{"id":8897,"date":"2026-07-30T01:16:38","date_gmt":"2026-07-30T01:16:38","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=8897"},"modified":"2026-07-30T01:16:38","modified_gmt":"2026-07-30T01:16:38","slug":"menggali-makna-di-balik-perayaan-tri-suci-waisak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=8897","title":{"rendered":"Menggali Makna di Balik Perayaan Tri Suci Waisak"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211;&nbsp;Setiap tahun, pada purnama di bulan Waisak, umat Buddha di seluruh dunia merayakan hari raya Waisak.<\/p>\n<p>Meski hari raya Waisak jatuh pada tanggal yang berbeda, umumnya pada bulan Mei atau bergantung pada penandaan kalender Buddha atau Buddhist Era (BE). Tahun ini, Hari Raya Waisak 2568 BE jatuh pada Kamis, 13 Mei 2025.<\/p>\n<p>Waisak merupakan sebuah festival yang dirayakan oleh umat Buddha untuk merayakan tiga peristiwa penting yang dialami Buddha Gautama yaitu Guru Agung atau Guru Spiritual pada sekitar abad ke 5 sebelum Masehi (SM).<\/p>\n<p>Kata Waisak berasal dari dua bahasa yaitu Vaisakha (Sansekerta) dan Vesakha (Pali) yang berarti nama bulan dalam kalender Buddhis. Pada kalender Masehi, Waisak umumnya jatuh pada akhir April, Mei, atau awal Juni.<\/p>\n<p>Umat Buddha menyebut Waisak sebagai Hari Raya Trisuci Waisak, karena untuk memperingati tiga peristiwa penting, yaitu: <br \/>(1) Kelahiran Bodhisattva (calon Buddha) Siddharta Gautama di Taman Lumbini pada tahun 623 SM; <br \/>(2) Petapa Gotama mencapai Penerangan Sempurna di Bodh pada tahun 588 SM; dan<br \/>(3) Wafatnya Buddha Gotama (Maha Parinibbana) di Kusinara.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/wisata\/245995770\/festival-lampion-ramaikan-puncak-perayaan-tri-suci-waisak\">Baca: Festival Lampion ramaikan puncak perayaan Tri Suci Waisak<\/a><\/p>\n<p>Ada banyak rangkaian acara yang dilakukan oleh umat Buddha menjelang hari Waisak, contohnya adalah seperti meditasi, kebaktian serta pindapatta. Pada saat Hari Waisak, umat Buddha melaksanakan puja pada detik-detik bulan purnama.<\/p>\n<p>Kegiatan lomba atau pentas kesenian juga dilaksanakan untuk memeriahkan perayaan Waisak, seperti festival lampion di Candi Borobudur.<\/p>\n<p>&rdquo;Pencapaian Penerangan Sempurna&rdquo; merupakan salah satu peristiwa yang diperingati pada hari Waisak. Pencapaian Buddha ini menjadi inspirasi dan motivasi umatnya untuk senantiasa berbuat kebajikan.<\/p>\n<p><em>Mereka yang merenungkan kebajikan luhur<\/em><br \/><em>Sang Buddha sepanjang siang dan malam,<\/em><br \/><em>yang sernatiasa sadar<\/em><br \/><em>adalah siswa-siswi Buddha Gotama<\/em><br \/><em>(Dhammapada, XIX:296)<\/em><\/p>\n<p>Dilansir di laman resmi kemenag.go.id, Perayaan Waisak, tidak sekadar melaksanakan tradisi puja. Lebih dari itu, Umat Buddha dapat meneladani tekad, semangat, pantang menyerah, dan sifat-sifat luhur Buddha serta senantiasa melaksanakan dhamma.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24688893\/mengenal-ritual-thudong-para-bhante-berjalan-ribuan-kilometer-ke-candi-borobudur\">Baca: Perjalanan ribuan kilometer ke Candi Borobudur<\/a><\/p>\n<p>Buddha Gautama juga dikenal sebagai Siddharta Gautama yang dilahirkan sebagai guru dan memiliki pemikiran, bahwa kemewahan serta kekayaan tidak akan menjamin kebahagiaan seseorang.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Siddhartha Gautama mendapatkan pencerahan di bawah pohon Bodhi yang berada di Bodh Gaya dan pohon tersebut saat ini menjadi tempat bersejarah bagi agama Buddha di India.<\/p>\n<p>Buddha Gautama sendiri dikisahkan berkeliling sebagai seorang tunawisma serta belajar bermeditasi selama kurang lebih enam tahun lamanya.<\/p>\n<p>Dalam perjalanan tersebut, sang Buddha selalu belajar serta mempraktikan kehidupan asketisme yaitu sebuah kehidupan tanpa adanya kenikmatan duniawi demi memperoleh keuntungan spiritual.<\/p>\n<p>Usai mendapatkan pencerahan dengan sempurna, Buddha Gautama kemudian mengajarkan pada orang lain untuk menuju pada jalan kebebasan dari segala ketidaktahuan, keluar dari segala nafsu keinginan serta lahir kembali usai penderitaan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/wisata\/244626765\/candi-borobudur-siap-jadi-tuan-rumah-perayaan-tri-suci-waisak-seperti-ini-prosesinya\">Baca: Prosesi perayaan Tri Suci Waisak di Candi Borobudur<\/a><\/p>\n<p>Tekad dan semangat Buddha Gautama ditunjukkan pada saat dia terlahir sebagai Petapa Sumedha, pada masa kehidupan Buddha Dipankara. Petapa Sumedha bertekad untuk menjadi Buddha pada masa selanjutnya.<\/p>\n<p>Ketika waktunya telah tiba, Siddharta Gautama terlahir di bumi untuk terakhir kalinya demi menyempurnakan parami.<\/p>\n<p>Setelah Penerangan Sempurna terealisasikan, Buddha mendedikasikan hidupnya untuk menyebarkan dhamma dan membentuk Sangha.<\/p>\n<p>Saat menjelang wafat, beliau berpesan, &rdquo;Oh para Bhikkhu, segala sesuatu tidak kekal adanya, berjuanglah dengan kewaspadaan (Maha Parinibbana Sutta).<\/p>\n<p>Kisah hidup Buddha Gautama mengajarkan pada umatnya tentang perlunya perjuangan. Umat Buddha yang menyambut Waisak dengan penuh kesadaran dan meneladani sifat-sifat luhur Buddha mampu memaknai arti Waisak yang sesungguhnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Setiap tahun, pada purnama di bulan Waisak, umat Buddha di seluruh dunia merayakan hari raya Waisak. Meski hari raya Waisak jatuh pada tanggal yang berbeda, umumnya pada bulan Mei atau bergantung pada penandaan kalender Buddha atau Buddhist Era (BE). Tahun ini, Hari Raya Waisak 2568 BE jatuh pada Kamis, 13 Mei 2025. Waisak merupakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":8898,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2764,2765],"class_list":["post-8897","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-buddha","tag-waisak"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8897","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8897"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8897\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8898"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8897"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8897"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8897"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}