{"id":8569,"date":"2026-07-30T01:15:14","date_gmt":"2026-07-30T01:15:14","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=8569"},"modified":"2026-07-30T01:15:14","modified_gmt":"2026-07-30T01:15:14","slug":"upaya-yang-bisa-dilakukan-untuk-merehabilitasi-lahan-gambut-yang-telanjur-rusak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=8569","title":{"rendered":"Upaya yang Bisa Dilakukan untuk Merehabilitasi Lahan Gambut yang Telanjur Rusak"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Pada 1995, Proyek Lahan&nbsp;Gambut&nbsp;(PLG) Suharto mengubah sejuta hektare lahan gambut dan rawa di Kalimantan Tengah menjadi lahan pertanian demi mencapai swasembada beras.<\/p>\n<p>Namun, proyek ini gagal total. Alih-alih panen raya padi, Proyek Lahan Gambut justru merusak ekosistem gambut. Lahan gambut yang mengering menjadi sangat rentan terbakar.<\/p>\n<p>Pada 2014, kebakaran besar melanda Kalimantan Tengah seiring masifnya pembalakan liar. Setahun setelah tragedi itu, pemerintah menerbitkan peraturan larangan total membakar lahan.<\/p>\n<p>Kebijakan ini menyamaratakan larangan tebas-bakar terkendali yang dilakukan masyarakat suku Dayak Ngaju dengan pembakaran liar.<\/p>\n<p>Imbasnya, sistem pangan tradisional berbasis handil mati, benih unggul lokal hilang, dan rantai produksi pangan lokal habis sudah.<\/p>\n<p>Kini, suku Dayak Ngaju terpaksa bergantung pada pasokan beras dari luar daerah.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/246075506\/sistem-pertanian-handil-kearifan-lokal-suku-dayak-ngaju-kelola-lahan-gambut\">Baca: Handil, kearifan lokal suku Dayak Ngaju mengelola lahan gambut&nbsp;<\/a><\/p>\n<p>Penelitian penulis bersama tim menunjukkan berbagai program pemulihan ekosistem gambut di Kalimantan Tengah sampai saat ini belum ada yang mampu menghidupkan kembali fungsi handil.<\/p>\n<p>Hal ini menunjukkan kegagalan pendekatan top-down pemerintah. Negara semestinya mengakui peran pengetahuan lokal dalam mengelola lahan gambut.<\/p>\n<p>Solusi pemerintah seharusnya bersifat inklusif dan berakar pada budaya lokal. Tokoh adat dan pemimpin komunitas semestinya terlibat sebagai penggerak agar program pemulihan gambut bisa diterima dan dijalankan masyarakat luas.<\/p>\n<p>Sementara itu diupayakan, pemerintah perlu menyediakan alternatif mata pencaharian untuk penghidupan masyarakat di lahan gambut, khususnya orang-orang handil.<\/p>\n<p>Tak mesti bergantung pada tanaman padi, ada teknik paludikultur&mdash;cara bercocok tanam di lahan gambut tanpa dikeringkan.<\/p>\n<p>Terdapat sejumlah tanaman yang cocok untuk lahan gambut dan bernilai ekonomi tinggi.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245469600\/mengapa-pengelolaan-lahan-gambut-jadi-isu-lingkungan-strategis-di-tingkat-nasional-dan-global\">Baca: Pengelolaan lahan gambut jadi isu serius untuk lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Sebagai contoh, ada kayu blangeran (Shorea balangeran), bintangor (Calophylum soultarri) dan nyamplung (Calophylum inophylum) yang bisa menjadi sumber bahan bakar nabati.<\/p>\n<p>Ada pula jelutung (Dyera polyphylla) yang merupakan tanaman penghasil lateks untuk material berbagai macam industri.<\/p>\n<p>Jadi, sekali lagi, alih-alih mengganti sistem lokal yang telah teruji dengan pendekatan modern yang sering kali gagal, negara semestinya memperkuat sistem-sistem lokal seperti handil yang adaptif dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Ini tak hanya menyelamatkan lingkungan, tapi juga kehidupan sosial dan budaya masyarakat adat.<\/p>\n<p><strong>Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation, Penulis: Budiyanto Dwi Prasetyo (Peneliti Sosiologi Lingkungan pada Pusat Riset Kependudukan, Badan Riset dan Inovasi Nasional\/BRIN)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Pada 1995, Proyek Lahan&nbsp;Gambut&nbsp;(PLG) Suharto mengubah sejuta hektare lahan gambut dan rawa di Kalimantan Tengah menjadi lahan pertanian demi mencapai swasembada beras. Namun, proyek ini gagal total. Alih-alih panen raya padi, Proyek Lahan Gambut justru merusak ekosistem gambut. Lahan gambut yang mengering menjadi sangat rentan terbakar. Pada 2014, kebakaran besar melanda Kalimantan Tengah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":8570,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2680,2681],"class_list":["post-8569","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-lahan-gambut","tag-suku-dayak-ngaju"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8569","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8569"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8569\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8570"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8569"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8569"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8569"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}