{"id":8392,"date":"2026-07-30T01:14:20","date_gmt":"2026-07-30T01:14:20","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=8392"},"modified":"2026-07-30T01:14:20","modified_gmt":"2026-07-30T01:14:20","slug":"kampanye-lingkungan-gen-z-butuh-contoh-nyata-bukan-perintah-apalagi-ceramah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=8392","title":{"rendered":"Kampanye lingkungan: Gen Z Butuh Contoh Nyata, Bukan Perintah Apalagi Ceramah"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Karakter generasi Z (Gen Z) memang unik. Selain terkenal kritis dan senang kebebasan, Gen Z juga tidak suka diperintah, dijejali ceramah, tapi punya rasa ingin tahu yang besar.<\/p>\n<p>Kesadaran Gen Z terhadap berbagai isu termasuk lingkungan sangat tinggi. Mereka memiliki literasi yang baik soal perubahan iklim.<\/p>\n<p>Sekarang, pekerjaan rumahnya adalah bagaimana mendorong Gen Z agar mau terlibat aktif dalam aksi nyata.<\/p>\n<p>Penelitian penuli bersama rekan peneliti menunjukkan bahwa perilaku Gen Z cenderung lebih dipengaruhi oleh tindakan atau apa yang mereka lihat, ketimbang perintah atau ceramah.<\/p>\n<p>Paparan media sosial, terutama Instagram, juga besar pengaruhnya terhadap perilaku pro-lingkungan Gen Z.<\/p>\n<p><strong>Tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata<\/strong><br \/>Sensus Penduduk 2020 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah penduduk Indonesia pada 2020 mencapai 270,2 juta orang. Dari jumlah tersebut, 52,2 persen merupakan kaum muda yang berasal dari gen Z dan milenial.<\/p>\n<p>Proporsi gen Z yang lahir tahun 1997-2012 mencapai 26,4 persen atau 71,5 juta jiwa dari total populasi nasional, lebih besar dibandingkan generasi milenial (lahir 1981-1996).<\/p>\n<p>Artinya, Gen Z yang berusia produktif akan segera mendominasi populasi. Karena itu, penting untuk memahami faktor-faktor yang membentuk perilaku mereka, terutama dalam hal kepedulian terhadap lingkungan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244941032\/gen-z-dan-baby-boomers-sama-sama-terdampak-perubahan-iklim-perlu-kerjasama-antargenerasi\">Baca: Gen Z dan baby boomers sama-sama terdampak perubahan iklim<\/a><\/p>\n<p>Kami melakukan riset untuk menganalisis faktor yang memengaruhi niat Gen Z untuk berperilaku pro-lingkungan (pro-environmental behavior\/PEB) serta efek paparan informasi di media sosial terhadap sikap mereka.<\/p>\n<p>Kami memakai metode survei cross-sectional dengan 670 responden Gen Z (18&ndash;25 tahun) di Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner online, yang disebarkan lewat media sosial.<\/p>\n<p>Hasilnya, studi kami menemukan bahwa norma deskriptif&mdash;kebiasaan yang dicontohkan orang lain&mdash;lebih berpengaruh terhadap perilaku pro-lingkungan Gen Z dibandingkan norma injungtif seperti perintah atau ceramah.<\/p>\n<p>Kaum Z mengadopsi perilaku pro-lingkungan berdasarkan kebiasaan yang diterapkan oleh lingkungan terdekat mereka, terutama keluarga. Jika orang tua dan anggota keluarga aktif dalam kegiatan ramah lingkungan, anak-anak mereka lebih cenderung mengikuti jejak tersebut.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Temuan ini mendukung prinsip &ldquo;Tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata,&rdquo; yang ditemukan dalam sebuah riset lebih dari satu dekade silam.<\/p>\n<p><strong>Kampanye lingkungan di era medsos<\/strong><br \/>Gen Z merupakan generasi pertama yang dibesarkan sepenuhnya dalam era digital. Mereka sering disebut sebagai iGeneration karena sangat bergantung pada teknologi dan informasi.<\/p>\n<p>Pengaruh media sosial terhadap Gen Z juga terlihat, misalnya, dari perilaku ramah lingkungan dan lebih peduli pada pengelolaan polusi plastik. dari paparan konten-konten positif.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sejumlah platform medsos seperti Twitter, Instagram, Youtube, dan Facebook berpotensi besar memengaruhi perilaku Gen Z dalam hal keberlanjutan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244137940\/lingkungan-jadi-perhatian-gen-z-desak-segera-transisi-ke-ekonomi-hijau\">Baca: Gen Z juga mendorong transisi ke ekonomi hijau<\/a><\/p>\n<p>Namun, penelitian kami mengungkapkan, dari sekian banyak platform, hanya Instagram yang terbukti mampu membentuk perilaku pro-lingkungan Gen Z. Alasannya, desain visual Instagram yang lebih estetik membuatnya lebih menarik dan cocok dengan preferensi visual Gen Z.<\/p>\n<p>Instagram juga memungkinkan penggunanya untuk berbagi konten yang&mdash;tidak hanya menghibur&mdash;tetapi juga informatif dan berbasis pengalaman. Ini bisa mendorong pengguna untuk terlibat lebih mendalam.<\/p>\n<p>Instagram terbukti mampu meningkatkan kesadaran dan respons positif terhadap kelestarian lingkungan dan efektif sebagai sarana pemasaran produk ramah lingkungan.<\/p>\n<p>Riset kami memang belum TikTok yang muncul belakangan, jadi sepertinya perlu studi lebih lanjut untuk menelusuri apakah platform ini juga memengaruhi perilaku anak muda.<\/p>\n<p><strong>Implikasi bagi kampanye lingkungan<\/strong><br \/>Perubahan perilaku adalah tujuan utama kampanye lingkungan hidup. Medsos adalah salah satu sarana yang bisa dimanfaatkan untuk berkampanye.<\/p>\n<p>Namun, penelitian kami menunjukkan bahwa tidak semua media sosial efektif mendorong perilaku pro-lingkungan menjadi aksi nyata.<\/p>\n<p>Karena itu, para aktivis, organisasi, dan pemangku kepentingan di bidang lingkungan perlu memilih platform media yang tepat dalam setiap inisiatif kampanye, terutama untuk menjangkau Gen Z sebagai audiens utama.<\/p>\n<p>Selain medsos, orang tua dan komunitas harus lebih aktif memberikan contoh nyata dalam menerapkan gaya hidup ramah lingkungan kepada anak-anak, bukan hanya sekadar ceramah.<\/p>\n<p>Dengan memahami cara Gen Z berperilaku, kita bisa merancang kampanye yang lebih efektif dan menginspirasi generasi muda untuk mengambil tindakan nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><strong>Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation, Penulis: FX Ari Agung Prastowo (Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Karakter generasi Z (Gen Z) memang unik. Selain terkenal kritis dan senang kebebasan, Gen Z juga tidak suka diperintah, dijejali ceramah, tapi punya rasa ingin tahu yang besar. Kesadaran Gen Z terhadap berbagai isu termasuk lingkungan sangat tinggi. Mereka memiliki literasi yang baik soal perubahan iklim. Sekarang, pekerjaan rumahnya adalah bagaimana mendorong Gen [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":8393,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[460,17,173],"class_list":["post-8392","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-gen-z","tag-lingkungan","tag-perubahan-iklim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8392","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8392"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8392\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8393"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8392"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8392"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8392"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}