{"id":8226,"date":"2026-07-30T01:13:40","date_gmt":"2026-07-30T01:13:40","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=8226"},"modified":"2026-07-30T01:13:40","modified_gmt":"2026-07-30T01:13:40","slug":"sahil-jha-bersepeda-keliling-dunia-untuk-kampanyekan-pelestarian-tanah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=8226","title":{"rendered":"Sahil Jha, Bersepeda Keliling Dunia untuk Kampanyekan Pelestarian Tanah"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Namanya Sahil Jha. Aktivis muda asal India ini saat ini masih berumur 19 tahun. Namun, usia mudanya ternyata tak mengecilkan semangat Sahil Jha dalam mengampayekan perlindungan pada lingkungan khususnya tanah<\/p>\n<p>Saat ini Sahil Jha sedang bersepeda, menempuh jarak puluhan ribu kilometer melintasi 20 negara di empat benua, untuk mengampanyekan pentingnya pelestarian tanah.<\/p>\n<p>Pelestarian tanah menurut Sahil, merupakan bagian dari solusi atas krisis iklim dan ketahanan pangan global. Sayangnya, masih banyak warga dunia yang mengabaikan hal ini.<\/p>\n<p>Sahil memulai dari Australia pada 21 Maret 2025 lalu. Di akun intagramnya, Sahil menulis dirinya siap untuk memulai misi global untuk melindungi tanah dari kepunahan&nbsp;dengan meningkatkan kesadaran dan memengaruhi reformasi kebijakan.<\/p>\n<p>&ldquo;Bergabunglah dengan saya dalam tantangan epik ini untuk melindungi tanah kita dan masa depan generasi mendatang. #savesoil &#8211; Mari kita wujudkan ini,&ldquo; tulisnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242962861\/sos-sepertiga-tanah-di-planet-bumi-sudah-rusak\">Baca: Sepertiga tanah di planet Bumi sudah rusak<\/a><\/p>\n<p>Pada Juni ini, Sahil berada di Indonesia. Bali menjadi pulau pertama di Indonesia yang menjadi persinggahan Sahil sebelum melanjutkan perjalanannya ke Asia.<\/p>\n<p>Sahil Jha berkesempatan membagikan pemikirannya dalam diskusi bertajuk &ldquo;Save Soil Movement: Sahil Cycling Across Four Continents&rdquo; di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Jumat (13\/6\/2025).<\/p>\n<p>Di depan puluhan orang yang hadir Sahil Jha menyampaikan apa arti dan tujuan dari gerakan Save Soil.<\/p>\n<p>Sahil Jha juga menyampaikan bahwa tanah yang sehat adalah kunci untuk menghasilkan makanan berkualitas dan menjaga kelangsungan hidup manusia.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246057648\/pemanfaatan-mikroalga-sianobakteria-untuk-perbaiki-kesuburan-tanah-marginal\">Baca: Mikroalga sianobakteria bisa perbaiki kesuburan tanah marginal<\/a><\/p>\n<p>Ia menceritakan bahwa awalnya ia tidak tahu banyak tentang tanah. Tetapi setelah banyak membaca dan melakukan riset, ia menyadari bahwa tanah merupakan hal yang sangat penting untuk kehidupan manusia.<\/p>\n<p>&ldquo;Tanpa tanah yang sehat, tidak akan ada makanan sehat yang bisa kita ciptakan untuk para generasi berikutnya,&rdquo; ujar Sahil&nbsp;seperti&nbsp;dilansir&nbsp;di&nbsp;laman&nbsp;ugm.ac.id.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Degradasi tanah akibat konversi lahan, intensifikasi pertanian, urbanisasi, dan dampak perubahan iklim menjadi tantangan serius bagi lingkungan.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran publik serta penguatan kolaborasi lintas sektor dan institusi dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan tanah melalui gerakan kampanye penyelamatan tanah.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/kesehatan\/241815604\/pembangkit-listrik-batu-bara-ditutup-polusi-udara-menurun-dan-kesuburan-meningkat\">Baca: Kesuburan tanah meningkat setelah PLTU batu bara dipensiunkan<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Namanya Sahil Jha. Aktivis muda asal India ini saat ini masih berumur 19 tahun. Namun, usia mudanya ternyata tak mengecilkan semangat Sahil Jha dalam mengampayekan perlindungan pada lingkungan khususnya tanah Saat ini Sahil Jha sedang bersepeda, menempuh jarak puluhan ribu kilometer melintasi 20 negara di empat benua, untuk mengampanyekan pentingnya pelestarian tanah. Pelestarian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":8227,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[17,2581,735],"class_list":["post-8226","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-lingkungan","tag-sahil-jha","tag-tanah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8226","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8226"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8226\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8227"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8226"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8226"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8226"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}