{"id":8188,"date":"2026-07-30T01:13:20","date_gmt":"2026-07-30T01:13:20","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=8188"},"modified":"2026-07-30T01:13:20","modified_gmt":"2026-07-30T01:13:20","slug":"sistem-multi-syarikah-akan-dievaluasi-untuk-perbaikan-pelaksanaan-haji-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=8188","title":{"rendered":"Sistem Multi-syarikah Akan Dievaluasi untuk Perbaikan Pelaksanaan Haji 2026"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR Abdul Wachid menegaskan pentingnya evaluasi terhadap sistem multi-syarikah dalam penyelenggaraan ibadah haji 2025.<\/p>\n<p>Evaluasi terhadap sistem multi-syarikah ini menjadi bagian dari langkah perbaikan layanan jemaah haji Indonesia ke depan, khususnya dalam penyusunan kebijakan penyelenggaraan ibadah&nbsp;haji tahun 2026.<\/p>\n<p>Wachid yang juga Ketua Panja Revisi UU Penyelenggaraan Haji dan Umrah serta Wakil Ketua Komisi VIII DPR ini mengatakan, sistem multi-syarikah yang diterapkan pada&nbsp;pelaksanaan&nbsp;ibadah haji tahun ini memiliki kelebihan dan kekurangan.<\/p>\n<p>&#8220;Multi-syarikah ini memang menjadikan syarikah berlomba-lomba memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah. Tapi kalau jumlahnya sampai delapan syarikah seperti sekarang, itu justru menyulitkan,&#8221; kata Wachid kepada Parlementaria saat ditemui di Makkah, Arab Saudi, Kamis (12\/6\/2025).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/246083241\/masalah-syarikah-dan-haji-khusus-akan-dievaluasi\">Baca: Masalah syarikah dan haji khusus akan dievaluasi<\/a><\/p>\n<p>Ia menilai, jumlah syarikah yang terlalu banyak menyebabkan jemaah terpecah-pecah sehingga tidak hanya menyulitkan koordinasi logistik, tetapi juga berdampak pada komunikasi antarjemaah, terutama yang berasal dari daerah yang sama.<\/p>\n<p>&#8220;Bayangkan, satu kabupaten bisa dipegang oleh beberapa syarikat. Jemaah dari Jawa Timur saja bisa tersebar di beberapa tempat, padahal mereka hanya bisa berkomunikasi dengan bahasa Jawa. Ini menyulitkan mereka untuk saling bantu di lapangan,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p>Untuk itu, Timwas Haji DPR merekomendasikan agar ke depan jumlah syarikah dibatasi maksimal hanya tiga hingga lima perusahaan, dengan penetapan berdasarkan daerah embarkasi, bukan kabupaten.<\/p>\n<p>&#8220;Misalnya Jawa Timur cukup satu syarikat saja yang pegang. Jadi pelayanan dari hotel hingga Armuzna itu lebih terkoordinasi dan tidak terpencar,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/246007052\/haji-2025-pengelompokan-jemaah-dengan-sistem-syarikah-picu-kebingungan-di-kalangan-jemaah\">Baca: Pengelompokan jemaah dengan sistem syarikah picu kebingungan<\/a><\/p>\n<p>Wachid menambahkan, saat ini Timwas Haji DPR telah membentuk tim khusus untuk melakukan penilaian terhadap kinerja masing-masing syarikat penyelenggara haji.<\/p>\n<p>Hasil evaluasi ini akan disampaikan sebagai rekomendasi DPR kepada Kementerian Agama dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebagai bahan penyusunan kebijakan haji tahun 2026.<\/p>\n<p>&#8220;Evaluasi ini penting agar ke depan pelaksanaan haji kita makin baik, tidak mengulang persoalan yang sama tiap tahun,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Penerapan sistem multi-syarikah mulai diberlkukan pada tahun ini, dan terdapat delapan syarikah yang bertugas melayani jemaah haji Indonesia. Syarikah merupakan perusahaan Arab Saudi yang memiliki kewenangan dalam mengatur pelaksanaan ibadah haji di Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR Abdul Wachid menegaskan pentingnya evaluasi terhadap sistem multi-syarikah dalam penyelenggaraan ibadah haji 2025. Evaluasi terhadap sistem multi-syarikah ini menjadi bagian dari langkah perbaikan layanan jemaah haji Indonesia ke depan, khususnya dalam penyusunan kebijakan penyelenggaraan ibadah&nbsp;haji tahun 2026. Wachid yang juga Ketua Panja Revisi UU Penyelenggaraan Haji dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":8189,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[347,2504],"class_list":["post-8188","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-ibadah-haji","tag-syarikah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8188","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8188"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8188\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8189"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8188"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8188"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8188"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}