{"id":8320,"date":"2026-07-30T01:14:05","date_gmt":"2026-07-30T01:14:05","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=8320"},"modified":"2026-07-30T01:14:05","modified_gmt":"2026-07-30T01:14:05","slug":"cara-pemerintah-kota-tokyo-atasi-penurunan-muka-tanah-jadi-acuan-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=8320","title":{"rendered":"Cara Pemerintah Kota Tokyo Atasi Penurunan Muka Tanah Jadi Acuan Dunia"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Tokyo merupakan salah satu kota besar di dunia yang terancam tenggelam akibat penurunan muka tanah. Namun otoritas setempat mengambil langkah cepat untuk mengatasinya.<\/p>\n<p>Ketika menyadari wilayahnya mengalami penurunan muka tanah, &nbsp;pemerintah Kota Tokyo segera menelaah beragam solusi dan memutuskan untuk menyelesaikan akar masalah.<\/p>\n<p>Pemerintah Kota Tokyo lalu mengetatkan aturan pemompaan air tanah yang menyebabkan laju penurunan muka tanah menurun secara signifikan pada 1970-an.<\/p>\n<p>Dilansir BBC, Mereka juga membangun sistem pengelolaan air, sebuah cara yang paling efisien menghentikan laju penurunan permukaan tanah, menurut banyak peneliti.<\/p>\n<p>Kajian Universitas Tekonologi Nanyang (NTU) menunjukkan, permukaan tanah Tokyo kini jauh lebih stabil dibanding beberapa dekade lalu.<\/p>\n<p>Meski, di beberapa titik, ada area yang tenggelam dengan rata-rata dari 0,01 cm hingga 2,4 centimeter per tahun sejak 2014 sampai 2020. Titik-titik yang tenggelam adalah lahan reklamasi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/245429160\/penurunan-tanah-kenaikan-permukaan-air-laut-dan-perubahan-iklim-perburuk-banjir-rob-di-jakarta\">Baca: Penurunan muka tanah dan perubahan iklim perburuk banjir rob di Jakarta<\/a><\/p>\n<p>Bagaimana cara kerja sistem pengelolaan air di Tokyo? Mayoritas pasokan air berasal dari hutan dan sungai yang diolah melalui dua bendungan besar di sekitar Kota Tokyo.<\/p>\n<p>Air dimurnikan di 10 tempat penyulingan dan dikirim ke pusat penyediaan air. Selanjutna, pusat penyedia air mengatur volume dan tekanan air.<\/p>\n<p>Kemudian, air didistribusikan ke rumah-rumah dan gedung-gedung melalui pipa tahan gempa.<\/p>\n<p>Terlepas dari efektifnya sistem pengelolaan air Tokyo, ada keraguan sistem ini dapat diterapkan di kota-kota pesisir negara lain. Pasalnya, butuh biaya tinggi untuk pembangunan dan perawatan sistem tersebut, menurut Prof Miguel Esteban dari Universitas Waseda di Tokyo,<\/p>\n<p>Meski demikian, dia menambahkan, sejumlah kota di Asia merujuk pendekatan Tokyo sebagai model yang bisa diadopsi.<\/p>\n<p>Ibu kota Taiwan, Taipei, misalnya berhasil mengurangi ekstraksi air tanah pada 1970-an yang menyebabkan berkurangnya laju penurunan muka tanah.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245434044\/perubahan-iklim-akibatkan-permukaan-laut-ri-naik-hingga-12-sentimeter-per-tahun\">Baca: Perubahan iklim akibatkan permukaan laut naik 1,2 centimeter per tahun<\/a><\/p>\n<p>Banyak kota lainnya, seperti Houston (AS), Bangkok (Thailand), dan London (Inggris) juga secara ketat mengatur pemompaan air tanah untuk memastikan ekstraksi tidak berlebihan.<\/p>\n<p>Sejumlah kota lain mengupayakan beragam metode untuk menyelesaikan masalah ini. Shanghai (China), misalnya, berhasil menginjeksi air dari Sungai Yantze yang telah dimurnikan.<\/p>\n<p>Air sungai tersebut disuntikkan ke dalam tanah melalui sumur-sumur yang digunakan untuk mengambil air tanah sebelumnya.<\/p>\n<p>Kota lainnya, seperti Chongqing di China dan San Salvador di El Salvador mengimplementasikan kebijakan &ldquo;kota spons&rdquo; atau sponge cities.<\/p>\n<p>Alih-alih menggunakan material beton yang tidak bisa menyerap air, di sepanjang ruas jalan dan area terbuka, mereka menggantinya dengan tanah, rumput atau pepohonan.<\/p>\n<p>Pembangunan taman, lahan basah, dan area terbuka hijau pun diprioritaskan. Begitu pula dengan danau dan kolam-kolam yang dapat digunakan untuk menampung air hujan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245972861\/dikembangkan-mulai-tahun-70an-ini-manfaat-bangunan-hijau-untuk-lingkungan-dan-kota\">Baca: Manfaat bangunan hijau untuk lingkungan dan kota<\/a><\/p>\n<p>Kawasan perumahan di Berlin didesain dengan area terbuka hijau yang dapat menyimpan dan menyerap kelebihan air.<\/p>\n<p>Metode ini dipercaya bisa &ldquo;lebih berhasil dan tahan lama, serta biayanya hanya satu per sepuluh dari membangun bendungan-bendungan besar&rdquo;, kata Prof Manoochehr Shirzaei dari Universitas Virginia Tech di Amerika Serikat.<\/p>\n<p>Meski, sejumlah pendapat mengkritik bahwa solusi ini tak akan berpengaruh banyak untuk mengurangi laju penurunan muka tanah apabila tidak diterapkan dalam lingkup yang besar.<\/p>\n<p>Dan, apa pun metodenya, perlu juga komitmen politik jangka panjang dari para pemimpin, ujar Prof Shirzaei.<\/p>\n<p>&ldquo;Penurunan muka tanah akan terus muncul secara bertahap dalam jangka waktu yang lama, sehingga untuk menyelesaikannya, kita harus mengambil langkah yang sulit dan menerapkannya selama beberapa dekade,&rdquo; katanya.<\/p>\n<p>Termasuk, katanya, pembatasan pompa air tanah yang mungkin tidak populer di kalangan masyarakat yang sudah sepenuhnya bergantung pada air sumur.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/244695573\/perubahan-iklim-bebani-penduduk-miskin-di-pesisir-jakarta\">Baca: Perubahan iklim bebani penduduk miskin di pesisir Jakarta<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Tokyo merupakan salah satu kota besar di dunia yang terancam tenggelam akibat penurunan muka tanah. Namun otoritas setempat mengambil langkah cepat untuk mengatasinya. Ketika menyadari wilayahnya mengalami penurunan muka tanah, &nbsp;pemerintah Kota Tokyo segera menelaah beragam solusi dan memutuskan untuk menyelesaikan akar masalah. Pemerintah Kota Tokyo lalu mengetatkan aturan pemompaan air tanah yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":8321,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[10,1347,2608],"class_list":["post-8320","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-kota","tag-penurunan-muka-tanah","tag-tokyo"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8320","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8320"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8320\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8321"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8320"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8320"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8320"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}