{"id":7191,"date":"2026-07-30T01:08:56","date_gmt":"2026-07-30T01:08:56","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=7191"},"modified":"2026-07-30T01:08:56","modified_gmt":"2026-07-30T01:08:56","slug":"studi-baru-peringatkan-dunia-kehabisan-waktu-mengatasi-dampak-buruk-perubahan-iklim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=7191","title":{"rendered":"Studi Baru Peringatkan Dunia Kehabisan Waktu Mengatasi Dampak Buruk Perubahan Iklim"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Dalam beberapa tahun terakhir masyarakat dunia disuguhi berita buruk tentang dampak perubahan iklim.<\/p>\n<p>Afrika menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak oleh perubahan iklim dan cuaca ekstrem, yang mengancam kehidupan dan mata pencaharian masyarakatnya.<\/p>\n<p>Manusia&nbsp;hidup di masa dunia mengalami laju pemanasan tercepat dalam rekor sejarah. Namun, respons pemerintah di berbagai belahan dunia masih saja lamban.<\/p>\n<p>Konferensi tahunan perubahan iklim dunia, <em>conference of the parties<\/em> (COP30) hanya tinggal beberapa bulan lagi. Sebanyak 197 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) seharusnya sudah menyerahkan pembaruan rencana aksi iklim nasional mereka kepada PBB pada Februari lalu.<\/p>\n<p>Rencana-rencana ini, yang dikenal sebagai kontribusi yang ditetapkan secara nasional atau <em>Nationally Determined Contributions<\/em> (NDC), merinci bagaimana masing-masing negara akan memangkas emisi gas rumah kaca mereka sesuai dengan Perjanjian Paris.<\/p>\n<p>Perjanjian ini mewajibkan seluruh penandatangannya untuk membatasi pemanasan global yang disebabkan manusia tidak lebih dari 1,5&deg;C di atas suhu praindustri.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246363536\/kuliah-umum-hilmar-farid-penanganan-krisis-iklim-butuh-cara-luar-biasa\">Baca: Penanganan perubahan iklim butuh cara luar biasa<\/a><\/p>\n<p>Pemerintah juga diminta untuk membawa rencana aksi iklim terbaru mereka ke COP30 dan menunjukkan bagaimana mereka akan beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim.<\/p>\n<p>Namun sejauh ini, baru 25 negara&mdash;yang hanya mewakili sekitar 20 persen&nbsp;dari total emisi global&mdash; yang sudah menyerahkan pembaruan NDC mereka. Ini berarti masih ada 172 negara yang belum mengirimkan rencananya, termasuk Indonesia.<\/p>\n<p>NDC sangat penting dalam menentukan komitmen jangka pendek hingga menengah suatu negara terhadap perubahan iklim.<\/p>\n<p>NDC juga dapat memberikan arah kebijakan dan investasi yang lebih luas. Menyatukan rencana iklim dengan tujuan pembangunan nasional bisa membantu mengangkat 175 juta orang dari kemiskinan.<\/p>\n<p>Tetapi sepertinya, dari seluruh rencana yang telah diserahkan, hanya rencana aksi iklim Inggris yang dianggap sejalan dengan Perjanjian Paris.<\/p>\n<p>Kami adalah ilmuwan iklim, dan salah satu dari kami, Piers Forster, memimpin tim ilmuwan global yang menerbitkan laporan tahunan Indikator Perubahan Iklim Global. Laporan ini memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi sistem iklim dunia.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/internasional\/245270337\/wmo-sebut-banjir-spanyol-sebagai-contoh-bencana-cuaca-ekstrem-global\">Baca: Banjir Spanyol jadi contoh nyata perubahan iklim<\/a><\/p>\n<p>Laporan ini dibuat berdasarkan data perhitungan emisi bersih gas rumah kaca global, konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, kenaikan suhu di permukaan Bumi, serta seberapa besar pemanasan yang disebabkan oleh manusia.<\/p>\n<p>Selain itu, laporan ini juga melihat bagaimana intensitas suhu ekstrem dan curah hujan semakin meningkat, seberapa besar kenaikan permukaan air laut.<\/p>\n<p>Serta berapa banyak karbon dioksida yang masih bisa dikeluarkan sebelum suhu planet ini melampaui ambang 1,5&deg;C dibanding masa praindustri.<\/p>\n<p>Hal ini penting karena membatasi pemanasan di bawah 1,5&deg;C sangat krusial untuk menghindari dampak terburuk dari perubahan iklim.<\/p>\n<p>Laporan kami menunjukkan bahwa pemanasan global akibat aktivitas manusia sudah mencapai 1,36&deg;C pada 2024. Hal ini mendorong suhu rata-rata global (hasil kombinasi pemanasan alami dan buatan) menjadi 1,52&deg;C.