hukuman pidana, PT Jatim Jaya Perkasa (JJP) kembali terbakar di tahun ini.<\/p>\n<p>Setidaknya dari titik api yang ditemukan di konsesi perusahaan di atas, PT RAPP (APRIL&amp;Partner), PT SRL (APRIL&amp;Partner), dan PT DRT (Barito Grup) adalah perusahaan yang juga terbakar pada tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n<p>Bahkan PT Jatim Jaya Perkasa (Wilmar Grup) telah diputus bersalah melakukan perbuatan melawan hukum terkait kerusakan atau pencemaran lingkungan hidup dan kebakaran hutan dan lahan berdasar putusan Mahkamah Agung kembali ditemukan titik api dalam areal kerjanya.<\/p>\n<p>Selain itu, hasil analisis media WALHI Riau juga menemukan Perusahaan Milik Asing (PMA) asal Malaysia, PT Adei Plantation Industry (KLK Grup) kembali terbakar.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245931981\/curah-hujan-berkurang-titik-panas-di-riau-mulai-muncul\">Baca: Titik panas mulai bermunculan di Riau<\/a><\/p>\n<p>Perusahaan ini telah dua kali dijatuhi hukuman pidana atas kasus yang sama, yaitu pada tahun 2016 dan 2020.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Direktur Eksekutif WALHI Riau, Boy Jerry Even Sembering mendesak penegak hukum menetapkan perusahaan yang areal kerjanya terbakar sebagai tersangka karhutla.<\/p>\n<p>Boy menegaskan, penegakan hukum ini juga harus paralel dengan evaluasi perizinan pembukaan lahan.<\/p>\n<p>&rdquo;Bahkan perusahaan yang berulang kali menjadi pelaku kebakaran hutan dan lahan serta memiliki catatan pelanggaran lingkungan hidup lainnya sudah layak dicabut perizinannya,&rdquo; ujar Boy.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246372058\/walhi-impunitas-membuat-kebakaran-hutan-terus-berulang\">Baca: WALHI sebut impunitas membuat kebakaran hutan terus berulang<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Wahana Lingkungan Hidup atau WALHI Riau mencatat, sejak Januari sampai Juli 2025 kebakaran hutan&nbsp;telah menghanguskan sekitar 1.000 hektare hutan dan lahan di Riau. Hal ini yang kemudian menyebabkan status bencana Riau meningkat dari tahun sebelumnya menjadi tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan. Berdasarkan hasil analisis spasial WALHI Riau melalui satelit Aqua dan Terra [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":7171,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[56,17,761,26],"class_list":["post-7170","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-kebakaran-hutan","tag-lingkungan","tag-riau","tag-walhi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7170","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7170"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7170\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7171"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7170"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7170"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7170"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}