{"id":7273,"date":"2026-07-30T01:09:17","date_gmt":"2026-07-30T01:09:17","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=7273"},"modified":"2026-07-30T01:09:17","modified_gmt":"2026-07-30T01:09:17","slug":"pemprov-dki-jakarta-galakkan-pembangunan-septic-tank-komunal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=7273","title":{"rendered":"Pemprov DKI Jakarta Galakkan Pembangunan Septic Tank Komunal"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Peletakan batu pertama (<em>groundbreaking<\/em>) septic tank komunal terintegrasi teknologi tepat guna biogas &amp; septic tank skala rumah tangga dilakukan di Rusunami Bidara Cina, Jakarta Timur, Senin (28\/7).<\/p>\n<p>Program&nbsp;septic tank komunal ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menuntaskan permasalahan buang air besar sembarangan (BABS), terutama di wilayah padat penduduk.<\/p>\n<p>Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, meskipun angka BABS di Jakarta relatif lebih rendah dibandingkan daerah lain, kondisi ini tetap menjadi perhatian bagi Pemprov DKI.<\/p>\n<p>&#8220;Persoalan buang air besar sembarangan ini masih menjadi persoalan yang mendapatkan perhatian Pemerintah Balai Kota, Pemerintah Jakarta,&#8221; ujar Pramono.<\/p>\n<p>Pembangunan tangki septik di wilayah Jakarta Timur ini bekerja sama dengan ahli biogas. Ia pun menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasinya kepada berbagai pihak yang terlibat dalam penyelesaian masalah BABS ini, termasuk dalam penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/244737884\/septic-tank-komunal-upaya-kelurahan-cikoko-pancoran-menjadi-kawasan-buang-air-besar-sembarangan\">Baca: Pembangunan septic tank komunal di Kelurahan Cikoko Pancoran<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Yang seperti ini, partisipasi CSR, siapapun yang terlibat kami mengucapkan terima kasih karena ini betul-betul sesuatu yang mendasar yang menyangkut kebutuhan orang, menyangkut apa yang sehari-hari dibutuhkan masyarakat,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Pramono berharap melalui pembangunan tangki septik ini juga akan membantu mengubah perilaku masyarakat agar menjaga kebersihan dan kesehatan dengan tidak lagi membuang air besar sembarangan.<\/p>\n<p>Dia juga meyakini Jakarta secara perlahan akan menjadi lebih baik dengan perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan.<\/p>\n<p>&#8220;Program ini Pemerintah DKI Jakarta memberikan support dan dukungan sepenuhnya dan mudah-mudahan dengan cara yang seperti ini akan menyelesaikan persoalan BABS yang ada di berbagai tempat,&#8221; jelas Pramono.<\/p>\n<p>Pramono berjanji, akan meminta seluruh Wali Kota untuk melaporkan dan menyelesaikan permasalahan BABS, terutama di daerah-daerah padat penduduk.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/245105502\/atasi-kawasan-kumuh-pemprov-dan-bps-dki-jakarta-berkolaborasi-petakan-potensi-rukun-warga\">Baca: Upaya menangani kawasan kumuh di Jakarta<\/a><\/p>\n<p>Sementara itu, Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin menyampaikan, peletakan batu pertama pembangunan septic tank komunal terintegrasi teknologi tepat guna biogas&nbsp;dan septic tank skala rumah tangga ini juga dilakukan sejumlah lokasi lainnya.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Beberapa lokasi tersebut antara lain Rawa Bunga, Rambutan, Pekayon, Pinang Ranti, Cipinang Melayu, Penggilingan, Kayu Manis, Cipinang, dan Kelurahan Klender.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi ada 10 titik dan totalnya itu, dari 10 titik itu bisa mengentaskan 921 KK, jiwanya itu 2.936 jiwa. Dan ini ada yang modelnya pake biogas, ada yang pake septic tank komunal tapi pribadi. Itu yang dibantu juga dengan CSR,&#8221; jelas Munjirin.<\/p>\n<p>Pembangunan tangki septik komunal ini menggunakan dana swadaya masyarakat, dana CSR, maupun dibangun oleh pemerintah.<\/p>\n<p>Munjirin mengakui, masih terdapat banyak masyarakat di pemukiman padat di wilayahnya yang melakukan BABS. Karena itu, pihaknya secara bertahap akan menyelesaikan masalah ini.<\/p>\n<p>&#8220;Jakarta Timur itu masih cukup banyak, makanya kita cicil dari sekarang,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/244790559\/mungkinkah-memanfaatkan-dana-abadi-perumahan-untuk-atasi-kawasan-kumuh-di-perkotaan\">Baca: Dana abadi perumahan untuk atasi kawasan kumuh di perkotaan<\/a><\/p>\n<p>Munjirin mengatakan, keberadaan 10 lokasi tangki septik itu bisa mengatasi buang air besar sembarangan (BABS) sebanyak 921 Kepala Keluarga atau sekitar 2.936 jiwa.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Herwin Meifendy mengatakan, sebanyak 27 dari 65 kelurahan saat ini sudah dinyatakan bebas Open Defecation Free (ODF) atau BABS.<\/p>\n<p>&#8220;Saat ini warga yang BABS ke kali jumlahnya semakin berkurang. Apalagi, sejak digencarkan program tangki septik komunal,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Ia merinci, pembangunan tangki septik komunal di Rusunami Bidara Cina menyasar 688 KK atau 2.064 jiwa; Kelurahan Rawa bunga 37 KK atau 77 jiwa, dan di Kelurahan Rambutan berjumlah 45 KK atau 227 jiwa.<\/p>\n<p>Selanjutnya, di Kelurahan Pekayon ditargetkan dapat mengatasi BABS sebanyak 58 KK atau 189 jiwa; Pinang Ranti dan Cipinang Melayu 10 KK atau 40 jiwa; dan Kelurahan Penggilingan 13 KK atau 54 jiwa<\/p>\n<p>&#8220;Untuk di Kelurahan Kayumanis julah sasaran mencapai 10 KK atau 45 jiwa; Kelurahan Cipinang sembilan KK atau 36 jiwa; dan Kelurahan Klender ada 51 KK atau 239 jiwa,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/244787126\/lonjakan-migrasi-pencari-kerja-menuju-jakarta-pentingnya-antisipasi-pengangguran-dan-wilayah-kumuh\">Baca: Lonjakan migrasi pencari kerja picu kawasan kumuh di Jakarta<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Peletakan batu pertama (groundbreaking) septic tank komunal terintegrasi teknologi tepat guna biogas &amp; septic tank skala rumah tangga dilakukan di Rusunami Bidara Cina, Jakarta Timur, Senin (28\/7). Program&nbsp;septic tank komunal ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menuntaskan permasalahan buang air besar sembarangan (BABS), terutama di wilayah padat penduduk. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":7274,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[9,10,2353],"class_list":["post-7273","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-jakarta","tag-kota","tag-septic-tank-komunal"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7273","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7273"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7273\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7274"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7273"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7273"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7273"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}