<\/p>\n<p>Dengan kata lain, dunia telah memasuki fase di mana dampak besar dari perubahan iklim tak lagi bisa dihindari. Kita sudah berada di situasi yang berbahaya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243351516\/wmo-kenaikan-suhu-global-picu-bencana-akan-lebih-sering-terjadi\">Baca: Pemanasan global memicu bencana akan lebih sering terjadi<\/a><\/p>\n<p><strong>Planet kita yang semakin panas<\/strong><br \/>Meskipun suhu global tahun lalu sangat tinggi, sayangnya hanya dianggap &ldquo;normal baru&rdquo; yang tidak begitu mengkhawatirkan.<\/p>\n<p>Data menunjukkan tingkat emisi gas rumah kaca terus mencatat rekor tertinggi dan menyebabkan peningkatan konsentrasi karbon dioksida, metana dan nitrogen oksida yang mempercepat laju pemanasan.<\/p>\n<p>Akibatnya, suhu Bumi terus naik dan dengan cepat menghabiskan carbon budget atau jumlah emisi yang masih bisa dikeluarkan sebelum melewati ambang batas.<\/p>\n<p>Pada tingkat emisi gas&nbsp;rumah&nbsp;kaca&nbsp;saat ini, jatah karbon global akan habis dalam waktu kurang dari tiga tahun.<\/p>\n<p>Dunia&nbsp;harus menerima kenyataan bahwa kesempatan untuk menjaga suhu tetap di bawah 1,5&deg;C nyaris tertutup. Bahkan jika nantinya suhu bisa diturunkan kembali, prosesnya akan panjang dan sulit.<\/p>\n<p>Pada saat yang sama, cuaca ekstrem terus meningkat, membawa risiko jangka panjang dan beban ekonomi global, serta berdampak pada kehidupan masyarakat.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243105437\/masalah-lingkungan-terbesar-di-tahun-2023-pemanasan-global-1\">Baca: Pemanasan global memicu masalah serius pada lingkungan<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Benua Afrika misalnya, kini menghadapi&nbsp;dampak&nbsp;perubahan&nbsp;iklim paling mematikan dalam lebih dari satu dekade terakhir.<\/p>\n<p>Bayangkan jika situasi ini terjadi pada dunia bisnis. Saat harga saham anjlok atau pertumbuhan ekonomi mandek, para pemimpin negara dan pebisnis akan segera bertindak. Mereka bakal selalu update dan enggan memakai data lama untuk mengambil keputusan.<\/p>\n<p>Namun, dalam hal masalah iklim, perubahan yang terjadi sering kali lebih cepat daripada data yang kita punya. Akibatnya, keputusan penting jadi terlambat diambil.<\/p>\n<p>Seandainya data iklim dianggap sepenting laporan keuangan, mungkin setiap laporan baru akan membuat panik. Namun kenyataannya, pemerintah sering kali lamban merespons peringatan dari indikator iklim, tanda-tanda bahaya dari kondisi Bumi.<\/p>\n<p><strong>Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation dalam bahasa Inggris, Penulis: Piers Forster (Professor of Physical Climate Change; Director of the Priestley International Centre for Climate, University of Leeds) dan Debbie Rosen (Research and Innovation Development Manager for the Priestley Centre for Climate Futures, University of Leeds)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Dalam beberapa tahun terakhir masyarakat dunia disuguhi berita buruk tentang dampak perubahan iklim. Afrika menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak oleh perubahan iklim dan cuaca ekstrem, yang mengancam kehidupan dan mata pencaharian masyarakatnya. Manusia&nbsp;hidup di masa dunia mengalami laju pemanasan tercepat dalam rekor sejarah. Namun, respons pemerintah di berbagai belahan dunia masih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":7192,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[17,173],"class_list":["post-7191","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-lingkungan","tag-perubahan-iklim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7191","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7191"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7191\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7192"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7191"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7191"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7191"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}