{"id":8980,"date":"2026-07-30T01:17:01","date_gmt":"2026-07-30T01:17:01","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=8980"},"modified":"2026-07-30T01:17:01","modified_gmt":"2026-07-30T01:17:01","slug":"pembangunan-bendungan-kali-cikarang-bekasi-laut-ditargetkan-rampung-november-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=8980","title":{"rendered":"Pembangunan Bendungan Kali Cikarang Bekasi Laut Ditargetkan Rampung November 2025"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Puluhan truk dikerahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, untuk mengangkut sampah limbah hasil penertiban bangunan liar yang berdiri di sepanjang bendung sungai hulu Kali Cikarang dan Kali Bekasi Cikarang Laut (CBL).<\/p>\n<p>Penertiban bangunan liar di atas tanah negara ini dilakukan untuk kepentingan pembangunan bendungan yang diharapkan mencegah terulangnya banjir besar seperti yang terjadi pada Maret lalu, sekaligus untuk cadangan pengairan pertanian kawasan tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Titik pengangkutan limbah bangunan ini berlokasi di wilayah perbatasan antara Desa Sukajaya di Kecamatan Cibitung dan Desa Kali Jaya di Kecamatan Cikarang Barat,&#8221; kata Koordinator Lapangan UPTD Wilayah III DLH Kabupaten Bekasi Amit Setiawan di Cikarang, Kamis (8\/5\/2025).<\/p>\n<p>Langkah ini sekaligus bentuk nyata dalam mendukung kelancaran pembangunan proyek strategis bendungan Kali CBL oleh pemerintah daerah, sebagai upaya menyuplai air irigasi di areal persawahan wilayah utara daerah itu.<\/p>\n<p>Selain mengerahkan truk pengangkut, kata dia, puluhan personel kebersihan juga turut dilibatkan dalam proses pembersihan sisa puing bangunan hasil penertiban bangunan liar, termasuk melibatkan peran aktif unsur TNI\/Polri, Satpol PP, Dinas Bina Marga, serta instansi terkait lain.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/245849669\/kementerian-atrbpn-diminta-rigid-dalam-perencanaan-pembangunan-untuk-cegah-banjir-besar-terulang-di-bekasi\">Baca: Perencanaan pembangunan untuk cegah banjir besar terulang di Bekasi<\/a><\/p>\n<p>Amit memastikan proses pembersihan dilakukan secara menyeluruh demi mendukung kelancaran pembangunan proyek strategis bendungan Kali CBL serta penataan ruang agar lebih tertata rapi.<\/p>\n<p>&#8220;Sampah hasil dari penertiban ini, ada jenis sampah campuran kayu, plastik, dan sisa cor bangunan rumah, yang cukup banyak jumlahnya. Kami sangat mendukung penuh proses pembangunan bendungan ini dan kami pastikan lokasi ini segera terbebas dari sisa puing sampah,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Diperkirakan total limbah hasil pembongkaran bangunan liar mencapai seberat 150 ton. Pembersihan sampah sudah dimulai sejak awal pekan ini.<\/p>\n<p>&#8220;Kami estimasi ada sekitar 150 ton sampah sisa material bangunan liar yang akan kami angkut. Kami optimistis bisa selesai secepatnya mengingat kami juga terbantu dengan alat berat dari pelaksana yang ditunjuk pemerintah daerah membangun bendungan ini,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Pemerintah Kabupaten Bekasi, menargetkan pembangunan Bendung Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) selesai dikerjakan pada November 2025.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/245723638\/bekasi-dilanda-banjir-terburuk-dalam-9-tahun-terakhir-apa-penyebabnya\">Baca: Bekasi dilanda banjir terburuk dalam 9 tahun terakhir<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Bendung ini akan mengalirkan air ke saluran sekunder Kali Srengseng Hilir dan menyuplai kebutuhan irigasi untuk lahan pertanian seluas 7.252 hektare di wilayah utara,&#8221; kata Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi Henri Lincoln di Cikarang, Selasa.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Ia menyatakan pembangunan bendung ini menjadi solusi kekeringan yang kerap melanda areal pertanian saat musim kemarau.<\/p>\n<p>Lokasi bendung berada di Desa Sukajaya Kecamatan Cibitung, berbatasan dengan Desa Kalijaya di Kecamatan Cikarang Barat dan Desa Karang Asih Kecamatan Cikarang Utara.<\/p>\n<p>&#8220;Fokus kami menangani kekeringan yang menjadi aspirasi petani wilayah utara. Selama ini, air tidak sampai ke hilir saat kemarau. Pemkab Bekasi dan BBWS Citarum telah menyepakati pembagian tanggung jawab melalui nota kesepahaman,&#8221; katanya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245334139\/jokowi-genjot-pembangunan-bendungan-selama-10-tahun-berkuasa-ini-berbagai-masalah-yang-ditimbulkannya\">Baca: Berbagai masalah muncul akibat maraknya pembangunan bendungan<\/a><\/p>\n<p>Henri menjelaskan selama ini para petani di wilayah utara secara swadaya membendung aliran air menggunakan bronjong batu dan cerucuk bambu agar debit air mengalir ke saluran sekunder Kali Srengseng saat musim kemarau.<\/p>\n<p>Pembangunan bendung sungai hulu ini sempat tertunda selama dua bulan karena menunggu tuntas proses penertiban bangunan liar yang berdiri di atas tanah negara pada sepanjang aliran sungai tersebut.<\/p>\n<p>Sementara itu, perwakilan Gerakan Petani Utara Aris Sukadam mengapresiasi pembangunan bendung, terlebih infrastruktur tersebut telah lama dinantikan petani sebagai solusi mengatasi gagal panen dan tanam, seperti yang terjadi saat kemarau ekstrem tahun lalu.<\/p>\n<p>&#8220;Kami bersyukur akhirnya pembangunan dimulai. Selama ini kami bergotong-royong membendung air secara manual agar sawah tetap mendapatkan pasokan air,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Kali Srengseng mengalir sepanjang 38 kilometer melintasi tujuh kecamatan di antaranya Karangbahagia, Sukatani, Tambelang, Sukawangi, Sukakarya, Cabangbungin dan Muaragembong.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Puluhan truk dikerahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, untuk mengangkut sampah limbah hasil penertiban bangunan liar yang berdiri di sepanjang bendung sungai hulu Kali Cikarang dan Kali Bekasi Cikarang Laut (CBL). Penertiban bangunan liar di atas tanah negara ini dilakukan untuk kepentingan pembangunan bendungan yang diharapkan mencegah terulangnya banjir besar seperti yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":8981,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2184,2791],"class_list":["post-8980","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-bekasi","tag-bendungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8980","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8980"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8980\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8981"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8980"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8980"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8980"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}