{"id":7209,"date":"2026-07-30T01:09:01","date_gmt":"2026-07-30T01:09:01","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=7209"},"modified":"2026-07-30T01:09:01","modified_gmt":"2026-07-30T01:09:01","slug":"walhi-impunitas-membuat-kebakaran-hutan-terus-berulang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=7209","title":{"rendered":"WALHI: Impunitas Membuat Kebakaran Hutan Terus Berulang"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Wahana Lingkungan Hidup Indonesia atau WALHIl mencatat, sejak 1 hingga 28 Juli 2025 terdapat sebanyak 20.788 titik&nbsp;panas (hotspot) di Indonesia.<\/p>\n<p>Secara tingkatan titik&nbsp;panas ini terkategorisasi level tinggi dengan jumlah 639 hotspot, level sedang dengan jumlah 19.656 hotspot dan level rendah dengan jumlah 493 hotspot.<\/p>\n<p>Ketika di-overlay dengan data konsesi HGU sawit dan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), Walhi menemukan sebanyak 373 hotspot dengan level tinggi berada di konsesi perkebunan (HGU) atau izin kehutanan (PBPH) milik Korporasi.<\/p>\n<p>Sebanyak 231 perusahaan yang di dalam konsesi nya terpantau ada hotspot. Bahkan dari beberapa perusahaan yang terdapat hotspot di konsesinya adalah perusahaan yang juga terbakar pada tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n<p>Manager Kampanye Hutan dan Kebun WALHI Nasional, Uli Arta Siagian mengatakan, keberulangan karhutla ini adalah bukti ketertundukan negara pada perusahaan pembakar hutan dan lahan.<\/p>\n<p>Dilansir di laman resmi WALHI, Uli mengatakan, hingga saat ini pemerintah tidak berani mengevaluasi 969 perusahaan sawit yang puluhan tahun beroperasi di wilayah gambut dan hutan seluas 5,6 juta hektare.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246282382\/memasuki-kemarau-puluhan-titik-panas-terpantau-di-pulau-sumatera\">Baca: Puluhan Titik Panas Terpantau di Pulau Sumatera<\/a><\/p>\n<p>Bahkan ada cukup banyak perusahaan yang telah diputus bersalah oleh pengadilan, namun tidak ada proses ekskusi putusan yang jelas dan tidak pernah dicabut izinnya, dan alhasil tahun ini kembali terbakar.<\/p>\n<p>Impunitas dan ketertundukan negara ini lah yang menjadi akar persoalan karhutla, selama pemerintah tidak menjawabnya, selama itu juga karhutla akan terus terjadi,&rdquo; tandasnya.<\/p>\n<p>Uli menambahkan bahwa fakta adanya ratusan perusahaan beroperasi di ekosistem gambut dan hutan ini, serta impunitas yang selalu diberikan pemerintah pada korporasi pembakar hutan adalah bentuk kegagalan UU Kehutanan.<\/p>\n<p>Karena itu, tandasnya, revisi UU Kehutanan saat ini harusnya menjadi momentum untuk mengubah total UU Kehutanan, bukan hanya revisi tambal sulam yang tidak mampu menjangkau persoalan kebakaran hutan dan lahan.<\/p>\n<p>Hasil Pantuan WALHI Sumatera Selatan, sepanjang Juni 2025 terdapat 85 hotspot berada di konsesi HTI dan HGU milik 16 perusahaan. Bahkan semua perusahaan tersebut selalu terbakar atau terdapat hotspot di dalam konsesinya dalam setiap tahunnya.<\/p>\n<p>Sebanyak 58 hotspot berada di konsesi HTI milik 11 perusahaan, yaitu PT Esa Dinamika di Kab. Muratara (berulang), PT Paramita Mulia Langgeng di Kab Muratara (berulang), PT Bumi Persada Permai di Kab. Muba (berulang), PT Sentosa Bahagia Bersama di Kab. Muba, PT. Tiesco Cahaya Permai di Kab. Muba (berulang).<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246365734\/menhut-imbau-masyarakat-waspada-karhutla-pada-10-hari-pertama-agustus\">Baca: KLH ingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan di awal Agustus 2025<\/a><\/p>\n<p>Juga PT. Tiesco Cahaya Permai di Kab. Muba (berulang), PT Wahana Lestari Makmur Sukses di Kab. Muba (berulang), PT MHP di Kab. Musi Banyuasin (berulang), PT MHP di Kab. Musi Rawas (berulang), PT MHP di Kab. Pali (berulang), PT MHP Kab. Lahat (berulang), dan PT MHP di Kab. Muara Enim (berulang).<\/p>\n<p>Sedangkan 27 hostpot berada di HGU sawit milik 5 perusahaan, yaitu PT Hasil Musi Lestari di Kab. Musi Rawas, PT London Sumatra di Kab. Muratara (berulang), PT Muara Bibit Lestari di Kab. Musi Rawas (berulang), PT Muara Bibit Lestari di Kab. Musi Rawas (berulang), PT Padang Bolak Jaya di Kab. Lahat (berulang), dan PT Trans Pacific Agro Industri di Kab. Banyu Asin (berulang).<\/p>\n<p>Direktur Eksekutif WALHI Sumatera Selatan, Yuliusman mengatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan adalah kejahatan lingkungan luar biasa (extra ordinari egologycal crime), karena itu dibutuhkan penanganan yang serius dan terukur oleh negara.<\/p>\n<p>&rdquo;Penanganan kebakaran&nbsp;hutan&nbsp;dan&nbsp;lahan&nbsp;tidak cukup hanya dengan tindakan apel siaga, water booming, hujan buatan dan penyegelan semu tanpa ada sanksi yang berarti,&rdquo; tandasnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245930137\/bmkg-prediksi-musim-kemarau-2025-lebih-pendek-ini-penyebabnya\">Baca: Musim kemarau 2025 diprediksi lebih singkat<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Wahana Lingkungan Hidup Indonesia atau WALHIl mencatat, sejak 1 hingga 28 Juli 2025 terdapat sebanyak 20.788 titik&nbsp;panas (hotspot) di Indonesia. Secara tingkatan titik&nbsp;panas ini terkategorisasi level tinggi dengan jumlah 639 hotspot, level sedang dengan jumlah 19.656 hotspot dan level rendah dengan jumlah 493 hotspot. Ketika di-overlay dengan data konsesi HGU sawit dan Perizinan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":7210,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[56,886],"class_list":["post-7209","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-kebakaran-hutan","tag-titik-panas"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7209","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7209"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7209\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7210"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7209"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7209"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7209"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}