{"id":8111,"date":"2026-07-30T01:12:56","date_gmt":"2026-07-30T01:12:56","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=8111"},"modified":"2026-07-30T01:12:56","modified_gmt":"2026-07-30T01:12:56","slug":"tanggul-sungai-tuntang-jebol-puluhan-ribu-rumah-di-demak-tergenang-banjir-selama-berhari-hari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=8111","title":{"rendered":"Tanggul Sungai Tuntang Jebol, Puluhan Ribu Rumah di Demak Tergenang Banjir Selama Berhari-hari"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan jebolnya tanggul Sungai Tuntang dapat memicu banjir berkepanjangan dan berdampak masif di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.<\/p>\n<p>Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan bencana banjir masih berdampak luas di Kabupaten Demak sejak tanggul Sungai Tuntang jebol pada 17 Mei 2025 lalu.<\/p>\n<p>&#8220;Sebanyak 37 desa di lima kecamatan terdampak langsung, dengan jumlah populasi terdampak sekitar 10.104 Kepala Keluarga (KK),&rdquo; kata dia, Kamis (19\/6\/2025) di Jakarta.<\/p>\n<p>Ia memaparkan banjir tersebut juga menimbulkan dampak kerusakan materi yang signifikan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244470335\/esdm-banjir-di-demak-tak-akan-memicu-terbentuknya-selat-muria\">Baca: Banjir di Demak tak akan memicu terbentuknya kembali Selat Muria<\/a><\/p>\n<p>Data yang diterima BNPB menyebutkan bahwa kerusakan material akibat banjir terjadi pada lebih dari 10.000 rumah warga, 39 fasilitas pendidikan terganggu, dan sekitar 730 hektare lahan pertanian tergenang air.<\/p>\n<p>&#8220;Serta fasilitas umum seperti pasar, kantor, tempat ibadah, dan akses jalan, juga ikut terdampak akibat banjir itu,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Menurut dia, sebagai bentuk respons cepat yang dilakukan tim BPBD Kabupaten Demak bersama instansi lainnya sudah melakukan penanganan darurat, termasuk penutupan tanggul, pompanisasi di titik kritis, serta pendistribusian logistik dan alat berat.<\/p>\n<p>Namun pihaknya menilai upaya percepatan pemulihan tanggul atau infrastruktur serupa lainnya dan penguatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana lanjutan harus tetap diprioritaskan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245102743\/cara-nelayan-demak-atasi-kenaikan-permukaan-laut-meninggikan-lantai-rumah-hingga-migrasi\">Baca: Cara nelayan di Demak atasi kenaikan permukaan laut<\/a><\/p>\n<p>Hal ini, kata dia, karena Demak tidak hanya berhadapan dengan bahaya banjir dari luapan aliran sungai, tetapi juga banjir pesisir atau rob, yang sampai saat ini masih terjadi khususnya di wilayah pesisir utara Jawa (Pantura).<\/p>\n<p>&#8220;Genangan air rob masih terjadi di kawasan Pantura. Banjir di sejumlah wilayah, seperti Desa Sayung dan Kalisari, kini mulai surut, dibantu pompanisasi di titik kritis sebagai bentuk respon yang dilakukan tim BPBD Demak,&#8221; kata Abdul Muhari.<\/p>\n<p>Banjir di Demak ini semakin sering terjadi beberapa tahun terakhir. Selain perubahan iklim, kondisi ini juga disebabkan masifnya pembangunan berbagai proyek pemerintah seperti kawasan industri maupun pembangunan jalan tol Semarang-Demak.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/245722091\/proyek-kawasan-industri-dan-tol-semarang-demak-persempit-ruang-tangkap-nelayan\">Baca: Kawasan industri dan pembangunan Tol Semarang-Demak persempit ruang tangkap nelayan<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan jebolnya tanggul Sungai Tuntang dapat memicu banjir berkepanjangan dan berdampak masif di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan bencana banjir masih berdampak luas di Kabupaten Demak sejak tanggul Sungai Tuntang jebol pada 17 Mei 2025 lalu. &#8220;Sebanyak 37 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":8112,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[408,837],"class_list":["post-8111","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-banjir","tag-demak"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8111","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8111"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8111\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8112"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8111"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8111"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8111"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}