{"id":8204,"date":"2026-07-30T01:13:29","date_gmt":"2026-07-30T01:13:29","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=8204"},"modified":"2026-07-30T01:13:29","modified_gmt":"2026-07-30T01:13:29","slug":"dukungan-yang-bisa-dilakukan-pemerintah-untuk-mendukung-perjuangan-rakyat-palestina","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=8204","title":{"rendered":"Dukungan yang Bisa Dilakukan Pemerintah untuk Mendukung Perjuangan Rakyat Palestina"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Untuk bersolidaritas dengan perjuangan rakyat Palestina, pemerintah seharusnya terlibat aktif dalam melakukan boikot, divestasi, dan sanksi (Boycott, Divestment, Sanctions\/BDS) terhadap Israel.<\/p>\n<p>Indonesia bisa menekankan <em>economic statecraft<\/em>&mdash;penggunaan instrumen ekonomi seperti perdagangan dan sanksi untuk mencapai tujuan kebijakan luar negeri.<\/p>\n<p>Implementasi BDS mungkin tampak tidak rasional bagi beberapa pihak karena berpotensi menyebabkan &lsquo;bunuh diri&rsquo; ekonomi, memantik pengurangan produksi&mdash;menyebabkan PHK massal.<\/p>\n<p>Dalam momentum boikot 2023, misalnya, penjualan beberapa produk yang di-blacklist masyarakat anjlok hingga 15-20 persen.<\/p>\n<p>Namun, melalui peran pemerintah, potensi dampak buruk karena aksi BDS masih bisa dihindari, bahkan bisa memperkuat ekonomi dan industri Indonesia.<\/p>\n<p>Ada beberapa langkah dukungan yang bisa ditempuh pemerintah untuk menunjukkan dukungannya pada perjuangan rakyat Palestina<\/p>\n<p><strong>1. Insentif merek lokal<\/strong><br \/>Pemerintah bisa memberikan insentif ekonomi pada merek lokal untuk memantik minat masyarakat meninggalkan produk terafiliasi Zionisme.<\/p>\n<p>Dukungan terhadap brand lokal akan berdampak positif bagi ekonomi Indonesia karena dapat mengurangi ketergantungan terhadap investasi asing dan memicu pertumbuhan lapangan kerja.<\/p>\n<p>Untuk meredam risiko ekonomi, pemerintah juga bisa memberi jaring pengaman pada pekerja&mdash;bukan perusahaan&mdash;yang terdampak boikot.<\/p>\n<p><strong>2. Mencari negara tujuan ekspor baru<\/strong><br \/>Dari sisi perdagangan, pemerintah mesti mencari pasar baru dan mempromosikan produk-produk yang tidak lagi diekspor ke Israel.<\/p>\n<p>Untuk mengurangi impor mesin, perkakas dari logam, serta mesin elektrik dari Israel, pemerintah bisa mencari mitra dagang baru, bahkan mendorong industri dalam negeri untuk mengurangi impor.<\/p>\n<p><strong>3. Melarang investasi perusahaan pro-Israel<\/strong><br \/>Ada juga langkah-langkah economic statecraft yang lebih ekstrem melalui mekanisme pasar, proses hukum, atau kebijakan nasional yang sah&ndash;jika pemerintah betul-betul serius ingin memperjuangkan kemerdekaan Palestina.<\/p>\n<p>Kementerian Investasi, misalnya, bisa membuat daftar hitam perusahaan yang memiliki jejak pelanggaran HAM, terafiliasi Zionisme, dan terlibat penghancuran eksistensi Palestina. Perusahaan yang masuk daftar ini tak boleh berinvestasi di tanah air.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><strong>4. Melarang turis Israel ke Indonesia<\/strong><br \/>Pada periode 2019 &#8211; 2023, tercatat ada kenaikan kunjungan wisatawan Israel hingga 75 persen menjadi sekitar 1.400 orang, sebelum anjlok menjadi 350 orang pada 2024.<\/p>\n<p>Dalam memboikot hubungan dengan Israel, pemerintah juga bisa menghentikan izin masuk turis berkewarganegaraan Israel ke Indonesia.<\/p>\n<p>Sebagai gantinya, pemerintah juga harus menggencarkan promosi pariwisata agar lebih banyak turis dari negara lain berkunjung di Indonesia.<\/p>\n<p>Langkah blacklisting perusahaan maupun individu ini bukanlah hal baru. Amerika Serikat maupun Uni Eropa melakukannya ketika berhadapan dengan kasus pelanggaran HAM.<\/p>\n<p><strong>5. Pengambilalihan aset perusahaan pro-Israel<\/strong><br \/>Cara lainnya adalah pengambilalihan aset perusahaan terafiliasi Zionisme oleh BUMN maupun serikat buruh.<\/p>\n<p>Omar Barghouti&mdash;pendiri gerakan BDS&mdash;menjelaskan bahwa divestasi tidak hanya terbatas pada pencabutan modal, tetapi dapat mencakup akuisisi strategis terhadap aset perusahaan yang terlibat dalam pelanggaran HAM atau kolonialisme.<\/p>\n<p>Tujuannya untuk mengakhiri legitimasi mereka dan memutus arus pendanaan, misalnya melalui pemutusan jaringan royalti waralaba atau lisensi merek.<\/p>\n<p>Pengambilalihan tak hanya mengurangi pendapatan perusahaan tersebut, tapi menguntungkan BUMN ataupun buruh secara kolektif.<\/p>\n<p>Pengambilalihan infrastruktur produksi memberi kesempatan kita untuk transfer teknologi dan inovasi produk untuk menaikkan daya saing produk Indonesia. Yang terpenting, masyarakat tak perlu lagi memboikot.<\/p>\n<p>Ada banyak cara yang bisa ditempuh pemerintah agar sejalan dengan aspirasi masyarakatnya. Persoalannya adalah seberapa serius pemerintah memperjuangkan keberadaan Palestina sebagai negara berdaulat.<\/p>\n<p><strong>Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation, Penulis: Petrus Putut Pradhopo Wening (Dosen, International University Liaison Indonesia)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Untuk bersolidaritas dengan perjuangan rakyat Palestina, pemerintah seharusnya terlibat aktif dalam melakukan boikot, divestasi, dan sanksi (Boycott, Divestment, Sanctions\/BDS) terhadap Israel. Indonesia bisa menekankan economic statecraft&mdash;penggunaan instrumen ekonomi seperti perdagangan dan sanksi untuk mencapai tujuan kebijakan luar negeri. Implementasi BDS mungkin tampak tidak rasional bagi beberapa pihak karena berpotensi menyebabkan &lsquo;bunuh diri&rsquo; ekonomi, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":8205,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2577,510],"class_list":["post-8204","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-boikot","tag-israel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8204","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8204"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8204\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8205"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8204"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8204"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8204"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}