{"id":8650,"date":"2026-07-30T01:15:40","date_gmt":"2026-07-30T01:15:40","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=8650"},"modified":"2026-07-30T01:15:40","modified_gmt":"2026-07-30T01:15:40","slug":"kenali-cara-komunikasi-yang-inklusif-dengan-pasien-kanker","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=8650","title":{"rendered":"Kenali Cara Komunikasi yang Inklusif dengan Pasien Kanker"},"content":{"rendered":"<p> <!--img1--> <\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Orang dengan kanker atau&nbsp;pasien&nbsp;kanker&nbsp;sering kali mendapatkan komentar tidak menyenangkan&mdash;yang mungkin tidak disengaja&mdash;tetapi menyakitkan. Komentar semacam ini dikenal sebagai mikroagresi verbal.<\/p>\n<p>Komentar halus ini tidak hanya bersumber dari orang asing, tetapi juga bisa dilontarkan oleh keluarga, teman, dan atasan. Mereka mungkin tidak menyadari bahwa komentarnya bisa menyinggung perasaan, bahkan menghancurkan hidup pasien kanker.<\/p>\n<p>Mikroagresi verbal berbahaya karena berisiko merusak self esteem (harga diri), meningkatkan stigma diri, serta mengurangi rasa percaya diri maupun optimisme pasien kanker untuk sembuh.<\/p>\n<p>Kami melakukan penelitian di Hong Kong dengan mewawancarai 10 perempuan yang didiagnosis kanker. Berdasarkan riset kami dan pengalaman penulis utama sebagai penyintas kanker, setidaknya ada enam jenis mikroagresi verbal, di antaranya:<\/p>\n<p><strong>1. Mengomentari penampilan<\/strong><br \/>Efek samping pengobatan kanker bisa menyebabkan rambut rontok, badan lemas, dan penurunan berat badan secara drastis. Sering kali, orang dengan kanker berjuang untuk bisa menerima perubahan penampilannya.<\/p>\n<p>Beberapa pasien kanker mungkin merasa malu dengan perubahan ini, sehingga berusaha untuk menyembunyikannya.<\/p>\n<p>Sayangnya, perubahan penampilan ini tak lepas dari komentar-komentar menyakitkan, contohnya:<\/p>\n<p>&ldquo;Kamu kok jadi kelihatan tua dan lemah,&rdquo; atau &ldquo;Cuaca panas banget, kok masih pakai wig?&rdquo;<\/p>\n<p>Komentar-komentar ini justru memperburuk rasa tidak percaya diri pasien kanker, sehingga mereka cenderung menganggap dirinya berbeda dari orang lain.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/kesehatan\/245464564\/riset-sel-kanker-bisa-bersembunyi-lalu-hidup-lagi-setelah-puluhan-tahun\">Baca: Sel kanker bisa sembunyi lalu hidup lagi setelah puluhan tahun<\/a><\/p>\n<p><strong>2. Tuntutan untuk menjelaskan penyakit<\/strong><br \/>Orang dengan kanker kerap mempertanyakan nasib mereka, seperti:<\/p>\n<p>&ldquo;Mengapa ini harus terjadi pada saya?&rdquo; atau &ldquo;Apa yang saya lakukan sampai bisa kena kanker?&rdquo;<\/p>\n<p>Namun, ketika pertanyaan serupa dilontarkan orang lain, beban mental yang dirasakan orang dengan kanker semakin berat. Beberapa pasien dalam penelitian kami bahkan menghindari interaksi sosial agar terhindar dari pertanyaan semacam ini.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Seorang responden berkata, &ldquo;Lebih baik saya merasa sendiri daripada harus menerima pertanyaan, &lsquo;Bagaimana perasaanmu?&rsquo;&rdquo;<\/p>\n<p>Yang lain mengatakan, &ldquo;Saya tidak ingin bicara dengan siapa pun, karena saya sendiri tidak bisa menjelaskan apa yang sedang saya alami.&rdquo;<\/p>\n<p>Meski begitu, penelitian tahun 2024 dalam jurnal Healthcare mengungkapkan bahwa menghindari interaksi sosial justru bisa berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan kesejahteraan mental orang dengan kanker.<\/p>\n<p><strong>3. Asumsi soal ketidakmampuan pasien kanker<\/strong><br \/>Selain mengganggu kehidupan sehari-hari orang dengan kanker, diagnosis dan proses pengobatan berisiko memicu kekhawatiran orang lain mengenai kemampuan pasien kanker dalam bekerja. Contoh komentarnya:<\/p>\n<p>&ldquo;Kamu masih bisa bekerja?