{"id":8045,"date":"2026-07-30T01:12:39","date_gmt":"2026-07-30T01:12:39","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=8045"},"modified":"2026-07-30T01:12:39","modified_gmt":"2026-07-30T01:12:39","slug":"bmkg-pastikan-awal-musim-kemarau-2025-mundur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=8045","title":{"rendered":"BMKG Pastikan Awal Musim Kemarau 2025 Mundur"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>ruangkota &#8211;&nbsp;<\/strong>Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan awal musim kemarau tahun 2025 mundur. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya kondisi curah hujan yang diatas normal.<\/p>\n<p>Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan selama periode April hingga Mei 2025, kondisi curah hujan lebih tinggi dari biasanya. Padahal seharusnya masa tersebut telah memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.<\/p>\n<p>Hingga awal Juni 2025, baru sekitar 19 persen zona musim di Indonesia yang telah memasuki musim kemarau. Artinya, sebagian besar wilayah di Indonesia hingga saat ini masih berada dalam kategori musim hujan.<\/p>\n<p>Menurut Dwikorita, sebenarnya BMKG telah memprediksi melalui prakiraan iklim bulanan yang dirilis pada Maret 2025.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245980286\/cuaca-panas-kemudian-hujan-lebat-ini-penjelasan-bmkg\">Baca: Cuaca panas kemudian hujan lebat, mengapa?<\/a><\/p>\n<p>Dalam prediksi tersebut, BMKG mengantisipasi adanya peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia bagian selatan, seperti Sumatera bagian selatan, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.<\/p>\n<p>Peningkatan curah hujan ini menyebabkan wilayah-wilayah tersebut belum dapat bertransisi sepenuhnya ke musim kemarau sebagaimana biasanya.<\/p>\n<p>&ldquo;Prediksi musim dan bulanan yang kami rilis sejak Maret lalu menunjukkan adanya anomali curah hujan yang diatas normal di wilayah-wilayah tersebut, dan ini menjadi dasar utama dalam memprediksi mundurnya musim kemarau tahun ini,&rdquo; ungkap Dwikorita dalam rilis persnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245930137\/bmkg-prediksi-musim-kemarau-2025-lebih-pendek-ini-penyebabnya\">Baca: BMKG ungkap penyebab musim kemarau 2025 lebih pendek<\/a><\/p>\n<p>Selanjutnya dia menjelaskan berdasarkan analisis BMKG terhadap data curah hujan di seluruh Indonesia pada Dasarian I (sepuluh hari pertama) Juni 2025, sifat hujan di berbagai wilayah mulai menunjukkan tanda-tanda pergeseran menuju kondisi kemarau.<\/p>\n<p>Sebanyak 72 persen wilayah berada dalam kategori Normal, 23 persen dalam kategori Bawah Normal (lebih kering dari biasanya) dan hanya sekitar 5 persen wilayah yang masih mengalami curah hujan Atas Normal.<\/p>\n<p>Wilayah Sumatera dan Kalimanta justru telah mengalami beberapa dasarian berturut-turut dengan curah hujan yang lebih rendah dari normal, sehingga indikasi awal musim kemarau lebih cepat terlihat di wilayah tersebut dibanding wilayah selatan Indonesia.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245952778\/wilayah-riau-paling-sering-dilanda-kebakaran-bmkg-ungkap-penyebabnya\">Baca: Riau kerap dilanda kebakaran hutan dan lahan, mengapa?<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Pada bulan April hingga Mei lalu, beberapa wilayah di Indonesia bagian selatan memang mengalami kondisi curah hujan Atas Normal, termasuk Sumatera Selatan, Jawa, Bali, NTB, NTT, sebagian kecil Kalimantan, sebagian wilayah Sulawesi, dan Papua bagian selatan.<\/p>\n<p>Hal ini menunjukkan bahwa transisi musim kemarau tidak berlangsung seragam di seluruh Indonesia.<\/p>\n<p>BMKG memperkirakan bahwa kondisi curah hujan dengan kategori Atas Normal masih akan berlanjut di sebagian wilayah hingga bulan Oktober 2025.<\/p>\n<p>Karena itu BMKG menyatakan bahwa musim kemarau tahun 2025 cenderung akan memiliki durasi yang lebih pendek dibandingkan dengan normalnya dengan sifat hujan diatas normal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ruangkota &#8211;&nbsp;Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan awal musim kemarau tahun 2025 mundur. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya kondisi curah hujan yang diatas normal. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan selama periode April hingga Mei 2025, kondisi curah hujan lebih tinggi dari biasanya. Padahal seharusnya masa tersebut telah memasuki masa peralihan dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":8046,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[8,1610,49],"class_list":["post-8045","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-bmkg","tag-iklim","tag-kemarau"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8045","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8045"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8045\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8046"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8045"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8045"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8045"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}