{"id":7302,"date":"2026-07-30T01:09:26","date_gmt":"2026-07-30T01:09:26","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=7302"},"modified":"2026-07-30T01:09:26","modified_gmt":"2026-07-30T01:09:26","slug":"unrwa-warga-gaza-kelaparan-karena-kondisi-yang-disengaja-israel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=7302","title":{"rendered":"UNRWA: Warga Gaza Kelaparan Karena Kondisi yang Disengaja Israel"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan bahwa kelaparan massal di Jalur Gaza &#8220;dibuat dan disengaja.&#8221;<\/p>\n<p>Dalam pernyataan yang dirilis Jumat (25\/7\/2025) UNRWA mengatakan bahwa mekanisme distribusi bantuan yang didukung Israel dan AS, yang dikenal sebagai &#8220;Yayasan Kemanusiaan Gaza,&#8221; atau GHF, dibentuk untuk memuluskan &#8220;tujuan militer dan politik.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Kelaparan massal yang disengaja dan terencana. Hari ini, lebih banyak anak meninggal, tubuh mereka kurus kering karena kelaparan,&#8221; demikian pernyataan tersebut.<\/p>\n<p>Mereka menekankan bahwa &#8220;sistem distribusi (GHF) yang cacat tersebut tidak dirancang untuk mengatasi krisis kemanusiaan.&#8221;<\/p>\n<p>UNRWA menekankan bahwa sistem itu &#8220;melayani tujuan militer dan politik. Sistem ini kejam karena lebih banyak merenggut nyawa daripada menyelamatkan nyawa.&#8221;<\/p>\n<p>Badan tersebut menjelaskan bahwa di bawah sistem tersebut, Israel mengendalikan &#8220;semua aspek akses kemanusiaan, baik di luar maupun di dalam Gaza.&#8221;<\/p>\n<p>Sejak 27 Mei, Tel Aviv mulai melaksanakan rencana penyaluran bantuan melalui &#8220;Yayasan Kemanusiaan Gaza,&#8221; sebuah mekanisme yang didukung oleh Israel dan AS tetapi ditolak oleh PBB dan organisasi-organisasi kemanusiaan besar.<\/p>\n<p>UNRWA mencatat bahwa selama gencatan senjata sebelumnya pada 2025, yang dimulai pada Januari dan kemudian tidak diimplementasikan oleh Israel pada Maret, mereka &#8220;membalikkan kelaparan yang semakin dalam.&#8221;<\/p>\n<p>Badan tersebut menambahkan bahwa &#8220;Saat ini, UNRWA sendiri memiliki 6.000 truk bantuan makanan dan medis yang tertahan di Mesir dan Yordania.&#8221;<\/p>\n<p>UNRWA telah berulang kali menyerukan pengaktifan kembali mekanisme distribusi bantuan yang diawasi PBB untuk membantu meringankan krisis kelaparan di Gaza.<\/p>\n<p>Sejak 2 Maret, Israel sudah tidak melaksanakan gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran tahanan dengan Hamas serta menutup perlintasan Gaza, sehingga ratusan truk bantuan terdampar di perbatasan.<\/p>\n<p>Israel menolak seruan internasional untuk melaksanakan gencatan senjata dan terus melancarkan serangan brutal di Gaza sejak akhir 2023, sehingga menewaskan lebih dari 59.600 warga Palestina.<\/p>\n<p>Kematian akibat kelaparan melonjak dalam beberapa hari terakhir akibat blokade yang telah berlangsung selama berbulan-bulan dan buruknya distribusi bantuan yang dilakukan oleh lembaga bantuan GHF yang kontroversial.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk PM Israel Benjamin Netanyahu dan mantan menteri pertahanannya Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.<\/p>\n<p>Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di daerah kantong tersebut.<\/p>\n<p>Sumber: Antaranews.com\/Anadolu<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan bahwa kelaparan massal di Jalur Gaza &#8220;dibuat dan disengaja.&#8221; Dalam pernyataan yang dirilis Jumat (25\/7\/2025) UNRWA mengatakan bahwa mekanisme distribusi bantuan yang didukung Israel dan AS, yang dikenal sebagai &#8220;Yayasan Kemanusiaan Gaza,&#8221; atau GHF, dibentuk untuk memuluskan &#8220;tujuan militer dan politik.&#8221; &#8220;Kelaparan massal yang disengaja dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":7303,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1296,2168],"class_list":["post-7302","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-kelaparan","tag-unrwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7302","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7302"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7302\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7303"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7302"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7302"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7302"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}