&rdquo;<\/p>\n<p>Meski terdengar simpatik, komentar ini justru dapat mengurangi rasa percaya diri dan optimisme pasien kanker untuk sembuh.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/kesehatan\/244677938\/awas-perubahan-warna-kuku-bisa-jadi-indikasi-dan-risiko-kanker\">Baca: Perubahan warna kuku bisa jadi indikasi dan risiko kanker<\/a><\/p>\n<p><strong>4. Asumsi bahwa hidup mereka tidak lama lagi<\/strong><br \/>Banyak orang mengira bahwa kanker merupakan penyakit yang mengurangi harapan hidup pengidapnya&mdash;persepsi ini sering kali diperkuat oleh pemberitaan media.<\/p>\n<p>Pemahaman ini bisa mendorong orang lain berkomentar, seperti:<\/p>\n<p>&ldquo;Luangkan waktu bersama keluarga.&rdquo;<\/p>\n<p>Hal ini dapat diartikan sebagai: &ldquo;Kamu akan segera meninggal.&rdquo;<\/p>\n<p>Komentar semacam ini&mdash;meski bertujuan baik&mdash;justru meningkatkan kekhawatiran pasien kanker. Dampaknya menurut partisipan kami menyebabkan sulit tidur, cemas, dan jantung berdebar.<\/p>\n<p><strong>5. Takut tertular kanker<\/strong><br \/>Beberapa pasien kanker melaporkan mikroagresi yang berkaitan dengan ketakutan orang lain untuk terlalu dekat dengan mereka, seolah-olah kanker itu menular.<\/p>\n<p>Seorang perempuan menceritakan bahwa ia pernah diberi tahu:<\/p>\n<p>&ldquo;Kamu harus mandi dan bersih-bersih dengan sangat baik.&rdquo;<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Komentar ini menyiratkan bahwa kanker dikhawatirkan bisa menular. Komentar semacam ini sangat menyakitkan, terutama dari orang-orang terdekat.<\/p>\n<p>Faktanya, American Cancer Society menegaskan bahwa kanker bukanlah penyakit menular.<\/p>\n<p><strong>6. Belas kasihan palsu<\/strong><br \/>Penderita kanker tidak suka menerima empati yang dangkal, seperti:<\/p>\n<p>&ldquo;Saya benar-benar mengerti apa yang kamu rasakan.&rdquo;<\/p>\n<p>Beberapa pasien kanker dalam studi kami menganggap bahwa komentar ini tidak tulus. Mereka beranggapan bahwa orang yang belum pernah terkena kanker, tidak bisa benar-benar memahami situasi yang mereka alami.<\/p>\n<p>Dampak fisik dan psikologis kanker menyebabkan stres dan kecemasan. Orang dengan kanker pun menjadi lebih rentan terhadap mikroagresi verbal karena kerap mempertanyakan diri dan menganalisis komentar orang lain secara berlebihan.<\/p>\n<p>Untuk mengurangi dampak mikroagresi verbal, pasien kanker perlu membentengi diri, serta mendorong lingkungan sosial yang inklusif dan penuh empati lewat sejumlah cara<\/p>\n<p><strong>Artikel ini pertamakali terbit di The Conversation, Penulis: Madhu Neupane Bastola (Postdoctoral Fellow, Hong Kong Polytechnic University) dan Margo Louise Turnbull (Assistant Professor of Health Communication , Hong Kong Polytechnic University)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Orang dengan kanker atau&nbsp;pasien&nbsp;kanker&nbsp;sering kali mendapatkan komentar tidak menyenangkan&mdash;yang mungkin tidak disengaja&mdash;tetapi menyakitkan. Komentar semacam ini dikenal sebagai mikroagresi verbal. Komentar halus ini tidak hanya bersumber dari orang asing, tetapi juga bisa dilontarkan oleh keluarga, teman, dan atasan. Mereka mungkin tidak menyadari bahwa komentarnya bisa menyinggung perasaan, bahkan menghancurkan hidup pasien kanker. Mikroagresi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1973,2696],"class_list":["post-8650","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized","tag-komunikasi","tag-pasien-kanker"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8650","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8650"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8650\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8650"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8650"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8650"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}