{"id":9313,"date":"2026-07-30T01:18:45","date_gmt":"2026-07-30T01:18:45","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=9313"},"modified":"2026-07-30T01:18:45","modified_gmt":"2026-07-30T01:18:45","slug":"paus-fransiskus-meninggal-di-usia-88-tahun-dunia-kehilangan-tokoh-panutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=9313","title":{"rendered":"Paus Fransiskus Meninggal di Usia 88 Tahun: Dunia Kehilangan Tokoh Panutan"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Pemimpin&nbsp;tertinggi&nbsp;umat&nbsp;Katolik&nbsp;dunia,&nbsp;Paus Fransiskus, meninggal dunia pada Senin (21\/4\/2025) pagi waktu setempat di usia 88 tahun.<\/p>\n<p>Dikutip dari Apnews, wafatnya sang Paus Fransiskus&nbsp;diumumkan langsung oleh Kardinal Kevin Ferrell, camerlengo Vatikan.<\/p>\n<p>&ldquo;Pada pukul 7:35 pagi ini, Uskup Roma, Paus&nbsp;Fransiskus, telah kembali ke rumah Sang Bapa. Sepanjang hidupnya didedikasikan untuk pelayanan kepada Tuhan dan Gereja-Nya.&rdquo;<\/p>\n<p>Setelah pengumuman tersebut disampaikan, lonceng-lonceng gereja di menara-menara di seluruh Roma pun berbunyi sebagai tanda berkabung.<\/p>\n<p>Paus Fransiskus menderita penyakit paru-paru kronis dan pernah menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-paru saat masih muda.<\/p>\n<p>Pada tanggal 14 Februari 2025, Paus Fransiskus dirawat di Rumah Sakit Gemelli akibat krisis pernapasan yang berkembang menjadi pneumonia ganda.<\/p>\n<p>Paus Fransiskus menjalani perawatan selama 38 hari&mdash;periode rawat inap terpanjang selama masa kepausannya yang berlangsung selama 12 tahun.<\/p>\n<p>Sejak awal masa jabatannya sebagai paus dengan sapaan sederhana &ldquo;Buonasera&rdquo; (Selamat malam), hingga sikapnya yang terbuka terhadap para pengungsi dan kaum tertindas,<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/internasional\/245679173\/paus-fransiskus-dalam-kondisi-kritis-perayaan-jubilee-berlangsung-tanpa-kehadirannya\">Baca: Paus Fransiskus dalam kondisi kritis<\/a><\/p>\n<p>Paus Fransiskus adalah Paus pertama dalam sejarah yang berasal dari Amerika Latin dan dikenal dengan gaya hidupnya yang sederhana serta kepeduliannya terhadap kaum miskin,<\/p>\n<p>Dilansir islami.co, Paus Fransiskus membawa nuansa baru bagi kepausan. Ia menekankan kerendahan hati dibandingkan kesombongan dalam sebuah Gereja Katolik yang tengah menghadapi skandal dan tuduhan ketidakpedulian.<\/p>\n<p>Lahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio di Argentina, ia terpilih menjadi paus setelah pengunduran diri mengejutkan Paus Benediktus XVI pada tanggal 13 Maret 2013.<\/p>\n<p>Kehadirannya dianggap sebagai angin segar bagi institusi berusia lebih dari dua ribu tahun itu&mdash;yang mengalami penurunan pengaruh selama masa jabatan pendahulunya.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Sosok Paus Fransiskus terlibat dalam beberapa pertemuan penting dengan para pemimpin Islam dan dunia, serta mencerminkan komitmennya untuk membangun dialog antaragama.<\/p>\n<p>Ia percaya, agama bisa ikut menyumbang kepada dunia. Ia pun mengajak dunia untuk dialog, bukan perang sebagai alat negosiasi antar sesama manusia.<\/p>\n<p>&ldquo;Jangan lupa satu hal ini, peperangan adalah sebuah kekalahan. Permusuhan di antara kita adalah sebuah kekalahan untuk kita,&rdquo; katanya di Jakarta, Rabu, 4 September 2024.<\/p>\n<p>Paus Fransiskus juga dikenal sebagai sosok progresif ini tidak diam begitu saja meihat perang di Palestina. Pada Februari 2019 lalu, Paus Fransiskus melakukan kunjungan bersejarah ke Uni Emirat Arab.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/internasional\/245169080\/satu-tahun-konflik-gaza-paus-fransiskus-serukan-puasa-dan-doa-bersama\">Baca: Paus Fransiskus serukan puasa dan doa bersama untuk Palestina<\/a><\/p>\n<p>Di sana, ia bertemu dengan Sheikh Ahmed el-Tayeb, Imam Besar Al-Azhar. Saat itu, Paus Fransiskus dan Sheikh Ahmed el-Tayeb menandatangani sebuah dokumen penting bagi peradaban dunia.<\/p>\n<p>Dokumen ini juga jadi momen bagi agama-agama berfleksi, apakah agama bisa jadi solusi masa depan dunia atau justu sebaliknya: jadi masalah?<\/p>\n<p>Paus dan Sheikh Al-Azhar pun bersama-sama berdeklarasi, gandengan tangan dan menyuarakan testamen berjudul Dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama di Abu Dhabi.<\/p>\n<p>Sebuah Peristiwa yang bersejarah di era modern ini. Dokumen tersebut merupakan deklarasi bersama yang menekankan persaudaraan manusia, perdamaian, dan toleransi.<\/p>\n<p>Di dalamnya, Paus Fransiskus dan Sheikh el-Tayeb menyerukan kepada umat beragama di seluruh dunia untuk meninggalkan kekerasan dan ekstremisme, serta berkomitmen untuk mempromosikan persaudaraan, toleransi, dan koeksistensi damai.<\/p>\n<p>Bagi keduanya, agama-agama seharusnya menjadi sumber persatuan, bukan pemecah belah, dan bahwa setiap orang berhak hidup dalam damai, terlepas dari keyakinan mereka.<\/p>\n<p>Ada sejumlah poin penting dalam dokumen itu, yakni pengakuan atas hidup sebagai anugerah, komitmen dalam kebebasan bergama dan satu lagi adalah, penolakan terhadap kekerasan berbau agama.<\/p>\n<p>Satu poin lagi, untuk mencapai hal itu dan masuk poin selanjutnya, bagaimana dialog menjadi penting. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Pemimpin&nbsp;tertinggi&nbsp;umat&nbsp;Katolik&nbsp;dunia,&nbsp;Paus Fransiskus, meninggal dunia pada Senin (21\/4\/2025) pagi waktu setempat di usia 88 tahun. Dikutip dari Apnews, wafatnya sang Paus Fransiskus&nbsp;diumumkan langsung oleh Kardinal Kevin Ferrell, camerlengo Vatikan. &ldquo;Pada pukul 7:35 pagi ini, Uskup Roma, Paus&nbsp;Fransiskus, telah kembali ke rumah Sang Bapa. Sepanjang hidupnya didedikasikan untuk pelayanan kepada Tuhan dan Gereja-Nya.&rdquo; Setelah pengumuman [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":9314,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2775],"class_list":["post-9313","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-paus-fransiskus"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9313","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9313"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9313\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/9314"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9313"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9313"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9313"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}