{"id":7207,"date":"2026-07-30T01:09:00","date_gmt":"2026-07-30T01:09:00","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=7207"},"modified":"2026-07-30T01:09:00","modified_gmt":"2026-07-30T01:09:00","slug":"mengenal-wine-pepaya-hasil-inovasi-mahasiswa-universitas-petra","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=7207","title":{"rendered":"Mengenal Wine Pepaya Hasil Inovasi Mahasiswa Universitas Petra"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Dua mahasiswa Program Studi Hotel Management Petra Christian University (PCU) Surabaya, berhasil mengolah buah pepaya (Carica papaya L) menjadi minuman fermentasi wine dengan cita rasa khas dan bernilai jual tinggi.<\/p>\n<p>Wine pepaya hasil kreasi Cleary Budiman dan Davin Varian Ikwanto Koean ini dibuat dari pepaya bangkok.<\/p>\n<p>Inovasi&nbsp;wine&nbsp;pepaya&nbsp;ini&nbsp;setelah&nbsp;keduanya&nbsp;melihat banyaknya pepaya yang terbuang akibat harga jual rendah, kami mencari solusi agar buah ini tetap memiliki nilai ekonomis.<\/p>\n<p>&#8220;Fermentasi menjadi wine adalah salah satu cara efektif untuk memperpanjang masa simpan dan meningkatkan nilai jual,&#8221; ujar Cleary Budiman di Surabaya beberapavwaktu lalu.<\/p>\n<p>Dalam penelitian yang mereka lakukan, Cleary dan Davin mencoba beberapa jenis pepaya, di antaranya California, Hawaii, dan Bangkok.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/244569837\/harga-anjlok-puluhan-ton-buah-pepaya-dibuang-para-pedagang\">Baca: Puluhan ton buah pepaya dibuang pedagang<\/a><\/p>\n<p>Dari hasil percobaan, pepaya Bangkok dinilai memiliki karakteristik paling ideal untuk diolah menjadi wine karena rasa manisnya yang seimbang, tingkat keasaman rendah, serta tekstur yang lebih baik.<\/p>\n<p>&#8220;Wine yang kami hasilkan memiliki kadar alkohol sekitar 12 persen, setara dengan standar wine komersial. Selain itu, aroma yang dihasilkan lebih halus,&#8221; kata Davin.<\/p>\n<p>Proses pembuatan wine ini dimulai dengan membersihkan pepaya, mengupas kulitnya, serta memisahkan bijinya sebelum dihaluskan dan dicampur dengan air dalam perbandingan 1:1.<\/p>\n<p>Setelah itu, campuran tersebut disaring dan ditambahkan gula pasir serta ragi <em>Saccharomyces cerevisiae<\/em> untuk fermentasi selama 14 hari.<\/p>\n<p>&#8220;Setelah fermentasi, residu dipisahkan dan wine dimasukkan ke dalam botol untuk proses pengendapan selama tujuh hari sebelum siap dikonsumsi,&#8221; kata Davin.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246352931\/perubahan-iklim-mempengaruhi-produksi-pisang-dunia\">Baca: Perubahan iklim mempengaruhi produksi pisang dunia<\/a><\/p>\n<p>Produk inovatif wine&nbsp;pepaya&nbsp;ini dijual dengan harga Rp150.000 per botol berkapasitas 750 mililiter.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Dosen pembimbing proyek ini, Hanjaya Siaputra, berharap inovasi ini dapat berdampak positif bagi masyarakat, terutama bagi petani di Desa Sugihwaras, Kediri, yang sering mengalami kerugian akibat produksi pepaya berlebih.<\/p>\n<p>&#8220;Dengan inovasi ini, diharapkan masyarakat dapat mengelola hasil panen secara lebih optimal serta meningkatkan kesejahteraan mereka,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Cleary dan Davin akan mengikuti Wisuda ke-87 Petra Christian University pada Maret 2025. Ke depannya, mereka berencana mengembangkan inovasi ini lebih lanjut guna memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Dua mahasiswa Program Studi Hotel Management Petra Christian University (PCU) Surabaya, berhasil mengolah buah pepaya (Carica papaya L) menjadi minuman fermentasi wine dengan cita rasa khas dan bernilai jual tinggi. Wine pepaya hasil kreasi Cleary Budiman dan Davin Varian Ikwanto Koean ini dibuat dari pepaya bangkok. Inovasi&nbsp;wine&nbsp;pepaya&nbsp;ini&nbsp;setelah&nbsp;keduanya&nbsp;melihat banyaknya pepaya yang terbuang akibat harga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":7208,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2334],"class_list":["post-7207","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-wine-pepaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7207","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7207"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7207\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7208"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7207"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7207"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7207"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}