{"id":8074,"date":"2026-07-30T01:12:47","date_gmt":"2026-07-30T01:12:47","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=8074"},"modified":"2026-07-30T01:12:47","modified_gmt":"2026-07-30T01:12:47","slug":"kandungan-nutrisi-ikan-salmon-budi-daya-turun-drastis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=8074","title":{"rendered":"Kandungan Nutrisi Ikan Salmon Budi Daya Turun Drastis"},"content":{"rendered":"<p> <!--img1--> <\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Ikan salmon hasil budidaya telah menjadi salah satu komoditas bisnis pangan yang paling menggiurkan di dunia. Hal tersebut karena manfaat kesehatannya.<\/p>\n<p>Sudah lama diketahui bahwa minyak ikan pada salmon mengandung asam lemak omega-3 kompleks yang berkhasiat untuk perkembangan otak, kesehatan mental, dan kognisi.<\/p>\n<p>Asam lemak omega-3 salmon bersumber dari makanan ikan itu sendiri. Untuk ikan yang dibudidayakan, makanan bersumber dari &ldquo;bahan laut&rdquo; yang terbuat dari ikan liar yang digiling seperti ikan teri dan produk sampingan ikan sebagai pengganti tepung ikan dan minyak ikan.<\/p>\n<p>Namun, pada kenyataannya pasokan omega-3 global sangat terbatas, baik yang bersumber dari hasil laut budidaya maupun hasil laut alami. Banyak perikanan utama yang memasok bahan-bahan laut sudah mencapai tahap eksploitasi pada pertengahan 1990-an.<\/p>\n<p>Sejak pertumbuhan akuakultur salmon, peningkatan volume pasokan bahan-bahan laut yang terbatas telah diambil alih oleh pelaku budidaya ikan.<\/p>\n<p>Hal ini menimbulkan kekhawatiran atas keberlanjutan dan peningkatan kebutuhan biaya bahan-bahan ini.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245190559\/populasi-ikan-salmon-turun-ke-titik-terendah-akibat-pencemaran-lingkungan\">Baca: Populasi ikan salmon turun drarstis akibat pencemaran lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Degradasi yang telah terlihat sekarang adalah merosotnya proporsi minyak ikan dalam makanan ikan salmon yang dibudidayakan. Kandungan omega-3 kompleks telah digantikan oleh minyak nabati secara alamiah.<\/p>\n<p>Pada periode 2006-2015, jumlah omega-3 dalam satu porsi salmon sudah berkurang setengahnya. Ironisnya, industri salmon makin mengedepankan kandungan omega-3 sebagai nilai jual utama produknya.<\/p>\n<p>Padahal, saat ini, dibutuhkan dua porsi salmon Skotlandia hasil budidaya per minggu untuk bisa memenuhi asupan yang direkomendasikan untuk orang dewasa.<\/p>\n<p>Pelaku industri salmon harus lebih efisien, jika ingin terus berkembang dan mempertahankan target omega-3nya. Industri makanan laut juga harus berbuat lebih banyak untuk mencegah hilangnya omega-3 melalui rantai nilainya secara menyeluruh. Bagian dari upaya efisiensi ini adalah memproduksi lebih banyak minyak ikan.<\/p>\n<p>Hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan nilai produk sampingan perikanan dan akuakultur seperti sisa-sisa makanan, kulit dan kepala, sehingga lebih banyak omega-3 yang tersimpan dalam sistem pangan (dan pakan).<\/p>\n<p>Pada prakteknya, ada kesadaran besar untuk menggunakan ikan utuh. Hal ini mendorong kemajuan yang baik dalam meningkatkan penggunaan produk sampingan.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/kesehatan\/246161821\/nutrisi-yang-efektif-menghadang-memburuknya-gejala-demensia\">Baca: Daftar nutrisi yang bisa menghadang gejala demensia<\/a><\/p>\n<p>Sekarang diperkirakan bahwa sekitar setengah dari pasokan minyak ikan global bersumber dari perikanan, dan khususnya akuakultur, sumber pemrosesan.<\/p>\n<p>Namun, masih ada banyak limbah dan kesulitan logistik dalam menyimpan dan mengangkut produk sampingan makanan laut.<\/p>\n<p>Insentif industri untuk menggunakan produk sampingan sebagian besar terikat pada hukum ekonomi. Karena itu, kelangkaan minyak ikan global mendorong harga di atas US$8.000\/ton (Rp130 jutaan) pada tahun 2024.<\/p>\n<p>Bukti dari 20 tahun terakhir menunjukkan bahwa penggunaan ikan liar secara keseluruhan dalam industri salmon Eropa telah menurun (digantikan oleh bahan-bahan nabati), sementara produksi telah tumbuh beberapa kali lipat.<\/p>\n<p>Meskipun ada perbaikan dan pengurangan dalam penggunaan bahan-bahan laut alamiah, industri ini masih mendapat tekanan besar dari Lembaga Swadaya Masyarakat dan kelompok konservasi.<\/p>\n<p>Mereka khawatir tentang penggunaan ikan sebagai pakan, yang dapat merusak persepsi publik terhadap industri akuakultur.<\/p>\n<p>Untuk menilai takaran penggunaan ikan sebagai pakan dalam akuakultur, perlu menghitung rasio &ldquo;ikan masuk ikan keluar&rdquo; (Fifo) layaknya konsep yang mengukur rasio biomassa ikan yang termasuk dalam pakan ikan terhadap biomassa ikan yang akhirnya diproduksi untuk konsumsi.<\/p>\n<p>Tujuannya adalah agar lebih banyak ikan yang diproduksi untuk konsumsi manusia daripada yang digunakan sebagai pakan, dan ini akan menghasilkan Fifo kurang dari 1.<\/p>\n<p><strong>Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation dalam bahasa Inggris, Penulis: Richard Newton (Lecturer in Aquaculture, University of Stirling) dan Dave Little (Professor of Aquatic Resources Development, University of Stirling)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Ikan salmon hasil budidaya telah menjadi salah satu komoditas bisnis pangan yang paling menggiurkan di dunia. Hal tersebut karena manfaat kesehatannya. Sudah lama diketahui bahwa minyak ikan pada salmon mengandung asam lemak omega-3 kompleks yang berkhasiat untuk perkembangan otak, kesehatan mental, dan kognisi. Asam lemak omega-3 salmon bersumber dari makanan ikan itu sendiri. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":8075,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[441,2541,2542],"class_list":["post-8074","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-ikan","tag-nutrisi","tag-salmon"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8074","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8074"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8074\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8075"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8074"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8074"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8074"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}