{"id":8224,"date":"2026-07-30T01:13:39","date_gmt":"2026-07-30T01:13:39","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=8224"},"modified":"2026-07-30T01:13:39","modified_gmt":"2026-07-30T01:13:39","slug":"kiat-membangun-rumah-yang-nyaman-lagi-hemat-energi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=8224","title":{"rendered":"Kiat Membangun Rumah yang Nyaman Lagi Hemat Energi"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti dan melambungnya harga properti, mimpi Gen Z dan kaum milenial untuk bisa punya rumah sendiri semakin jauh dari jangkauan.<\/p>\n<p>Tapi, kalau kamu masih bisa punya ruang untuk berangan-angan, kira-kira seperti apa desain rumah idamanmu?<\/p>\n<p>Bagi anak muda yang sangat peduli dengan kualitas hidup, rumah tentu bukan sekadar bangunan tinggal. Rumah juga harus nyaman dan layak huni.<\/p>\n<p>Sayangnya, di negara tropis seperti Indonesia, terutama di kota-kota metropolitan, rasanya sulit untuk punya rumah adem tanpa pendingin udara atau AC. Akibatnya, konsumsi energi tinggi, begitu pula emisi gas rumah kaca yang dihasilkan.<\/p>\n<p>Ini menjadi dilema tersendiri bagi anak muda yang ingin tinggal nyaman, tapi juga peduli dengan Bumi. Lantas, adakah cara membangun rumah nyaman tapi tetap hemat energi? Jawabannya: ada.<\/p>\n<p>Riset yang penulis lakukan menunjukkan rumah hemat energi dan bersahabat dengan alam tetap memungkinkan dibangun di kawasan tropis seperti Indonesia. Keduanya bisa dicapai tanpa mengorbankan kenyamanan penghuni.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/246041295\/kehidupan-kota-makin-sibuk-hunian-dengan-konsep-micro-living-jadi-pilihan-masyarakat-urban\">Baca: Hunian dengan konsep micro living jadi pilihan masyarakat urban<\/a><\/p>\n<p>Pengurangan energi bisa dilakukan, terutama untuk penerangan dan pendinginan, dengan memanfaatkan sumber daya alam seperti cahaya matahari dan aliran udara.<\/p>\n<p><strong>Konsep desain rumah ramah&nbsp;lingkungan<\/strong><br \/>Ada beberapa prinsip utama dalam desain rumah yang hemat energi sekaligus ramah alam, yakni:<\/p>\n<p><strong>1. Jendela untuk pencahayaan alami<\/strong><br \/>Pastikan desain rumah kamu punya banyak jendela, sehingga daylighting atau cahaya matahari di siang hari bisa masuk optimal dan mengurangi kebutuhan lampu.<\/p>\n<p>Jangan lupa menyesuaikan ukuran jendela dengan luas ruangan. Ruangan yang bentuknya lebar bisa lebih hemat energi, karena jendelanya bisa efektif menerangi seluruh ruangan.<\/p>\n<p><strong>2. Ventilasi untuk penyejuk udara<\/strong><br \/>Agar tetap segar tanpa pakai AC, pastikan rumah kamu punya banyak ventilasi. Sebaiknya ventilasi dibuat silang (depan dan belakang\/kiri dan kanan) agar angin bisa masuk dari satu sisi dan keluar dari sisi lainnya, sehingga udara bisa terus mengalir.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, penting untuk menyesuaikan posisi rumah dan jendela dengan arah angin dan pastikan kamu menyisakan sedikit lahan untuk halaman saat akan membangun rumah.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Kamu juga sebaiknya menggunakan desain ventilasi malam yang bisa mengeluarkan panas dari dalam rumah saat malam hari, agar suhu lebih sejuk keesokan paginya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/241766983\/gerakan-rumah-mungil-sedang-ngetrend-apa-manfaatnya-untuk-lingkungan\">Baca: Gerakan rumah mungil sedang ngetren<\/a><\/p>\n<p><strong>3. Pasang &lsquo;overhang&rsquo; atap<\/strong><br \/>Banyak rumah modern di iklim tropis tidak memiliki overhang atau sun-shading, sehingga sinar matahari mudah masuk dan terperangkap di dalam rumah.<\/p>\n<p>Akibatnya, suhu ruangan menjadi panas dan membuat gerah. Untuk mengatasinya, kamu bisa memasang overhang sebagai pelindung atap dari cahaya matahari langsung.<\/p>\n<p>Untuk hasil yang lebih maksimal, kamu bisa memasang kanopi atau atap tambahan di atas jendela\/pintu dan tanaman sebagai pelindung alami bangunan dari sengatan terik matahari.<\/p>\n<p><strong>4. Pilih material bangunan yang tepat<\/strong><br \/>Material dinding\/atap juga penting diperhatikan. Bahan bangunan berat seperti beton bata menyimpan panas sepanjang hari dan melepasnya di malam hari. Hal ini bisa membuat rumah panas saat malam hari.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, sebaiknya pilih material dengan kemampuan insulasi panas yang baik agar suhu dalam rumah tetap nyaman, seperti busa polimer, wol, aluminium foil, dan berbagai jenis busa.<\/p>\n<p><strong>Kebutuhan energi bisa ditekan drastis<\/strong><br \/>Dengan menerapkan prinsip-prinsip di atas, kebutuhan listrik untuk lampu dan pendingin udara bisa ditekan drastis.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/241708097\/slow-city-konsep-baru-tata-kota-yang-membahagiakan-warganya-dan-berkelanjutan\">Baca: Konsep slow city yang lebih ramah lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Kami menguji penerapan prinsip-prinsip desain yang sesuai dengan iklim lokal tropis ini di bangunan Universitas Shinawatra, Pathumthani, Thailand. Hasilnya, penghematan energi bisa mencapai 80 persen&nbsp;dibandingkan bangunan konvensional.<\/p>\n<p>Jika semua bangunan di kota-kota tropis, termasuk Indonesia menerapkan pola yang sama, tentu penghematan energi akan sangat besar.<\/p>\n<p>Prinsip <em>nature-friendly house design<\/em> atau desain rumah ramah lingkungan ini mungkin tampak sederhana, sehingga sering diabaikan. Padahal, ini penting untuk mengurangi konsumsi energi skala rumah tangga yang akumulasinya berdampak besar pada skala kota.<\/p>\n<p>Efisiensi energi kota-kota kawasan tropis seperti negara kita seharusnya dilakukan di setiap kesempatan yang ada, tanpa mengorbankan kenyamanan penghuni.<\/p>\n<p>Intinya, kalau kamu membangun atau membeli rumah, sebaiknya bukan cuma gaya-gayaan dan berfokus pada fasad (muka bangunan) atau tampak luarnya yang estetik saja.<\/p>\n<p>Hal terpenting adalah memilih material dan bentuk bangunan sesuai dengan cuaca untuk mencapai kenyamanan dengan minim energi.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><strong>Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation, Penulis: Ariva Sugandi Permana, PhD (Assistant Professor at Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, King Mongkut&#8217;s Institute of Technology Ladkrabang, Thailand)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti dan melambungnya harga properti, mimpi Gen Z dan kaum milenial untuk bisa punya rumah sendiri semakin jauh dari jangkauan. Tapi, kalau kamu masih bisa punya ruang untuk berangan-angan, kira-kira seperti apa desain rumah idamanmu? Bagi anak muda yang sangat peduli dengan kualitas hidup, rumah tentu bukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":8225,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[918,17,433],"class_list":["post-8224","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-hemat-energi","tag-lingkungan","tag-rumah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8224","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8224"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8224\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8225"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8224"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8224"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8224"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}