{"id":7575,"date":"2026-07-30T01:10:33","date_gmt":"2026-07-30T01:10:33","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=7575"},"modified":"2026-07-30T01:10:33","modified_gmt":"2026-07-30T01:10:33","slug":"mengapa-gelombang-panas-semakin-mematikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=7575","title":{"rendered":"Mengapa Gelombang Panas Semakin Mematikan?"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Gelombang panas yang mulai melanda Eropa pada akhir Juni dan berlanjut hingga Juli, membawa suhu di atas 40&deg;C di beberapa negara dan memecahkan rekor suhu di Spanyol dan Portugal, dengan suhu tertinggi mencapai 46&deg;C.<\/p>\n<p>Cuaca yang terik ini mendorong pembatasan jadwal kerja di luar ruangan di Italia, penutupan lebih dari 1.300 sekolah dan beberapa reaktor nuklir di Prancis, serta terjadinya kebakaran hutan di Mediterania.<\/p>\n<p>Peningkatan suhu panas ekstrem ini disebut sebagai akibat langsung dari pemanasan global, yang didorong oleh gas rumah kaca yang memerangkap panas di atmosfer.<\/p>\n<p>Hal ini meningkatkan suhu permukaan Bumi, yang menyebabkan gelombang panas yang lebih panjang dan lebih panas di belahan bumi utara.<\/p>\n<p>Bulan lalu tercatat sebagai bulan Juni terpanas kelima di Eropa, meskipun sebagian besar Eropa barat dan tengah mengalami suhu udara yang lebih hangat dari rata-rata.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/internasional\/246279227\/gelombang-panas-yang-dipicu-perubahan-iklim-sebabkan-2300-kematian-di-eropa\">Baca: Gelombang panas memicu ribuan kematian di Eropa<\/a><\/p>\n<p>Menurut Layanan Perubahan Iklim Copernicus Uni Eropa, Eropa Barat secara keseluruhan mencatat Juni terhangat yang pernah tercatat, dengan suhu rata-rata 20,49&deg;C, atau 2,81&deg;C lebih tinggi dari rata-rata periode 1991&ndash;2020.<\/p>\n<p>Kehangatan luar biasa juga terjadi di Laut Mediterania, yang mencapai rekor suhu 27&deg;C pada bulan Juni, 3,7&deg;C lebih tinggi dari rata-rata jangka panjang.<\/p>\n<p><strong>&lsquo;Pembunuh Senyap&rsquo;<\/strong><br \/>Gelombang panas, terutama yang berlangsung lama sangat berbahaya bagi manusia karena mengganggu proses fisiologis yang seharusnya menjaga tubuh tetap dingin.<\/p>\n<p>Sekitar 1.500 dari sekitar 2.300 kematian akibat panas pada bulan Juli dikaitkan dengan perubahan iklim, yang mengakibatkan gelombang panas yang lebih parah di seluruh benua Eropa.<\/p>\n<p>Tekanan pada tubuh manusia akibat panas mencegah aktivitas sehari-hari yang normal dan kemampuan tubuh untuk mendinginkan diri dengan baik. Area yang umumnya lebih lembap juga dapat membahayakan nyawa.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245143097\/suhu-bumi-semakin-panas-dan-dampaknya-semakin-nyata-dunia-diminta-kurangi-penggunaan-bbm\">Baca: Suhu Bumi makin panas dan dampaknya semakin nyata<\/a><\/p>\n<p>Keringat membantu tubuh kita mendinginkan diri, tetapi kelembapan mengubah cara keringat menguap dari tubuh.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Ketidakmampuan untuk mendinginkan diri membahayakan kesehatan manusia, dan dapat menyebabkan peningkatan komplikasi kardiovaskular dan pernapasan, dehidrasi, sengatan panas, tekanan darah tinggi, dan kurang tidur.<\/p>\n<p>Beberapa kondisi kesehatan&nbsp;ini dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani.<\/p>\n<p>Meskipun tidak ada yang benar-benar kebal terhadap panas ekstrem, faktor-faktor seperti usia dan kondisi kesehatan, serta variabel paparan termasuk pekerjaan dan keadaan sosial ekonomi, dapat meningkatkan kerentanan seseorang.<\/p>\n<p>Studi menunjukkan bahwa perempuan &ndash; terutama ibu hamil, anak-anak, dan lansia &ndash; sangat berisiko mengalami gejala parah terkait udara&nbsp;panas.<\/p>\n<p>Gelombang panas bulan lalu secara tidak proporsional memengaruhi kategori rentan ini, menurut studi Atribusi Cuaca Dunia, dengan penduduk berusia 65 tahun ke atas mencapai sekitar 88 persen dari kematian berlebih.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245067403\/langkah-mitigasi-dan-adaptasi-terhadap-pemanasan-global-sebesar-2c\">Baca: Mitigasi dan adaptasi terhadap pemanasan global sebesar 2&deg;C<\/a><\/p>\n<p>Gelombang panas membunuh hampir setengah juta orang setiap tahun di seluruh dunia, menjadikannya peristiwa cuaca ekstrem paling mematikan.<\/p>\n<p>Panas sering disebut sebagai &#8220;pembunuh diam-diam&#8221;, karena pemantauan akurat kematian terkait panas merupakan tantangan dan banyak negara masih kekurangan sistem pencatatan yang memadai.<\/p>\n<p>Akibatnya, jumlah kematian terkait panas yang terdokumentasi seringkali jauh lebih rendah daripada jumlah sebenarnya.<\/p>\n<p>&#8220;Meskipun beberapa kematian telah dilaporkan di Spanyol, Prancis, dan Italia, ribuan orang lainnya diperkirakan meninggal akibat suhu yang sangat tinggi dan kematian mereka tidak akan tercatat sebagai kematian terkait panas,&#8221; kata Malcolm Mistry, Asisten Profesor di <em>London School of Hygiene &amp; Tropical Medicine<\/em> dan salah satu penulis studi ini.<\/p>\n<p>&ldquo;Kebanyakan orang yang meninggal akibat gelombang panas meninggal di rumah atau di rumah sakit karena tubuh mereka kewalahan dan menyerah pada kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya,&rdquo; tambahnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245065877\/dampak-pemanasan-global-sebesar-2c-pada-kehidupan-manusia\">Baca: Dampak pemanasan global pada kehidupan manusia<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Gelombang panas yang mulai melanda Eropa pada akhir Juni dan berlanjut hingga Juli, membawa suhu di atas 40&deg;C di beberapa negara dan memecahkan rekor suhu di Spanyol dan Portugal, dengan suhu tertinggi mencapai 46&deg;C. Cuaca yang terik ini mendorong pembatasan jadwal kerja di luar ruangan di Italia, penutupan lebih dari 1.300 sekolah dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":7576,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[198,79,78],"class_list":["post-7575","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-emisi","tag-eropa","tag-gelombang-panas"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7575","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7575"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7575\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7576"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7575"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7575"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7575"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}