{"id":8948,"date":"2026-07-30T01:16:53","date_gmt":"2026-07-30T01:16:53","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=8948"},"modified":"2026-07-30T01:16:53","modified_gmt":"2026-07-30T01:16:53","slug":"transisi-karier-semakin-random-pekerja-dituntut-makin-adaptif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=8948","title":{"rendered":"Transisi Karier Semakin \u2018Random\u2019: Pekerja Dituntut Makin Adaptif"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Pandemi mengubah cara orang dalam melihat dunia kerja. Bukan cuma soal preferensi tempat kerja yang tak perlu di kantor, kondisi kerja dan<em> work-life balance<\/em> jadi faktor yang diperhatikan orang-orang di seluruh dunia.<\/p>\n<p>Namun, di sisi lain, kita juga berhadapan sama &lsquo;otomatisasi teknologi&rsquo; yang menambah maupun menghapus banyak lapangan pekerjaan. Misalnya, penggunaan kecerdasan buatan (AI) memengaruhi banyak industri, mulai dari media hingga transportasi.<\/p>\n<p>Perubahan yang terus terjadi&nbsp;di&nbsp;dunia&nbsp;kerja&nbsp;menuntut&nbsp;pekerja untuk lebih luwes, terutama saat memilih karier yang cocok ataupun berpindah karier. Keluwesan ini amat bergantung dengan adaptabilitas karier kita.<\/p>\n<p>Adaptabilitas karier&nbsp;menjadi&nbsp;penting.&nbsp;Data Indonesia Talent Trends tahun 2023 menunjukkan semakin banyak orang yang mengundurkan diri, ingin mencari pekerjaan baru, dan <em>quiet quitting<\/em> (mundur pelan-pelan).<\/p>\n<p>Selain itu, munculnya berbagai kebutuhan skill baru memaksa kita untuk melakukan <em>reskilling<\/em> (belajar keterampilan baru) dan <em>upskilling<\/em> (peningkatan keterampilan) agar tangguh, adaptif dan produktif, misalnya keterampilan berpikir kritis, agile (lincah), melek teknologi atau berpikir kreatif.<\/p>\n<p>Keterampilan-keterampilan tersebut merupakan kombinasi antara keterampilan kognitif, interpersonal dan adaptabilitas.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/244910036\/apa-prioritas-dan-yang-dicari-gen-z-di-dunia-kerja\">Baca: Prioritas dan yang dicari Gen Z di dunia kerja<\/a><\/p>\n<p>Adaptabilitas merupakan salah satu bagian dari psikososial yang menunjukkan kemampuan individu untuk menghadapi tugas-tugas pengembangan saat ini dan yang akan datang, transisi pekerjaan, serta trauma pribadi .<\/p>\n<p>Seseorang dengan daya adaptasi karier yang tinggi akan mampu mengatur diri untuk mencapai tujuan karier dan mengantisipasi perubahan karier yang tidak teprediksi.<\/p>\n<p>Orang semacam ini juga bisa lebih mudah bekerja meski baru lulus dari sekolah\/universitas, mempunyai strategi pencarian kerja yang lebih efektif, dan kepuasan kerja yang lebih tinggi.<\/p>\n<p>Terdapat empat dimensi utama dalam melihat adaptabilitas karier yaitu memiliki kepedulian terhadap masa depan (<em>concern<\/em>), mampu mengatur diri dalam pengambilan keputusan karier dan tanggung jawab masa depan (<em>control<\/em>),<\/p>\n<p>Mereka juga memiliki rasa ingin tahu tentang berbagai aspek karier dan pekerjaan (<em>curiosity<\/em>), dan kepercayaan diri untuk menghadapi dan mengatasi rintangan karier (<em>confidence<\/em>).<\/p>\n<p>Seseorang dengan adaptabilitas karier baik biasanya mampu mengeksplorasi karier, mengatasi kesulitan pengambilan keputusan karier, meningkatkan aspirasi karier, dan lebih sejahtera secara psikologis.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/244685656\/soroti-10-juta-gen-z-menganggur-iringi-bonus-demografi-dengan-kesempatan-kerja\">Baca: Sebanyak 10 juta Gen Z menganggur<\/a><\/p>\n<p><strong>Adaptabilitas karier orang Indonesia<\/strong><br \/>Sebuah penelitian yang melihat skala adaptabilitas karier menggunakan Rasch Analysis pada 1953 responden berusia 10 &ndash; 24 tahun menunjukkan bahwa adaptabilitas karier generasi muda di Indonesia berada dalam kategori sedang.<\/p>\n<p>Rata-rata kemampuan adaptasi karier remaja Indonesia menempati peringkat ke-26 di dunia. Artinya, kemampuan zilenial Indonesia dalam menghadapi tantangan dan perubahan karier masih di bawah negara-negara lain.<\/p>\n<p>Salah satu faktor pembentuk karakteristik kaum muda Indonesia adalah tumbuh di negara multikultur.<\/p>\n<p>Sebagai masyarakat yang erat dengan budaya kolektif, kaum muda Indonesia cenderung melibatkan orangtua dalam pengambilan keputusan-keputusan karier.<\/p>\n<p>Sehingga, harapan akademis dan karier orangtua tidak hanya memengaruhi keputusan karier kaum muda tapi juga menghambat mereka untuk mengubah karier.