{"id":7851,"date":"2026-07-30T01:11:52","date_gmt":"2026-07-30T01:11:52","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=7851"},"modified":"2026-07-30T01:11:52","modified_gmt":"2026-07-30T01:11:52","slug":"adian-napitupulu-pertanyakan-aturan-potongan-tarif-ojek-online-yang-berubah-ubah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=7851","title":{"rendered":"Adian Napitupulu Pertanyakan Aturan Potongan Tarif Ojek Online yang Berubah-ubah"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Anggota Komisi V DPR RI Adian Napitupulu menyoroti soal peraturan terkait potongan tarif (fee) ojek online (ojol) oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang kerap berubah-ubah.<\/p>\n<p>Mengutip adagium dalam filsafat hukum, ia menekankan kewibawaan sebuah keputusan terletak pada argumen yang melandasinya, bukan pada siapa yang mengeluarkan.<\/p>\n<p>&#8220;Wibawa sebuah keputusan tidak lahir karena siapa yang membuatnya, tapi dasar-dasar pertimbangan apa yang membuat keputusan itu dilahirkan,&rdquo; ungkap Adian dalam Rapat Kerja Komisi V DPR dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Komplek DPR, Jakarta, Senin (30\/6\/2025).<\/p>\n<p>Hal tersebut disampaikan Adian&nbsp;Napitupulu&nbsp;sebagai landasan kritik terhadap serangkaian Peraturan Menteri (Permen) yang mengatur potongan tarif ojek online.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/246057332\/dengarkan-aspirasi-pengemudi-ojek-online-komisi-v-dpr-soroti-biaya-berlapis\">Baca: Komisi V DPR soroti biaya berlapis yang dikenakan pada pengemudi ojek online<\/a><\/p>\n<p>Politisi PDI Perjuangan ini menyoroti Permen 667 yang menetapkan potongan 15 persen, yang kemudian diubah lagi dalam kurun waktu dua bulan menjadi Permen 1001 dengan angka 15 persen plus 5 persen (total 20 persen).<\/p>\n<p>Ia menambahkan, dalam satu tahun, terjadi empat kali perubahan potongan tarif ojek online dengan persentase yang bervariasi (mulai dari) 20 persen, 20 persen, 15 persen, dan kembali 20 persen.<\/p>\n<p>&#8220;Saya mau tahu kementerian sendiri, apa pertimbangannya 15 persen plus 5 persen,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Ia juga membandingkan keberanian Walikota Balikpapan yang menurunkan potongan menjadi 15 persen, serta kebijakan Gojek di Singapura yang hanya 10 persen.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/246039063\/dpr-demonstrasi-pengemudi-ojek-online-sebagai-perlawanan-terhadap-sistem-kemitraan-yang-menindas\">Baca: Perlawanan pengemudi ojek online terhadap sistem kemitraan yang menindas<\/a><\/p>\n<p>Sebab itu, secara terbuka, ia mengajak Kementerian Perhubungan untuk berdebat sekaligus memaparkan data serta pertimbangan di balik angka 15 persen plus 5 persen dalam Permen 1001.<\/p>\n<p>&#8220;Bisa enggak kita perdebatkan pertimbangan Bapak, pertimbangan Kementerian terkait 15 persen plus 5 itu? Kita sama-sama buka datanya di sini. Apa yang membuat kalian bikin Permen 1001 itu 15 plus 5, kenapa tidak pakai 15 seperti 667? Harusnya ada pertimbangannya dong,&#8221; desaknya.<\/p>\n<p>Adian turut menegaskan bahwa masyarakat perlu mendengar pertimbangan konkret di balik setiap keputusan, bukan sekadar mengetahui bahwa keputusan tersebut dikeluarkan oleh kementerian.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&#8220;Jadi yang perlu kita dengar bukan ini dikeluarkan oleh kementerian, tapi ini lho pertimbangannya, ayo kita paparkan pertimbangannya,&#8221; tutup mantan aktivis LMND ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Anggota Komisi V DPR RI Adian Napitupulu menyoroti soal peraturan terkait potongan tarif (fee) ojek online (ojol) oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang kerap berubah-ubah. Mengutip adagium dalam filsafat hukum, ia menekankan kewibawaan sebuah keputusan terletak pada argumen yang melandasinya, bukan pada siapa yang mengeluarkan. &#8220;Wibawa sebuah keputusan tidak lahir karena siapa yang membuatnya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":7852,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2490,153,2491],"class_list":["post-7851","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-adian-napitulupu","tag-ojek-online","tag-potongan-tarif"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7851","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7851"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7851\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7852"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7851"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7851"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7851"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}