{"id":7794,"date":"2026-07-30T01:11:37","date_gmt":"2026-07-30T01:11:37","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=7794"},"modified":"2026-07-30T01:11:37","modified_gmt":"2026-07-30T01:11:37","slug":"komisi-x-dpr-minta-fadli-zon-tunda-penulisan-ulang-sejarah-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=7794","title":{"rendered":"Komisi X DPR Minta Fadli Zon Tunda Penulisan Ulang Sejarah Nasional"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Ketua DPR Puan Maharani meminta penulisan ulang sejarah yang dikomandoi Menteri Kebudayaan Fadli Zon dilakukan secara jelas tanpa merugikan pihak mana pun.<\/p>\n<p>&#8220;Kita harus sama-sama menghargai dan menghormati bahwa penulisan sejarah itu harus dilaksanakan sejelas-jelasnya, seterang-terangnya, tanpa ada pihak yang merasa dirugikan atau dihilangkan jejak sejarahnya,&#8221; ujar Puan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3\/7\/2025).<\/p>\n<p>Puan meminta Fadli Zon tidak menghilangkan jejak sejarah dalam proyek tersebut. Dia juga meminta Fadli Zon saling menghormati dalam penulisan sejarah ulang tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi, saling menghormatilah terkait dengan hal itu. Ya saling menghormati dan menghargai,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Komisi X DPR telah meminta Fadli Zon menunda penulisan ulang sejarah Indonesia. Hal itu disampaikan saat rapat kerja di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2\/7\/2025).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/246210094\/pdi-perjuangan-minta-penulisan-ulang-sejarah-yang-dilakukan-kemenbud-dihentikan\">Baca: PDI Perjuangan minta setop penulisan ulang sejarah<\/a><\/p>\n<p>Anggota Komisi X DPR, Ledia Hanifa Amaliah meminta Kementerian Kebudayaan tidak terburu-buru menyelesaikan proyek penulisan ulang sejarah nasional Indonesia.<\/p>\n<p>Dia menyarankan dua pendekatan alternatif, yaitu menunda peluncuran hingga Agustus tahun depan jika ingin ditulis secara menyeluruh, atau memilih pendekatan bertahap dengan menyusun buku-buku tematik.<\/p>\n<p>&#8220;Saya menyarankan supaya kalau memang mau ditulisnya secara keseluruhan, kita tunda. Mungkin masih bisa sampai Agustus tahun depan, supaya lebih matang,&#8221; ujar Politisi PKS ini.<\/p>\n<p>Salah satu contoh tema yang diusulkan adalah sejarah perempuan Indonesia, yang menurut Ledia belum banyak mendapat tempat dalam narasi sejarah yang selama ini beredar.<\/p>\n<p>Ia menilai pendekatan tematik akan memungkinkan penerbitan lebih cepat untuk bagian-bagian tertentu tanpa harus menunggu rampungnya keseluruhan buku sejarah.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sorotan\/246141884\/penulisan-ulang-sejarah-indonesia-dan-narasi-fadli-zon-upaya-culas-untuk-memutihkan-dosa-orde-baru\">Baca: Penulisan ulang sejarah dinilai sebagai upaya culas untuk putihkan dosa Orde Baru<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Kalau tematik, maka dia mungkin tidak akan terlalu banyak, tidak terlalu besar, dan bisa lebih awal dikeluarkan sebagai bagian dari rangkaian peluncuran buku sejarah Indonesia,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Pemerintah berencana meluncurkan buku sejarah nasional versi terbaru pada peringatan 80 tahun kemerdekaan Indonesia, yaitu tanggal 17 Agustus 2025.<\/p>\n<p>Rencananya, buku ini akan diterbitkan dalam 10 jilid dan akan menjadi acuan utama dalam pendidikan sejarah di semua jenjang.<\/p>\n<p>Pemerintah menilai Penulisan ulang sejarah nasional ini bertujuan untuk menyesuaikan dengan temuan baru dari para ahli dan arkeolog, serta untuk memberikan narasi sejarah yang lebih komprehensif dan relevan.<\/p>\n<p>Proyek penulisan ulang ini melibatkan 113 penulis, 20 editor jilid, dan 3 editor umum dari berbagai disiplin ilmu, termasuk sejarawan, arkeolog, dan ahli humaniora.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Ketua DPR Puan Maharani meminta penulisan ulang sejarah yang dikomandoi Menteri Kebudayaan Fadli Zon dilakukan secara jelas tanpa merugikan pihak mana pun. &#8220;Kita harus sama-sama menghargai dan menghormati bahwa penulisan sejarah itu harus dilaksanakan sejelas-jelasnya, seterang-terangnya, tanpa ada pihak yang merasa dirugikan atau dihilangkan jejak sejarahnya,&#8221; ujar Puan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":7795,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2482],"class_list":["post-7794","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-penulisan-ulang-sejarah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7794","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7794"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7794\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7795"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7794"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7794"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7794"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}