{"id":7877,"date":"2026-07-30T01:11:56","date_gmt":"2026-07-30T01:11:56","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=7877"},"modified":"2026-07-30T01:11:56","modified_gmt":"2026-07-30T01:11:56","slug":"bmkg-udara-dingin-di-jakarta-dan-sejumlah-daerah-di-jawa-akan-berlangsung-hingga-juli","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=7877","title":{"rendered":"BMKG: Udara Dingin di Jakarta dan Sejumlah Daerah di Jawa Akan Berlangsung Hingga Juli"},"content":{"rendered":"<p><strong>&nbsp; <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Sejumlah warga Jakarta dan sekitarnya mengeluhkan udara dingin dalam beberapa hari terakhir. Suhu di Jakarta dalam beberapa&nbsp;hari terakhir tercatat&nbsp;berada di kisaran 25 hingga 27 derajat Celsius pada pagi dan malam hari.<\/p>\n<p>Udara dingin ini sebenarnya sering terjadi di bulan Juni-Juli atau saat musim kemarau mulai melanda. Lantas, apa penyebab udara dingin yang melanda sejumlah wilayah Jakarta dan sekitarnya?<\/p>\n<p>BMKG menyebut fenomena udara dingin yang umum terjadi di musim kemarau ini sebagai fenomena Bediding.<\/p>\n<p>&#8220;Fenomena udara dingin ini di daerah Jawa dikenal sebagai Bediding. Fenomena bediding dalam konteks klimatologi merupakan hal normal karena memang proses fisisnya berkaitan dengan kondisi atmosfer saat musim kemarau,&#8221; tulis BMKG di lamannya.<\/p>\n<p>Pada musim kemarau, kata BMKG, jarang terjadi hujan dan tutupan awan berkurang. Hal ini menyebabkan panas permukaan bumi akibat radiasi matahari lebih cepat dan lebih banyak yang dilepaskan kembali ke atmosfer berupa radiasi balik gelombang panjang.<\/p>\n<p>Kemudian, curah hujan yang kurang juga menyebabkan kelembapan udara juga rendah yang berarti uap air di dekat permukaan bumi juga sedikit.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244866707\/musim-kemarau-tapi-udara-terasa-dingin-ini-penyebabnya\">Baca: Penyebab udara terasa dingin saat musim kemarau<\/a><\/p>\n<p>Bersamaan dengan kondisi langit yang cenderung bersih dari awan, maka panas radiasi balik gelombang panjang ini langsung dilepaskan ke atmosfer luar.<\/p>\n<p>Hal tersebut membuat udara dekat permukaan terasa lebih dingin, terutama pada malam hingga pagi hari.<\/p>\n<p>&#8220;Kondisi ini umum terjadi pada wilayah Indonesia dekat khatulistiwa hingga bagian utara. Pada wilayah ini, meski pagi hari cenderung lebih dingin namun pada siang hari udara akan terasa lebih panas,&#8221; jelas BMKG.<\/p>\n<p>Guswanto, Deputi Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap bahwa fenomena udara dingin di Jakarta dan sekitarnya disebabkan oleh beberapa faktor.<\/p>\n<p>Salah satu penyebab udara dingin dalam beberapa waktu terakhir adalah Angin Monsun Australia. Menurut dia angin ini bertiup dari Benua Australia menuju Asia melewati Wilayah Indonesia dan perairan Samudera Hindia.<\/p>\n<p>Musim dingin yang kini terjadi di Australia mengakibatkan pergerakan udara ini memiliki suhu permukaan laut relatif lebih rendah, sehingga menyebabkan suhu udara terasa lebih dingin.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244875184\/tak-hanya-pada-manusia-fenomena-bediding-juga-berdampak-pada-pertanian-dan-peternakan\">Baca: Fenomena bediding juga berdampak pada pertanian dan peternakan<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Angin ini bersifat kering dan sedikit membawa uap air, sehingga pada malam hari suhu mencapai titik minimumnya dan udara terasa lebih dingin,&#8221; jelas Guswanto dikuti CNN Indonesia, Senin (30\/6\/2025).<\/p>\n<p>Faktor lain yang membuat udara dingin adalah badai tropis di wilayah utara Indonesia atau sebelah timur Filipina yang menyebabkan aliran udara dari Benua Australia ke Asia semakin menguat.<\/p>\n<p>Hal ini membuat wilayah Jawa bagian barat menerima uap air yang cukup tinggi dan mengalami suhu yang lebih dingin.<\/p>\n<p>&#8220;BMKG memprakirakan bahwa suhu dingin ini akan terus terjadi hingga menjelang akhir Juli, dengan suhu di Jakarta dan sekitarnya mencapai 25-27 derajat Celcius pada pagi hingga siang hari, dan turun menjadi 25 derajat Celcius pada malam hari,&#8221; ujar Guswanto.<\/p>\n<p>Fenomena ini disebut cukup terasa pada bulan Juli di mana pada periode tersebut angin timuran atau monsun Australia yang kering mengalir melewati wilayah-wilayah tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Pada bulan Juli juga merupakan puncak musim dingin Australia sehingga udara dinginnya mengintrusi masuk wilayah Jawa Bagian Selatan hingga Bali, Nusa&nbsp;Tenggara&nbsp;Timur dan&nbsp;Nusa Tenggara&nbsp;Barat,&#8221;&nbsp;demikian&nbsp;penjelasan&nbsp;BMKG.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/kesehatan\/244871522\/fenomena-bediding-ini-dampaknya-bagi-kesehatan\">Baca: Dampak fenomena bediding pada kesehatan<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; 7cloud.asia &#8211; Sejumlah warga Jakarta dan sekitarnya mengeluhkan udara dingin dalam beberapa hari terakhir. Suhu di Jakarta dalam beberapa&nbsp;hari terakhir tercatat&nbsp;berada di kisaran 25 hingga 27 derajat Celsius pada pagi dan malam hari. Udara dingin ini sebenarnya sering terjadi di bulan Juni-Juli atau saat musim kemarau mulai melanda. Lantas, apa penyebab udara dingin yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":7878,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2352,2463],"class_list":["post-7877","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-bediding","tag-udara-dingin"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7877","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7877"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7877\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7878"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7877"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7877"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7877"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}