{"id":8271,"date":"2026-07-30T01:13:52","date_gmt":"2026-07-30T01:13:52","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=8271"},"modified":"2026-07-30T01:13:52","modified_gmt":"2026-07-30T01:13:52","slug":"sejarah-biogeografis-membuat-pulau-sulawesi-kaya-akan-satwa-endemik-unik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=8271","title":{"rendered":"Sejarah Biogeografis Membuat Pulau Sulawesi Kaya Akan Satwa Endemik Unik"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Kepala Pusat Riset Biosistematika Evolusi BRIN, Arif Nurkanto, menjelaskan bahwa Sulawesi memiliki sejarah geologi yang unik.<\/p>\n<p>Pulau Sulawesi terbentuk dari pertemuan tiga lempeng besar, yakni Asia, Indo-Australia, dan Pasifik, yang menyebabkan tingginya tingkat endemisitas.<\/p>\n<p>&ldquo;Secara biogeografi, Sulawesi tidak pernah terhubung sepenuhnya dengan Australia atau Asia, sehingga menghasilkan spesies unik,&rdquo; ungkapnya dalam diskusi SOS#66 bertajuk Sulawesi Flying Frogs: Identity Challenges and Diversity, secara daring, Kamis (5\/6\/2025)&nbsp;seperti&nbsp;dilansir&nbsp;di&nbsp;brin.go.id.<\/p>\n<p>Penemuan terbaru menunjukkan bahwa Sulawesi memiliki angka nomor dua tertinggi dalam penemuan spesies baru di Indonesia, menandakan tingginya keanekaragaman hayati di wilayah tersebut.<\/p>\n<p>&ldquo;Meskipun penelitian mengenai katak terbang Rhacophorus telah mengungkap beberapa spesies baru dan garis keturunan yang berbeda, masih banyak keanekaragaman amfibi lainnya yang belum teridentifikasi sepenuhnya,&rdquo; ujar Arif.<\/p>\n<p>Sulawesi, dengan ekosistemnya yang unik dan kondisi geologisnya yang kompleks, berpotensi menjadi rumah bagi lebih banyak spesies amfibi endemik yang belum terdokumentasikan.<\/p>\n<p>Penelitian lebih lanjut sangat diperlukan untuk memahami pola evolusi, adaptasi, serta interaksi ekologi amfibi di wilayah Pulau Sulawesi<\/p>\n<p>&ldquo;Temuan terbaru hanya menjadi awal dari eksplorasi panjang yang akan membuka lebih banyak wawasan tentang kehidupan herpetofauna di Sulawesi dan Indonesia secara keseluruhan,&rdquo; pungkas Arif.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246126445\/tim-peneliti-brin-temukan-spesies-baru-kadal-buta-dari-pulau-buton\">Baca: Spesies baru kadal buta dari Pulau Buton<\/a><\/p>\n<p>Dilansir di laman Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam, Sulawesi adalah salah satu dari 36 wilayah dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia.<\/p>\n<p>Keanekaragaman hayati di Sulawesi sangat tinggi, dengan sebagian besar mamalia, burung, dan amfibi di Sulawesi adalah spesies endemik.<\/p>\n<p>Sulawesi memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan alam dan keanekaragaman hayati di Indonesia.<\/p>\n<p>Berikut&nbsp;sejumlah&nbsp;satwa endemik Pulau&nbsp;Sulawesi&nbsp;yang&nbsp;kami&nbsp;rangkum<strong>&nbsp;<\/strong>dari&nbsp;berbagai&nbsp;sumber:<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">1.&nbsp;Anoa: Kerbau kerdil Sulawesi yang hidup di dataran tinggi dan dataran rendah.<\/p>\n<p>2.&nbsp;Babirusa: Mamalia yang menyerupai babi hutan dengan tanduk di wajahnya.<\/p>\n<p>3.&nbsp;Burung Maleo: Burung unik yang bertelur di sempadan sungai dan menggunakan panas bumi untuk menetas.<\/p>\n<p>4.&nbsp;Monyet Hitam Sulawesi (Yaki): Monyet dengan warna hitam legam dan sering dijumpai di hutan-hutan Sulawesi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244991178\/peneliti-brin-temukan-spesies-anggrek-baru-endemik-sulawesi-diberi-nama-aerides-obyrneana\">Baca: Peneliti BRIN temukan spesies anggrek baru endemik Sulawesi<\/a><\/p>\n<p>5.&nbsp;Kuskus Beruang: Kuskus terbesar di Indonesia dengan tubuh yang berbulu lebat dan memiliki pola warna seperti beruang.<\/p>\n<p>6.&nbsp;Tarsius: Primata terkecil di dunia dengan mata yang besar dan kemampuan mendengar yang sangat tajam.<\/p>\n<p>7.&nbsp;Burung Srigunting Jambul Rambut: Burung dengan jambul seperti rambut di mahkotanya dan iris mata berwarna putih di Sulawesi.<\/p>\n<p>8.&nbsp;Musang Sulawesi: Musang yang hanya bisa ditemukan di Sulawesi dan memiliki peran penting dalam ekosistem.<\/p>\n<p>9.&nbsp;Kuskus Kerdil: Kuskus yang memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dibandingkan kuskus beruang.<\/p>\n<p>Namun keanekaragaman hayati di Sulawesi ini terancam kelestariannya karena deforestasi, perburuan liar, dan perusakan habitat menjadi ancaman utama bagi satwa Sulawesi.<\/p>\n<p>Karena itu upaya konservasi dan perlindungan satwa endemik Sulawesi sangat diperlukan untuk menjaga kelestariannya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245585225\/penambangan-nikel-berdampak-buruk-pada-lingkungan-dan-masyarakat-sulawesi\">Baca: Penambangan nikel berdampak buruk pada lingkungan di Sulawesi<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Kepala Pusat Riset Biosistematika Evolusi BRIN, Arif Nurkanto, menjelaskan bahwa Sulawesi memiliki sejarah geologi yang unik. Pulau Sulawesi terbentuk dari pertemuan tiga lempeng besar, yakni Asia, Indo-Australia, dan Pasifik, yang menyebabkan tingginya tingkat endemisitas. &ldquo;Secara biogeografi, Sulawesi tidak pernah terhubung sepenuhnya dengan Australia atau Asia, sehingga menghasilkan spesies unik,&rdquo; ungkapnya dalam diskusi SOS#66 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":8272,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2595,838],"class_list":["post-8271","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-satwa-endemik","tag-sulawesi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8271","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8271"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8271\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8272"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8271"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8271"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8271"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}