{"id":7442,"date":"2026-07-30T01:09:57","date_gmt":"2026-07-30T01:09:57","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=7442"},"modified":"2026-07-30T01:09:57","modified_gmt":"2026-07-30T01:09:57","slug":"unep-luncurkan-proyek-penelitian-soal-emisi-metana-dari-tambang-batu-bara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=7442","title":{"rendered":"UNEP Luncurkan Proyek Penelitian Soal Emisi Metana dari Tambang Batu Bara"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Observatorium Emisi Metana Internasional (IMEO) yang digagas Program Lingkungan PBB (UNEP), pada Rabu (16\/7\/2025) meluncurkan proyek penelitian baru yang bertujuan untuk meningkatkan akurasi data emisi metana dari tambang batu bara.<\/p>\n<p>Penelitian yang didukung pemerintah&nbsp;Australia ini akan menjadi yang pertama di dunia untuk melacak emisi dan memandu upaya mitigasi di seluruh sektor batu bara dan baja.<\/p>\n<p>Menggunakan simulasi tambang batu bara terbuka, di mana batu bara digali dari permukaan, para ilmuwan akan mengevaluasi kemampuan teknologi pengukuran inovatif &mdash; mulai dari sensor berbasis darat hingga pesawat dan satelit.<\/p>\n<p>Sebagai sumber utama emisi metana, tambang batu bara menghadirkan peluang iklim yang signifikan &mdash; terutama bagi industri baja, yang menggunakan batu bara metalurgi sebagai sumber bahan bakar.<\/p>\n<p>Tahun lalu, sektor batu bara melepaskan sekitar 40 juta ton metana di seluruh dunia, menjadikannya penghasil emisi metana terbesar kedua di sektor energi.<\/p>\n<p>Namun, secara global, emisi dari tambang batu bara masih kurang termonitor dan dilaporkan, dan emisi dari tambang batu bara terbuka sangat sulit diukur.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/246076850\/greenpeace-kritisi-ruptl-2025-2034-karena-masih-bergantung-pada-bahan-bakar-fosil\">Baca: RUPTL 2025-2034 masih bergantung pada bahan bakar fosil<\/a><\/p>\n<p>Temuan studi ini akan meningkatkan pemantauan metana dan menginformasikan pengembangan kerangka kerja regulasi dan strategi untuk mengurangi emisi metana, yang merupakan penyebab sekitar sepertiga pemanasan global saat ini.<\/p>\n<p>&ldquo;Data yang akurat dan andal sangat penting untuk menemukan peluang mitigasi dan melacak kemajuan,&rdquo; kata Martin Krause, Direktur Divisi Perubahan Iklim UNEP.<\/p>\n<p>Dia menambahkan, &ldquo;Dengan menilai perangkat mana yang paling sesuai untuk mengukur emisi metana di lingkungan pertambangan khusus ini, kami akan memastikan bahwa kami memiliki informasi yang tepat untuk memanfaatkan peluang iklim yang mudah ini.&rdquo;<\/p>\n<p>Pemerintah Australia menjanjikan pendanaan baru sebesar 5,5 juta dolar Australia (~USD 3,2 juta) kepada IMEO UNEP untuk melakukan studi ini. Kontribusi ini sejalan dengan tujuan Australia untuk membangun industri energi bersih baru melalui agenda Future Made in Australia.<\/p>\n<p>Dekarbonisasi logam merupakan prioritas bagi Australia, baik karena potensinya untuk mengurangi emisi global secara signifikan maupun karena peluang ekonomi bagi Australia.<\/p>\n<p>Metana dari batu bara metalurgi menambah sekitar seperempat jejak iklim baja tanur sembur &mdash;mayoritas baja&mdash; tetapi dapat dimitigasi dengan harga sekitar satu persen dari harga baja. Ini merupakan peluang besar yang belum dimanfaatkan untuk aksi iklim yang cepat.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245386825\/transisi-menuju-energi-bersih-dan-pensiun-dini-13-pltu-batubara-di-indonesia\">Baca: Pensiun dini 13 PLTU batu bara di Indonesia<\/a><\/p>\n<p>Emisi metana harus dikurangi setidaknya 30 persen pada tahun 2030 agar batas kenaikan suhu Bumi di bawah 1,5 derajat Celsius tetap tercapai.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, inilah target yang ditetapkan oleh Global Methane Pledge, yang menyatukan lebih dari 155 negara, termasuk Australia, untuk mempercepat pengurangan emisi metana dan menghindari dampak terburuk perubahan iklim.<\/p>\n<p>Tambang batu bara terbuka adalah jenis tambang batu bara yang paling umum di Australia, tempat eksperimen penting ini akan dilakukan, dan merupakan sumber utama emisi dalam rantai pasokan baja.<\/p>\n<p>Dengan data berkualitas lebih tinggi, pemerintah dan industri dapat lebih memahami emisi rantai pasokan sektor baja dan mengembangkan strategi untuk memitigasinya.<\/p>\n<p>Secara global, sebagian besar pelaporan bergantung pada faktor emisi generik, yang seringkali gagal menangkap beragam emisi yang berasal dari tambang batu bara terbuka. Namun, sains dan teknologi baru memungkinkan data yang lebih mudah ditindaklanjuti.<\/p>\n<p>Menteri Perubahan Iklim dan Energi Australia, Chris Bowen, menegaskan bahwa Australia berkomitmen untuk memastikan bahwa sistem inventaris nasional kelas dunianya terus menggunakan teknologi dan metode terbaik yang tersedia.<\/p>\n<p>&#8220;Kami senang dapat memberikan kontribusi ini untuk membantu semua negara lebih memahami dan mengelola emisi metana fugitive dari tambang batu bara terbuka,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245642119\/dua-studi-global-ungkap-suhu-bumi-lampaui-ambang-batas-pemanasan-global-15c\">Baca: Studi global ungkap kenaikan suhu Bumi lampaui ambang batas 1,5&deg;C<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Observatorium Emisi Metana Internasional (IMEO) yang digagas Program Lingkungan PBB (UNEP), pada Rabu (16\/7\/2025) meluncurkan proyek penelitian baru yang bertujuan untuk meningkatkan akurasi data emisi metana dari tambang batu bara. Penelitian yang didukung pemerintah&nbsp;Australia ini akan menjadi yang pertama di dunia untuk melacak emisi dan memandu upaya mitigasi di seluruh sektor batu bara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":7443,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[137,198,17,12],"class_list":["post-7442","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-batu-bara","tag-emisi","tag-lingkungan","tag-metana"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7442","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7442"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7442\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7443"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7442"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7442"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7442"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}