{"id":9045,"date":"2026-07-30T01:17:26","date_gmt":"2026-07-30T01:17:26","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=9045"},"modified":"2026-07-30T01:17:26","modified_gmt":"2026-07-30T01:17:26","slug":"unep-ingatkan-inc5-2-harus-lahirkan-perjanjian-pembatasan-plastik-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=9045","title":{"rendered":"UNEP Ingatkan INC5.2 Harus Lahirkan Perjanjian Pembatasan Plastik Global"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Direktur Eksekutif Program Lingkungan PBB (UNEP) Inger Andersen mengingatkan, perundingan antar negara dalam Intergovernmental Negotiating Committee (INC) 5.2 yang akan diselenggarakan tahun ini menjadi peluang untuk memperkuat komitmen global dalam mencari solusi terkait polusi plastik.<\/p>\n<p>Berbicara di pertemuan tingkat menteri Intergovernmental Negotiating Committee (INC) on Plastic Pollution Ministerial pada Kamis (1\/5\/2025) di Genewa, Inger mengingatkan masyarakat dunia untuk segera mewujudkan instrumen yang mengikat secara hukum untuk mengakhiri polusi plastik.<\/p>\n<p>Inger mengingatkan kepada para menteri yang hadir, bahwa undangan UNEP untuk datang ke INC 5.2 guna membantu menyelesaikan pokok-pokok negosiasi yang rumit.<\/p>\n<p>Perjanjian tersebut harus mengarah pada penghapusan polusi plastik, termasuk di lingkungan laut, dan memicu transisi yang adil bagi semua, termasuk para pemulung.<\/p>\n<p>&ldquo;Karena ini adalah proses yang dipimpin oleh anggota, dan kita di sini hari ini untuk mendengarkan sudut pandang nasional tentang perbedaan dan kemungkinan konvergensi, saya tidak akan membahas secara rinci tiga pasal yang memerlukan kerja lebih lanjut,&ldquo; ujar Inger seperti dilansir di lamanvresmi UNEP.<\/p>\n<p>Inger menyebut adanya tiga isu yang memerlukan kerja keras untuk tercapainya ksepekatan, yaitu zat aditif dalam produk plastik, produksi dan konsumsi berkelanjutan serta pembiayaan, termasuk mekanisme keuangan dan penyelarasan arus keuangan.<\/p>\n<p>Lebih lanjut Inger memaparkan apa yang harus dilakukan perjanjian yang diharapkan dihasilkan dari INC 5.2 mendatang.<\/p>\n<p>&ldquo;Dengan mempertimbangkan sains, tugas perjanjian ini adalah untuk memicu perubahan besar dalam menghentikan polusi plastik, ujarnya.<\/p>\n<p>Dunia, lanjutnya, perlu memikirkan kembali, menolak, mengurangi, menggunakan kembali, mendaur ulang, dan mengisi ulang &ndash; dengan fokus nyata pada plastik yang berakhir di lingkungan, khususnya plastik sekali pakai dan berumur pendek. <br \/>Dia menegaskan penggunaan kembali atau guna ulang dapat menghindari pemborosan dan menghemat sumber daya yang berharga.<\/p>\n<p>Inger menekankan pentingnya kebijakan tentang Tanggung Jawab Produsen yang Diperluas dan target daur ulang.<\/p>\n<p>&ldquo;Kita memerlukan peningkatan transparansi, keterlacakan, dan pengungkapan (terkait produksi plastik, red),&ldquo; tandasnya.<\/p>\n<p>Masyarakat dunia perlu berinvestasi dalam pengelolaan limbah yang ramah lingkungan dan pembersihan sampah plastik masa lalu dan perlu menyediakan pendanaan untukitu.<\/p>\n<p>Di sini kita memerlukan pendanaan, transfer teknologi, dan pengembangan kapasitas &ndash; semua sarana pendukung implementasi.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&ldquo;Dan, yang relevan dengan pertemuan Konferensi Para Pihak dari Konvensi Basel, Rotterdam, dan Stockholm ini, kita perlu berpikir inovatif tentang bahan tambahan kimia dalam produk plastik, yang memiliki risiko kesehatan &ndash; yang sangat penting bagi desain produk plastik,&ldquo; ujarnya.<\/p>\n<p>Masyarakat global, menurut Inger, sudah semakin dekat pada lahirnya perjanjian terkait polusi plastik. Namun, dorongan besar tetap dibutuhkan agar perjanjian tersebut dapat diwujudkan.<\/p>\n<p>Selama tiga bulan ke depan, ujarnya, masyarakat global perlu membangun momentum di tingkat politik tertinggi dan bersatu di bawah payung besar dan menyelesaikan perbedaan dalam tiga area yang luar biasa.<\/p>\n<p>Dan, di INC-5.2, UNEP berharap dunia dapat mewujudkan visi resolusi UNEA, dan menyetujui instrumen yang menandai berakhirnya produksi plastik<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Direktur Eksekutif Program Lingkungan PBB (UNEP) Inger Andersen mengingatkan, perundingan antar negara dalam Intergovernmental Negotiating Committee (INC) 5.2 yang akan diselenggarakan tahun ini menjadi peluang untuk memperkuat komitmen global dalam mencari solusi terkait polusi plastik. Berbicara di pertemuan tingkat menteri Intergovernmental Negotiating Committee (INC) on Plastic Pollution Ministerial pada Kamis (1\/5\/2025) di Genewa, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":9046,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[777],"class_list":["post-9045","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-plastik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9045","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9045"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9045\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/9046"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9045"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9045"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9045"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}