{"id":785,"date":"2026-07-30T00:23:53","date_gmt":"2026-07-30T00:23:53","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=785"},"modified":"2026-07-30T00:23:53","modified_gmt":"2026-07-30T00:23:53","slug":"hari-lingkungan-hidup-sedunia-pemuda-adat-papua-deklarasikan-aksi-iklim-dari-kampung-ke-kampung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=785","title":{"rendered":"Hari Lingkungan Hidup Sedunia: Pemuda Adat Papua Deklarasikan Aksi Iklim Dari Kampung ke Kampung"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemuda Adat dari Domberai menyerukan aksi nyata untuk menyelamatkan kawasan hutan hujan tropis di Tanah Papua.<\/p>\n<p>Mereka mendeklarasikan&nbsp;gerakan &ldquo;Aksi Iklim Dari Kampung untuk Kampung&rdquo; sebagai sebuah manifesto perlawanan dan solidaritas secara horizontal yang lahir dari akar rumput.&nbsp;<\/p>\n<p>Gerakan ini memaknai ulang narasi iklim global yang selama ini didominasi oleh negara diruang-ruang konferensi internasional. Aksi Iklim Dari Kampung Ke Kampung adalah tindakan, eksistensi dan keterhubungan manusia dengan lingkungan.<\/p>\n<p>Aksi Iklim Dari Kampung untuk Kampung menegaskan bahwa benteng pertahanan iklim terbaik tidak datang dari kebijakan top-down, melainkan dari peroganisiran antar-komunitas.<\/p>\n<p>Aksi Iklim Dari Kampung untuk Kampung adalah bentuk dari kerja pengorganisiran sekutu dan pembangunan solidaritas lintas wilayah.<\/p>\n<p>Di mana satu kampung dan satu wilayah saling menguatkan dengan bertukar strategi advokasi, memetakan wilayah adat secara mandiri dan menyebarkan api kesadaran bahwa perlindungan satu kampung di pesisir berkaitan erat dengan perawatan hutan di kampung.<\/p>\n<p>Aksi Iklim Dari Kampung untuk Kampung adalah upaya perlawanan untuk bertahan dan menunjukkan eksistensi sebagai Masyarakat Adat, pemuda atau perempuan yang bertahan dan melawan di kampung.<\/p>\n<p>Fokus gerakan ini adalah untuk menyatakan bahwa keadilan iklim hanya dapat tercapai lewat pengakuan pada keberadaan Masyarakat adat, utamanya pada pengakuan pengetahuan tradisional yang telah ada jauh sebelum sains modern,.<\/p>\n<p>Gerakan ini menolak upaya mitigasi iklim yang ditawarkan untuk menyingkirkan keberadaan Masyarakat Adat dari wilayah kehidupannya. Sementara hutan dan komunitas adat menghadapi ancaman yang terus-menerus.<\/p>\n<p>Dalam pernyataannya kepada media, Pemuda Adat menegaskan sebagai pewaris pengetahuan leluhur dan pelindung sistem kehidupan yang menopang bukan hanya masyarakat kami, tetapi seluruh makhluk hidup di planet ini.<\/p>\n<p>&#8220;Sejak tahun 1972, tanggal 5 Juni diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia tiap tahunnya.&nbsp;Artinya, kita punya waktu setiap tahun untuk refleksi bagaimana kita memperlakukan lingkungan sekitar dan dampak aktivitas kita terhadap planet Bumi, dan yang terpenting apa aksi yang perlu kita lakukan untuk merawat Bumi,&#8221;&nbsp;demikian&nbsp;pemuda&nbsp;adat&nbsp;Papua&nbsp;dalam&nbsp;pernyataannya<strong>.<\/strong><\/p>\n<p>Selama bertahun-tahun, aktivitas manusia, industri dan teknologi terus berkembang dan digunakan sedemikian rupa sehingga menyebabkan kerusakan yang besar terhadap lingkungan.<\/p>\n<p>Bahkan faktanya, polusi udara, hilangnya keanekaragaman hayati, punahnya berbagai macam spesies, dan yang paling besar, yaitu krisis iklim yang kita hadapi saat ini merupakan akibat dari keserakahan manusia atas gaya hidupnya yang tidak berkelanjutan.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Bumi menyediakan sumber daya alam luar biasa yang sayangnya kita gunakan dan eksploitasi secara tidak terkendali.<\/p>\n<p>Aksi Iklim Dari Kampung untuk Kampung yang diikuti lebih dari puluhan perwakilan anak muda masyarakat adat, berkumpul untuk peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada pada 5 Juni 2026.<\/p>\n<p>Dalam&nbsp;aksi&nbsp;ini&nbsp;pemuda&nbsp;adat&nbsp;dari Kepala Burung, Pulau Papua (Malamoi) kawasan hutan tropis di Tanah Papua, menuntut penghentian praktik deforestasi, ekspansi industri bahan bakar fosil, pertambangan, dan aktivitas merusak lainnya di wilayah adat.<\/p>\n<p>&#8220;Kami berbicara hari ini dalam satu suara Bagi Masyarakat adat, krisis iklim bukan sekedar angka kenaikan suhu global atau target net-zero emission, melainkan realitas sehari-hari tentang hilangnya ruang hidup, rusaknya sumber pangan, dan ancaman terhadap identitas budaya,&#8221;&nbsp;tambahnya.<\/p>\n<p>Aksi penyelamatan lingkungan ini menjadi krusial untuk dilakukan di Tanah Papua karena kepungan krisis ekologis yang berlapis. Aksi Iklim berbasis kampung menjadi sangat mendesak karena Papua dipaksa menanggung beban dari kontradiksi ekonomi dan iklim global.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemuda Adat dari Domberai menyerukan aksi nyata untuk menyelamatkan kawasan hutan hujan tropis di Tanah Papua. Mereka mendeklarasikan&nbsp;gerakan &ldquo;Aksi Iklim Dari Kampung untuk Kampung&rdquo; sebagai sebuah manifesto perlawanan dan solidaritas secara horizontal yang lahir dari akar rumput.&nbsp; Gerakan ini memaknai ulang narasi iklim global yang selama ini didominasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":786,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[385],"class_list":["post-785","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-aksi-iklim-dari-kampung-untuk-kampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/785","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=785"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/785\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/786"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=785"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=785"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=785"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}