{"id":9303,"date":"2026-07-30T01:18:43","date_gmt":"2026-07-30T01:18:43","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=9303"},"modified":"2026-07-30T01:18:43","modified_gmt":"2026-07-30T01:18:43","slug":"60-tahun-komplek-gedung-mpr-dpr-dpd-berawal-dari-mimpi-besar-presiden-soekarno","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=9303","title":{"rendered":"60 Tahun Komplek Gedung MPR\/DPR\/DPD: Berawal dari Mimpi Besar Presiden Soekarno"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Pada 19 April 2025 ini, Komplek Gedung MPR\/DPR\/DPD yang berlokasi di Senayan, Jakarta Pusat berusia tepat 60 tahun.<\/p>\n<p>Memperingati 60 tahun Komplek Gedung MPR\/DPR\/DPD, 7cloud.asia mengulas sejarah bangunan yang kini sering menjadi tujuan para demonstran untuk mengekspresikan aspirasinya.<\/p>\n<p>Salah satu gedung yang paling unik di Komplek MPR\/DPR\/DPD adalah Gedung Nusantara, yang memiliki makna filosofis merepresentasikan Indonesia. Bentuk kubah menyimbolkan kepakan sayap Garuda, lambang negara Indonesia.<\/p>\n<p>Sedangkan, dua struktur beton yang melewati kubah menyimbolkan cengkraman Garuda yang bermakna bahwa Indonesia dapat terbang tinggi melampaui bangsa-bangsa lain dengan tetap berpegang pada identitas dan jati dirinya.<\/p>\n<p>Secara teknis, bentuk atap Gedung Nusantara dibuat sedemikian rupa agar di dalam Ruang Sidang Paripurna I tidak ada tiang yang akan menghalangi pandangan peserta sidang serta agar tidak mengurangi kapasitas kursi di dalamnya.<\/p>\n<p>Belakangan, terjadi penambahan beberapa gedung baru, baik untuk Sekretariat Jenderal DPR, ruangan Anggota DPR, tempat ibadah, ruang terbuka hijau, dan lain sebagainya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/wisata\/245621285\/tur-spasiba-menelusuri-jejak-rusia-di-sudut-kota-jakarta\">Baca: Menelusuri jejak Rusia di Kota Jakarta<\/a><\/p>\n<p>Gedung Nusantara, Gedung Nusantara II, Gedung Nusantara III, Gedung Nusantara IV, dan Gedung Nusantara V telah&nbsp;ditetapkan menjadi Bangunan Cagar Budaya Tingkat Provinisi DKI Jakarta, sejak tahun 1993.<\/p>\n<p>Komplek MPR\/DPR\/DPD saat ini menjadi monumen hidup perjalanan demokrasi bangsa Indonesia. Komplek ini masih digunakan sebagai tempat rapat dan sidang para anggota DPR, DPD maupun MPR.<\/p>\n<p><strong>Berawal dari CONEFO<\/strong><br \/>Gedung MPR\/DPR\/DPD ini awalnya ditujukan sebagai sekretariat Conference of the Emerging Forces (CONEFO).<\/p>\n<p>CONEFO merupakan lembaga perserikatan bangsa-bangsa bentukan Presiden Soekarno yang memiliki spirit untuk meredam neo-kolonialisme dan neo-imperialisme, terutama dari negara- negara Barat.<\/p>\n<p>Salah satu Langkah awal yang dilakukan oleh Soekarno adalah membangun kawasan sekretariat CONEFO yang berfungsi sebagai tempat rapat dan bersidang para anggota CONEFO kelak.<\/p>\n<p>Presiden Soekarno kemudian memilih sebagian kawasan Senayan yang luasnya mencapai 80 hektare sebagai tempat sekretariat CONEFO.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/244370706\/upaya-merawat-gereja-imamnuel-salah-satu-gereja-tertua-di-jakarta\">Baca: Gereja Imamnuel salah satu gereja tertua di Jakarta<\/a><\/p>\n<p>Peletakan batu pertama pembangunan dilakukan pada 19 April 1965 atau bertepatan pada momentum peringatan sepuluh tahun penyelenggaraan Konferensi Asia- Afrika.<\/p>\n<p>Komplek CONEFO yang dirancang Soejoedi Wirjoatmodjo, Dpl.Ing ini mengusung konsep kepribadian bangsa Indonesia yang mampu menjawab tantangan zaman, dan megah.<\/p>\n<p>Presiden Soekarno, saat itu menunjuk arsitek-arsitek handal dari Indonesia untuk merancang Kompleks CONEFO. Dalam merancang bangunan ini, Soejoedi dibantu arsitek handal lain, seperti: Soetami, Slamet Wirasonjaya, dan Nurponco.<\/p>\n<p>Pembangunan Komplek CONEFO melibatkan banyak pekerja, baik profesional maupun sukarelawan. Tercatat, terdapat kurang lebih 27.000 tenaga yang membangun bangunan CONEFO ini.<\/p>\n<p>Banyaknya jumlah pekerja kemudian memunculkan istilah &ldquo;armada semut&rdquo;, karena jika dilihat dari kejauhan, ribuan pekerja tampak seperti semut yang bekerja.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/245182718\/pemprov-dki-jakarta-tetapkan-305-objek-menjadi-cagar-budaya-dalam-empat-tahun-terakhir\">Baca: 305 Objek jadi cagar budaya dalam empat tahun terakhir<\/a><\/p>\n<p>Kompleks CONEFO ditargetkan selesai pembangunannya pada 17 Agustus 1966. Namun, target tersebut tidak tercapai karena terdapat peristiwa G30S pada 30 September 1965.<\/p>\n<p>Peristiwa tersebut turut menyumbang dampak terhambatnya pembangunan Kompleks CONEFO. Pasca Peristiwa G30S, kekuasaan Soekarno tampak melemah dan mengakibatkan surutnya pergerakan CONEFO di kancah internasional.<\/p>\n<p>Lengsernya Soekarno berakibat pada mandeknya proyek Komplek CONEFO. Akhirnya, Soeharto yang memiliki kuasa lewat Supersemar, mengalihfungsikan Kompleks CONEFO menjadi Kompleks Parlemen pada 9 November 1966.<\/p>\n<p>Pembangunan terus berlanjut. Terdapat 4 gedung utama yang dibangun pada masa awal, yaitu: Gedung Konferensi, Gedung Sekretariat, Gedung Perjamuan, dan Gedung Pastjad.<\/p>\n<p>Akhirnya, pada 18 Maret 1968, Kompleks Parlemen dapat difungsikan sebagai tempat bersidang oleh Badan Pekerja MPRS untuk Sidang Umum ke-V.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Pada 19 April 2025 ini, Komplek Gedung MPR\/DPR\/DPD yang berlokasi di Senayan, Jakarta Pusat berusia tepat 60 tahun. Memperingati 60 tahun Komplek Gedung MPR\/DPR\/DPD, 7cloud.asia mengulas sejarah bangunan yang kini sering menjadi tujuan para demonstran untuk mengekspresikan aspirasinya. Salah satu gedung yang paling unik di Komplek MPR\/DPR\/DPD adalah Gedung Nusantara, yang memiliki makna [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":9304,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2876,2875],"class_list":["post-9303","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-conefo","tag-soekarno"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9303","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9303"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9303\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/9304"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9303"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9303"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9303"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}