{"id":7448,"date":"2026-07-30T01:09:57","date_gmt":"2026-07-30T01:09:57","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=7448"},"modified":"2026-07-30T01:09:57","modified_gmt":"2026-07-30T01:09:57","slug":"berita-terpopuler-pekan-ini-dari-hutan-adat-yang-rusak-hingga-penggusuran-di-kek-mandalika","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=7448","title":{"rendered":"Berita Terpopuler Pekan Ini: Dari Hutan Adat yang Rusak hingga Penggusuran di KEK Mandalika"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Artikel mengenai kondisi hutan adat yang dikembalikan PT Toba Pulp Lestari menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia.<\/p>\n<p>Artikel ini menjadi berita terpopuler bersama sejumlah artikel terkait penggusuran ratusan pedagang di pantai Tanjung Aan, KEK Mandalika Nusa Tenggara Barat.<\/p>\n<p>Selain itu artikel mengenai pro kontra revisi Kitab Undang-undang Hukum Acara Pinada (KUHAP) juga masuk dalam daftar berita terpopuler pekan ini.<\/p>\n<p>Berikut lima berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia:<\/p>\n<p><strong>1. PT Toba Pulp Lestari kembalikan hutan adat dalam kondisi rusak<\/strong><br \/>Pada 2016 silam, pemerintah mengembalikan 2.600 hektare hutan adat kepada masyarakat adat Pandumaan-Sipituhuta di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.<\/p>\n<p>Hutan adat tersebut sebelumnya diklaim oleh perusahaan bubur kertas, PT Toba Pulp Lestari (TPL).<\/p>\n<p>Namun, hutan adat yang dikembalikan negara sudah rusak, sehingga masyarakat tidak bisa lagi bergantung kepada rimba seperti dahulu.<\/p>\n<p>Riset yang penulis lakukan pada 2019 di desa Pandumaan-Sipituhuta menunjukkan, penjarahan yang sebelumnya dilakukan PT Toba Pulp Lestari telah menghancurkan area hutan yang menjadi daerah tangkapan air.<\/p>\n<p>Baca artikel selengkapnya <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246296767\/pt-toba-pulp-lestari-kembalikan-hutan-adat-dalam-kondisi-rusak-masyarakat-adat-masih-menanggung-beban\">di sini<\/a><\/p>\n<p><strong>2. 16 Perempuan pahlawan nasional<\/strong><br \/>&ldquo;Sejauh mana perjuangan Kartini mampu mempengaruhi pola pikir perempuan saat itu, sehingga mendorong gerakan kesetaraan di masa penjajahan tersebut?&ldquo; demikian pertanyaan yang terlontar<\/p>\n<p>Pelontar pertanyaan beralasan, meski jauh ke depan, pemikiran Kartini hanya dituangkan dalam surat-suratnya kepada JH Abendanon dan tidak dipublikasikan secara luas.<\/p>\n<p>Sementara, di luar Jawa ada banyak perempuan yang ikut mengangkat senjata melawan penjajah Belanda.<\/p>\n<p>Baca artikel selengkapnya <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosok\/244561169\/16-perempuan-yang-diangkat-menjadi-pahlawan-nasional-tak-hanya-kartini-dan-ada-sejumlah-panglima-perang\">di sini<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><strong>3. KPPII kecam penggusuran di Pantai Tanjung Aan, KEK Mandalika<\/strong><br \/>Pada Selasa (15\/07\/2025) terjadi penggusuran terhadap warung-warung warga di Pantai Tanjung Aan yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).<\/p>\n<p>Dalam keterangan tertulis yang diterima 7cloud.asia, sebelum penggusuran dilakukan siang ini, aparat menggelar dengan apel dan senam pagi di lokasi yang diikuti oleh personel PT ITDC, Vanguard (organisasi keamanan swasta), Kepolisian dan TNI.<\/p>\n<p>Sebelumnya, PT. ITDC mendatangi dan memaksa warga untuk menandatangani surat pernyataan &ldquo;siap digusur&rdquo; atau membawa surat dan menjemput warga untuk dibawa ke Kantor ITDC untuk menandatangani surat pernyataan serupa.<\/p>\n<p>Baca artikel selengkapnya <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/246301889\/kecam-penggusuran-di-pantai-tanjung-aan-kppii-hentikan-pemiskinan-dan-penggusuran-warga-kek-mandalika\">di sini<\/a><\/p>\n<p><strong>4. Ribuan orang terancam kehilangan pekerjaan akibat penggusuran di KEK Mandalika<\/strong><br \/>Ribuan orang terancam kehilangan sumber mata pencaharian, akibat penggusuran di Pantai Tanjung Aan, Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Mandalika, Nusa Tenggara Barat pada Selasa (15\/7\/2025) pagi waktu setempat.<\/p>\n<p>Warga setempat, Harry Sandy Ame mengatakan ribuan orang ini awalnya bekerja sebagai tukang parkir, pemilik dan karyawan warung\/kafe, pedagang asongan, menyewakan perahu\/papan surfing dan instruktur surfing.<\/p>\n<p>Dari data yang ada, tercatat ada 186 Warung di sepanjang pesisir pantai Tanjung Aan. Di mana setiap warung mempekerjakan dua hingga puluhan orang.<\/p>\n<p>Baca artikel selengkapnya <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/246302534\/ribuan-orang-terancam-kehilangan-mata-pancaharian-akibat-penggusuran-di-pantai-tanjung-aan-mandalika\">di sini<\/a><\/p>\n<p><strong>5. Revisi KUHAP mengancam perlindungan lingkungan<\/strong><br \/>Draf Rancangan KUHAP yang saat ini sedang dibahas Komisi III DPR tidak hanya mengancam para pencari keadilan tetapi juga untuk pejuang dan perjuangan untuk melindungi lingkungan hidup.<\/p>\n<p>Peneliti Indonesian Centre for Environmental Law (ICEL), Marsya Handayani menyoroti empat hal terkait pelindungan lingkungan yang terdampak melalui revisi KUHAP yang ditargetkan selesai dalam waktu dekat.<\/p>\n<p>Empat hal itu adalah pelaku korporasi yang tidak jelas, kewenangan penyidik lingkungan yang dibatasi, korban masyarakat adat yang selalu terpinggirkan, hingga masyarakat yang rentan dikriminalisasi akibat melaksanakan haknya untuk berpartisipasi.<\/p>\n<p>Baca artikel selengkapnya <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246311406\/revisi-kuhap-dinilai-mengancam-pelindungan-lingkungan-dan-masyarakat-adat\">di sini<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Artikel mengenai kondisi hutan adat yang dikembalikan PT Toba Pulp Lestari menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia. Artikel ini menjadi berita terpopuler bersama sejumlah artikel terkait penggusuran ratusan pedagang di pantai Tanjung Aan, KEK Mandalika Nusa Tenggara Barat. Selain itu artikel mengenai pro kontra revisi Kitab [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":7449,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[35,1926],"class_list":["post-7448","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-berita-terpopuler","tag-pt-toba-pulp-lestari"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7448","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7448"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7448\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7449"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7448"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7448"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7448"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}