{"id":8686,"date":"2026-07-30T01:15:49","date_gmt":"2026-07-30T01:15:49","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=8686"},"modified":"2026-07-30T01:15:49","modified_gmt":"2026-07-30T01:15:49","slug":"ketahui-bagaimana-perubahan-iklim-dapat-memperburuk-ketimpangan-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=8686","title":{"rendered":"Ketahui Bagaimana Perubahan Iklim Dapat Memperburuk Ketimpangan Sosial"},"content":{"rendered":"<p> <!--img1--> <br \/><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Perubahan iklim tidak hanya mengakibatkan kerugian ekonomi, tapi juga memperburuk ketimpangan sosial.<\/p>\n<p>Terganggunya produktivitas para petani dan nelayan membuat harga pangan melambung dan berdampak terhadap kenaikan inflasi, penurunan Produk Domestik Bruto (PDB), hingga peningkatan garis kemiskinan.<\/p>\n<p>Dampak perubahan iklim juga dirasakan secara tidak seimbang oleh kelompok masyarakat paling rentan di kawasan Asia-Pasifik, yang umumnya memiliki keterbatasan kapasitas dan sumber daya untuk menghadapi guncangan.<\/p>\n<p>Kelompok rentan seperti perempuan, anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, petani kecil, nelayan tradisional, pekerja informal, buruh, dan masyarakat adat, menghadapi risiko yang lebih tinggi, yang pada akhirnya memperburuk ketimpangan sosial dari waktu ke waktu.<\/p>\n<p>Hal tersebut disebabkan oleh kelompok rentan cenderung mengalami ketimpangan dan keterbatasan dalam hal akses sumber daya, perlindungan sosial, dan hak, sekaligus memiliki keterbatasan kapasitas dalam merespons dampak perubahan iklim.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/246047915\/adb-perubahan-iklim-berpotensi-picu-kerugian-hingga-35-persen-dari-pdb-indonesia\">Baca: Perubahan iklim berpotensi picu kerugian ekonomi<\/a><\/p>\n<p>Kondisi ini membuat mereka lebih sulit pulih dan berpotensi meningkatkan risiko konflik sosial.<\/p>\n<p>Perubahan iklim juga memicu migrasi massal akibat hilangnya mata pencaharian dan tempat tinggal, yang pada gilirannya dapat menyebabkan ketegangan sosial di daerah tujuan migrasi.<\/p>\n<p><strong>Hak-Hak Anak yang Terabaikan<\/strong><br \/>Anak-anak merupakan bagian dari kelompok rentan yang cenderung menghadapi risiko terbesar dari krisis iklim.<\/p>\n<p>Hampir seluruh anak di dunia terpapar setidaknya satu bentuk bahaya terkait iklim dan lingkungan, seperti gelombang panas, siklon, polusi udara, banjir, dan kelangkaan air.<\/p>\n<p>Lebih dari sepertiga populasi anak di dunia, yakni sekitar 820 juta jiwa, memiliki keterpaparan tinggi terhadap gelombang panas yang potensial memburuk seiring meningkatnya suhu global.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246028835\/strategi-bertahan-petani-kecil-di-tengah-perubahan-iklim\">Baca: Strategi bertahan petani kecil di tengah perubahan iklim<\/a><\/p>\n<p>Sebanyak 400 juta anak memiliki keterpaparan tinggi terhadap siklon. Kondisi ini berpotensi memburuk seiring meningkatnya frekuensi siklon intensitas tinggi, intensitas curah hujan, dan pergeseran pola siklon.<\/p>\n<p>Sementara itu, hampir 90 persen populasi anak di dunia atau sekitar 2 miliar anak saat ini memiliki keterpaparan tinggi terhadap polusi udara dengan konsentrasi polutan lebih dari 10&micro;g\/m3.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Kondisi tersebut berpotensi memburuk jika tidak ada penurunan pembakaran bahan bakar fosil yang menjadi penyebab utama polusi udara. Begitu juga dengan banjir dan kelangkaan air bersih yang berpengaruh terhadap ruang hidup ratusan juta jiwa anak-anak di dunia.<\/p>\n<p>Dilansir MADANI Berkelanjutan, Indonesia menduduki peringkat ke-46 dari 163 negara di dunia yang populasi anaknya paling terancam.<\/p>\n<p>Bahaya iklim dan lingkungan yang berdampak negatif terhadap akses anak-anak ke layanan dasar utama membuat daya tahan dan kapasitas beradaptasi mereka menurun secara signifikan.<\/p>\n<p>Pada gilirannya, kondisi ini dapat meningkatkan kerentanan mereka terhadap bahaya terkait iklim dan lingkungan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24703246\/nasib-nelayan-tradisional-terombang-ambing-dampak-perubahan-iklim\">Baca: Nasib nelayan tradisional terombang-ambing akibat perubahan iklim<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Perubahan iklim tidak hanya mengakibatkan kerugian ekonomi, tapi juga memperburuk ketimpangan sosial. Terganggunya produktivitas para petani dan nelayan membuat harga pangan melambung dan berdampak terhadap kenaikan inflasi, penurunan Produk Domestik Bruto (PDB), hingga peningkatan garis kemiskinan. Dampak perubahan iklim juga dirasakan secara tidak seimbang oleh kelompok masyarakat paling rentan di kawasan Asia-Pasifik, yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":8687,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[17,173],"class_list":["post-8686","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-lingkungan","tag-perubahan-iklim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8686","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8686"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8686\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8687"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8686"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8686"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8686"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}