{"id":753,"date":"2026-07-30T00:23:46","date_gmt":"2026-07-30T00:23:46","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=753"},"modified":"2026-07-30T00:23:46","modified_gmt":"2026-07-30T00:23:46","slug":"bmkg-warning-puncak-kemarau-agustus-el-nino-ancam-indonesia-hingga-2027","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=753","title":{"rendered":"BMKG Warning: Puncak Kemarau Agustus, El Nino Ancam Indonesia hingga 2027"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;&nbsp;<\/strong>Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan puncak musim kemarau 2026 akan terjadi pada Agustus dan diperparah dengan fenomena El Nino yang diperkirakan bertahan hingga awal 2027.<\/p>\n<p>Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu (10\/06\/2026) menjelaskan kemarau yang terjadi kali ini berpotensi lebih kering serta lebih panjang dibanding kondisi normal.<\/p>\n<p>Selanjutnya dia mengungkapkan puncak kemarau pada Agustus diprediksi terjadi di 369 Zona Musim (ZOM) atau hampir separuh wilayah Indonesia. Wilayah terdampak meliputi sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga Papua.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/247408075\/wmo-peringatkan-el-nino-bisa-memicu-kekeringan-di-indonesia\">Baca: El Nino Bisa Memicu Kekeringan di Indonesia<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Wilayah yang diprediksi mengalami puncak kemarau pada Juli 2026 meliputi sebagian Sumatra, sebagian kecil Kalimantan dan Jawa, Nusa Tenggara Timur bagian selatan, Sulawesi Barat bagian utara, Sulawesi Tengah bagian barat, sebagian kecil Maluku, Papua Barat Daya bagian selatan, Papua Barat bagian Tengah, dan Papua bagian timur,&rdquo; jelas Faisal.<\/p>\n<p>BMKG mencatat hingga akhir Mei 2026, sebanyak 200 ZOM telah memasuki musim kemarau. Jumlah tersebut akan terus bertambah pada Juni dan Juli seiring meluasnya wilayah yang mengalami penurunan curah hujan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/247370814\/mengenal-godzilla-el-nino-fenomena-yang-melanda-indonesia-mulai-april-2026\">Baca: Mengenal Godzilla El Nino yang Landa Indonesia<\/a><\/p>\n<p>Sementara itu, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan kemarau tahun ini diprediksi lebih ekstrem karena dipengaruhi El Nino. BMKG memperkirakan peluang El Nino kategori moderat mencapai 98 persen dan kategori kuat sebesar 62 persen.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, gangguan pasokan air, penurunan produksi pertanian, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).<\/p>\n<p>BMKG meminta pemerintah daerah tidak menunggu kondisi memburuk. Sektor pangan diminta menyesuaikan pola tanam dan memilih varietas yang lebih tahan kekeringan.<\/p>\n<p>Sementara sektor sumber daya air didorong memperkuat cadangan air melalui revitalisasi waduk dan perbaikan jaringan distribusi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/247405080\/cuaca-makin-terik-wmo-prediksi-dunia-memasuki-era-panas-ekstrem\">Baca: WMO Prediksi Dunia Masuki Era Panas Ekstrem<\/a><\/p>\n<p>Selain itu, pemerintah daerah juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi penurunan kualitas udara yang dapat memicu kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama di wilayah rawan karhutla.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">BMKG menyatakan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat langkah mitigasi, termasuk pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara situasional.<\/p>\n<p>&#8220;Pembaruan prediksi iklim ini diharapkan menjadi dasar penyusunan langkah antisipasi dan strategi adaptasi di daerah,&#8221; ujar Faisal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan puncak musim kemarau 2026 akan terjadi pada Agustus dan diperparah dengan fenomena El Nino yang diperkirakan bertahan hingga awal 2027. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu (10\/06\/2026) menjelaskan kemarau yang terjadi kali ini berpotensi lebih kering serta lebih panjang dibanding kondisi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":754,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[8,50,68,49],"class_list":["post-753","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-bmkg","tag-cuaca","tag-el-nino","tag-kemarau"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/753","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=753"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/753\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/754"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=753"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=753"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=753"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}