{"id":7747,"date":"2026-07-30T01:11:24","date_gmt":"2026-07-30T01:11:24","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=7747"},"modified":"2026-07-30T01:11:24","modified_gmt":"2026-07-30T01:11:24","slug":"iesr-pulau-timor-dan-sumbawa-berpotensi-penuhi-kebutuhan-listriknya-dari-energi-terbarukan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=7747","title":{"rendered":"IESR: Pulau Timor dan Sumbawa Berpotensi Penuhi Kebutuhan Listriknya dari Energi Terbarukan"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Hasil penelitian yang dilakukan <em>Institute for Essential Service Reform<\/em> (IESR) menunjukkan bahwa Pulau Timor, Sumbawa, dan Sulawesi dapat memenuhi 100 persen kebutuhan listriknya dari energi terbarukan.<\/p>\n<p>Direktur Eksekutif IESR, Fabby Tumiwa dalam peluncuran hasil studi &ldquo;Pulau Berbasis 100 persen Energi Terbarukan dan Fleksibilitas pada Sistem Tenaga Listrik&rdquo; pada Senin (30\/6\/2025), di Jakarta, mengemukakan bahwa pengembangan energi terbarukan berbasis pulau merupakan langkah strategis.<\/p>\n<p>Hal ini tak lepas dari faktor efisiensi biaya dibandingkan dengan pembangunan jaringan transmisi bawah laut yang bisa menelan biaya tiga hingga lima kali lebih mahal daripada kabel darat.<\/p>\n<p>Menurut itungan IESR, kebutuhan investasi untuk mewujudkan pembangkit listrik di Pulau Timor dan Pulau Sumbawa mencapai 5,21 miliar dolar atau sekitar Rp85 triliun hingga 2050.<\/p>\n<p>Sedangkan biaya pembangunan jaringan transmisi bawah laut mencapai 2 juta hingga 3 juta dolar per kilometer.<\/p>\n<p>&ldquo;Tidak hanya itu, pemanfaatan energi terbarukan di pulau-pulau juga mampu mengurangi risiko logistik dan krisis energi akibat ketergantungan pada pengiriman BBM ke pulau-pulau terpencil,&rdquo; kata Fabby, dikutip dari siaran pers, Minggu (6\/7\/2025).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/246228643\/investasi-energi-terbarukan-di-indonesia-masih-hadapi-kendala\">Baca: Investasi energi terbarukan di Indonesia masih hadapi kendala<\/a><\/p>\n<p>Studi yang sama mengungkap bahwa Pulau Sumbawa mempunyai total potensi energi terbarukan sebesar 10,21 GW, dengan potensi terbesar adalah energi surya (8,64 GW).<\/p>\n<p>Untuk memenuhi kebutuhan energi di Pulau Sumbawa dengan 100 persen energi terbarukan, IESR mendorong penerapan dua strategi berikut yakni strategi jangka pendek (2025&ndash;2035) dan strategi jangka panjang (2036&ndash;2050)<\/p>\n<p>Strategi jangka pendek dengan mengganti proyek pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar fosil yang sedang dalam perencanaan dengan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan.<\/p>\n<p>Kemudian untuk strategi jangka panjang (2036&ndash;2050) melalui fokus utama adalah mengurangi secara bertahap pembangkit listrik fosil dengan strategi penggantian bahan bakar ke hidrogen dan ammonia hijau.<\/p>\n<p>Sementara itu, Pulau Timor mempunyai potensi energi sebesar 30,81 gigawatt&nbsp;(GW), dengan energi surya dengan potensi terbesar (20,72 GW).<\/p>\n<p>Pulau Timor juga dapat mencapai 100 persen energi terbarukan pada 2050, dengan penggantian proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) untuk jangka pendek (2025&ndash;2035).<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245883941\/komitmen-pemerintah-penting-dalam-mewujudkan-pembangkit-mikro-dari-energi-terbarukan\">Baca: Mewujudkan pembangkit mikro dari energi terbarukan<\/a><\/p>\n<p>Untuk strategi jangka panjang (2036&ndash;2050), Pulau Timor dapat melakukan penghapusan total pembangkit fosil pada 2050, termasuk pensiun dini PLTU Timor sebagai opsi paling ekonomis.<\/p>\n<p>Pengganti utamanya adalah PLTS skala besar dengan penyimpan daya. Pada 2050, sistem Timor akan menghasilkan listrik dari energi surya (82 persen), mini hidro (9 persen), angin (6 persen), dan biomassa (3 persen).<\/p>\n<p>Kajian ini merekomendasikan sejumlah langkah untuk mewujudkan pulau dengan 100 persen energi terbarukan.<\/p>\n<p>Pertama, mempercepat transisi energi dengan menyiapkan mekanisme pembiayaan dan kerangka hukum untuk percepatan pensiun dini PLTU batu bara.<\/p>\n<p>Kedua, meningkatkan fleksibilitas sistem kelistrikan dengan memungkinkan pengoperasian PLTU secara lebih fleksibel serta berinvestasi dalam pengembangan teknologi penyimpanan energi berdurasi panjang.<\/p>\n<p>Kemudian ketiga, mendukung pengembangan teknologi penyimpanan energi dan infrastruktur jaringan listrik sehingga mampu mengakomodasi penetrasi energi terbarukan yang lebih tinggi.<\/p>\n<p>Keempat, mereformasi proses perencanaan dan pengadaan energi, termasuk dengan menyederhanakan proses pengadaan energi terbarukan, mengintegrasikan peta jalan hidrogen hijau ke dalam perencanaan energi daerah, serta mendorong implementasi proyek percontohan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245878951\/transisi-energi-terbarukan-pembangkit-listrik-mikro-lebih-berkelanjutan\">Baca: Transisi energi terbarukan dengan kembangkan pembangkit listrik mikro<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Hasil penelitian yang dilakukan Institute for Essential Service Reform (IESR) menunjukkan bahwa Pulau Timor, Sumbawa, dan Sulawesi dapat memenuhi 100 persen kebutuhan listriknya dari energi terbarukan. Direktur Eksekutif IESR, Fabby Tumiwa dalam peluncuran hasil studi &ldquo;Pulau Berbasis 100 persen Energi Terbarukan dan Fleksibilitas pada Sistem Tenaga Listrik&rdquo; pada Senin (30\/6\/2025), di Jakarta, mengemukakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":7748,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[572,2470],"class_list":["post-7747","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-energi-terbarukan","tag-iesr"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7747","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7747"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7747\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7748"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7747"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7747"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7747"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}