{"id":7712,"date":"2026-07-30T01:11:16","date_gmt":"2026-07-30T01:11:16","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=7712"},"modified":"2026-07-30T01:11:16","modified_gmt":"2026-07-30T01:11:16","slug":"ditjen-cipta-karya-gandeng-gbci-untuk-percepat-implementasi-bangunan-hijau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=7712","title":{"rendered":"Ditjen Cipta Karya Gandeng GBCI untuk Percepat Implementasi Bangunan Hijau"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Transformasi sektor bangunan menuju bangunan hijau menjadi bagian penting upaya Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca.<\/p>\n<p>Untuk itu, <em>Green Building Council Indonesia<\/em> (GBCI) dan Direktorat Jenderal Cipta Karya (Ditjen Cipta Karya), Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) resmi menjalin kerja sama strategis dalam pemenuhan target penurunan emisi karbon bangunan gedung seperti yang digaruskan dalam Nationally Determined Contribution (NDC).<\/p>\n<p>Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani oleh Ketua Umum GBCI, Ignesjz Kemalawarta dan Direktur Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PU, Dian Irawati.<\/p>\n<p>Penandatanganan MoU berlangsung dalam acara Seminar Pemahaman Regulasi Peraturan Menteri PUPR No. 21 Tahun 2021 tentang Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau, Rabu (2\/7\/2025) di Tangerang Selatan, Banten.<\/p>\n<p>Kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari sektor pemerintah, swasta, akademisi, hingga masyarakat sipil untuk memahami arah kebijakan dan implementasi teknis Bangunan Gedung Hijau (BGH).<\/p>\n<p>&ldquo;Pembangunan rendah karbon tidak cukup dengan regulasi, perlu dukungan semua pihak agar bangunan di Indonesia benar-benar ramah lingkungan dan efisien,&rdquo; ujar Ignesjz Kemalawarta<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246233947\/menurunkan-emisi-gas-rumah-kaca-melalui-prinsip-bangunan-hijau\">Baca: Prinsip bangunan hijau menurunkan emisi gas rumah kaca<\/a><\/p>\n<p>Ignesjz percaya, kerja sama ini akan mempercepat langkah konkret menuju bangunan yang sehat, hemat energi, dan berkontribusi menurunkan emisi gas rumah kaca.<\/p>\n<p>Ditjen Cipta Karya dan GBCI sepakat dalam penyelarasan antara sistem penilaian kinerja yang dikeluarkan oleh KemenPU dan rating tools GBCI dalam mendorong pembangunan rendah karbon.<\/p>\n<p>Selain itu, kerja sama ini mencakup penguatan kapasitas tenaga ahli di bidang BGH agar semakin banyak sumber daya profesional yang mampu mendampingi pengembangan proyek bangunan berkelanjutan di seluruh Indonesia.<\/p>\n<p>Kerja sama ini juga mencakup kolaborasi dalam pemenuhan target penurunan emisi karbon sektor bangunan sesuai komitmen Indonesia dalam NDC. Penandatanganan MoU ini menjadi tonggak penting bagi upaya bersama mencapai target iklim nasional.<\/p>\n<p>&ldquo;Upaya mencapai target NDC di sektor bangunan bukan hal mudah. Tapi dengan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat, kita bisa menciptakan bangunan yang tidak hanya hemat energi, tapi juga memberikan kualitas hidup yang lebih baik,&rdquo; jelas Dian Irawati,<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa penerapan Bangunan Gedung Hijau berperan strategis dalam menurunkan emisi gas rumah kaca, sekaligus memberi manfaat langsung bagi masyarakat, seperti penghematan energi dan air, kualitas udara dalam ruang yang lebih baik, dan potensi insentif dari pemerintah daerah.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245968320\/menjadikan-bangunan-hijau-sebagai-solusi-nyata-untuk-kota-yang-berkelanjutan\">Baca: Prinsip bangunan hijau jadi alternatif solusi bagi kota yang berkelanjutan<\/a><\/p>\n<p>Namun semua itu hanya dapat dicapai melalui komitmen bersama, konsistensi implementasi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.<\/p>\n<p>Dilansir Kompas.com, berdasarkan data tahun 2022, tercatat ada 105 gedung di Indonesia yang sudah mengantongi sertifikat Greenship.<\/p>\n<p>Sedangkan untuk Jakarta, tercatat ada 60 gedung di Indonesia yang mendapat sertifikat bangunan hijau atau memenuhi kriteria greenship dari Green Building Council Indonesia (GBCI).<\/p>\n<p>Gedung-gedung ini mencakup bangunan rendah (low rise), sedang (mid rise), dan tinggi (high rise).<\/p>\n<p>Dari ke-60 gedung yang telah mendapat sertifikat bangunan hijau, hanya 22 gedung yang mencetak rating platinum alias skor greenship tertinggi, 35 gedung mendapat rating gold, dan tiga gedung dengan rating silver.<\/p>\n<p><em>Greenship<\/em> merupakan produk sistem rating yang dikeluarkan oleh organisasi non-profit GBCI.<\/p>\n<p>International and Government Relations Directors GBCI Tiyok Prasetyo Adi menuturkan, sistem ini dipersiapkan dan disusun dengan mempertimbangkan kondisi, karakter alam serta peraturan dan standar yang berlaku di Indonesia.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245850551\/unep-emisi-dari-sektor-konstruksi-untuk-pertama-kalinya-berhenti-meningkat-sejak-2020\">Baca: Emisi dari sektor konstruksi berhasil ditekan<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Transformasi sektor bangunan menuju bangunan hijau menjadi bagian penting upaya Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca. Untuk itu, Green Building Council Indonesia (GBCI) dan Direktorat Jenderal Cipta Karya (Ditjen Cipta Karya), Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) resmi menjalin kerja sama strategis dalam pemenuhan target penurunan emisi karbon bangunan gedung seperti yang digaruskan dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":7713,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2461,501],"class_list":["post-7712","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-bangunan-hijau","tag-emisi-gas-rumah-kaca"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7712","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7712"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7712\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7713"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7712"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7712"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7712"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}