<\/p>\n<p>Akibatnya, kaum muda cenderung kesulitan dalam menentukan arah pengembangan karier jika tidak memiliki dukungan sosial seperti lembaga pendidikan, pendidik, orang tua, dan teman sebaya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/24624629\/kenali-gen-alfa-yang-akan-membentuk-dunia-kerja-di-masa-depan\">Baca: Gen Alfa akan membentuk dunia kerja di masa depan<\/a><\/p>\n<p>Selain itu, kaum muda Indonesia cenderung memiliki banyak pertimbangan sehingga sulit menyesuaikan diri dengan perubahan karier yang dinamis karena dipengaruhi oleh sikap dan pandangan keluarga, komunitas dan\/atau keyakinan atau kepercayaan yang dianut.<\/p>\n<p>Penelitian menunjukkan bahwa adaptabilitas karier remaja dipengaruhi oleh karakteristik masyarakat yang komunal dan spiritual.<\/p>\n<p><strong>Adaptif menghadapi transisi<\/strong><br \/>Berhadapan dengan berbagai tantangan ini, kita dapat meningkatkan adaptabilitas karier dengan cara:<\/p>\n<p>1. Memiliki orientasi masa depan dan fokus pada tujuan karier <br \/>Kemampuan untuk memikirkan masa depan dengan menyusun langkah untuk mencapainya berpengaruh pada kesiapan dalam menghadapi berbagai kemungkinan karier.<\/p>\n<p>2. Melakukan eksplorasi karier dan mengembangkan diri. <br \/>Kegiatan magang dapat menjadi alternatif untuk mengeksplorasi kemampuan, memberikan keterampilan kerja, dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.<\/p>\n<p>3. Melakukan <em>reskilling<\/em> dan <em>upskiliing<\/em> yang sesuai dengan perubahan. <br \/>Keterampilan kerja yang dibutuhkan saat ini terus mengalami perkembangan, kita perlu mengembangkan diri dengan mengikuti berbagai pelatihan dan kegiatan pengembangan diri khususnya keterampilan di bidang teknologi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/245494113\/riset-fleksibilitas-dalam-bekerja-atau-kerja-fleksibel-jadi-kunci-mempertahankan-karyawan\">Baca: Fleksibilitas makin mewarnai dunia kerja&nbsp;<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">4. Memiliki keyakinan untuk mengambil keputusan-keputusan karier. <br \/>Perubahan tren pekerjaan, regulasi, dan situasi ekonomi yang tidak terprediksi menuntut generasi muda untuk cepat menentukan langkah. Keterlambatan dalam pengambilan keputusan mengakibatkan hilangnya kesempatan.<\/p>\n<p>5. Meningkatkan kemampuan interpersonal. <br \/>Kita sebaiknya mampu membangun relasi dari berbagai latar belakang bidang keahlian. Networking dapat membuka kolaborasi dan membuka kesempatan-kesempatan baru dan berdampak pada kesuksesan karier.<\/p>\n<p>Transisi adalah keniscayaan. Kita pasti mengalami perpindahan&mdash;setidaknya dari sekolah ke dunia kerja, dari satu jenjang pendidikan ke selanjutnya, dari satu tugas ke tugas yang lain, atau bahkan transisi ekonomi dan situasi lainnya.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, beradaptasi dengan perubahan adalah keharusan agar kita mampu menangkap peluang karier dan mengembangkannya.<\/p>\n<p><strong>Artikel ini pertamakali terbit di The Conversation, Penulis: Siti Aminah (Lecturer at Department of Educational Psychology and Guidance, Faculty of Education and Psychology, Universitas Negeri Yogyakarta)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Pandemi mengubah cara orang dalam melihat dunia kerja. Bukan cuma soal preferensi tempat kerja yang tak perlu di kantor, kondisi kerja dan work-life balance jadi faktor yang diperhatikan orang-orang di seluruh dunia. Namun, di sisi lain, kita juga berhadapan sama &lsquo;otomatisasi teknologi&rsquo; yang menambah maupun menghapus banyak lapangan pekerjaan. Misalnya, penggunaan kecerdasan buatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":8949,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2780,2779,54],"class_list":["post-8948","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-dunia-kerja","tag-karier","tag-pekerja"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8948","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8948"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8948\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8949"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8948"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8948"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8948"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}