{"id":9319,"date":"2026-07-30T01:18:46","date_gmt":"2026-07-30T01:18:46","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=9319"},"modified":"2026-07-30T01:18:46","modified_gmt":"2026-07-30T01:18:46","slug":"polemik-ijazah-palsu-jokowi-pembelajaran-bagi-penyelenggara-pemilu-saat-proses-verifikasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=9319","title":{"rendered":"Polemik Ijazah Palsu Jokowi: Pembelajaran Bagi Penyelenggara Pemilu Saat Proses Verifikasi"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Pengamat politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Devi Darmawan mengatakan, polemik ijazah Presiden Jokowi sebetulnya tidak lagi relevan untuk dipersoalkan, apalagi saat ini Jokowi sudah tak menjabat sebagai presiden.<\/p>\n<p>Bahkan, menurut dia, kalaupun dugaan&nbsp;ijazah palsu&nbsp;Jokowi&nbsp;terbukti&nbsp;benar,&nbsp;hal&nbsp;ini tidak akan mendelegitimasi keterpilihannya sebagai presiden selama dua periode.<\/p>\n<p>Namun, dia berharap, ke depan persoalan ijazah ini menjadi pembelajaran, terutama ketika menggelar perhelatan pemilu.<\/p>\n<p>Penyelenggara pemilu harus memastikan betul seluruh berkas administrasi para peserta adalah asli dan terverifikasi.<\/p>\n<p>Devi menduga terus bergulirnya isu ijazah palsu&nbsp;Jokowi ini berkaitan dengan ketidakpuasan sejumlah pihak terhadap kepemimpinan mantan politikus PDI Perjuangan tersebut.<\/p>\n<p>Terlebih kini, meskipun sudah tak menjabat, pengaruhnya masih cukup kuat di pemerintahan Prabowo Subianto. Ini terlihat dari kunjungan-kunjungan sejumlah menteri Prabowo ke kediaman Jokowi di Solo.<\/p>\n<p>&#8220;Ketidakpuasan itu kan bisa beragam ya, dan sekarang bentuknya menggoyang Jokowi secara personal atau menyerang secara hukum. Nah ini bisa dilihat dengan mengeluarkan isu-isu tentang ijazah palsu,&#8221; ujar Devi dikutip BBC Indonesia.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/245905011\/menyoal-tudingan-ijazah-palsu-jokowi-kejanggalan-yang-belum-terjawab\">Baca: Menyoal tudingan ijazah palsu Jokowi<\/a><\/p>\n<p>Dilansir BBC Indonesia, Devi menjelaskan, berdasarkan Undang-undang Pemilu setidaknya ada 20 poin persyaratan menjadi calon presiden\/wakil presiden.<\/p>\n<p>Khusus terkait pendidikan, undang-undang hanya menyebutkan paling rendah tamat sekolah menengah atas, madrasah aliyah, sekolah menengah kejuruan, madrasah aliyah kejuruan, atau sekolah lain yang sederajat.<\/p>\n<p>&#8220;Dan ijazah itu menjadi salah satu persyaratan administrasi. Selain itu ada masih banyak syarat lain yang jauh lebih relevan semisal tidak pernah dipidana, memiliki jiwa nasionalisme yang tidak mencederai NKRI&#8230;&#8221; papar Devi.<\/p>\n<p>&#8220;Kemudian tidak pernah melakukan perbuatan tercela, tidak sedang dinyatakan pailit berdasarkan putusan pengadilan.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Jadi syarat ijazah itu bukan satu-satunya unsur yang substansial.&#8221;<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&#8220;Selain itu Jokowi berhasil terpilih dengan suara mayoritas rakyat, sehingga legitimasinya sudah tidak bisa ditawar lagi.&#8221;<\/p>\n<p>Dengan sahnya legitimasi Jokowi sebagai presiden, sambung Devi, maka segala keputusan Jokowi semasa menjabat sebagai presiden juga sahih. Pasalnya semua kebijakan presiden, pasti ada peran dari para menteri-menterinya.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi tidak keputusan sendiri, kayak Keppres itu kan dibuat dengan dukungan dari segenap menteri-menterinya juga. Sudah atas persetujuan bersama.&#8221;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/245612317\/coretan-adili-jokowi-muncul-di-sejumlah-kota-ekspresi-ketidakpuasan-publik-pada-sepak-terjang-jokowi\">Baca: Ekspresi ketidakpuasan publik pada sepak terjang Jokowi<\/a><\/p>\n<p>Itu mengapa, bagi Devi, isu ijazah&nbsp;palsu&nbsp;Jokowi&nbsp;ini tidak lagi&nbsp;relevan, tak lagi penting dibahas, dan mesti disudahi.<\/p>\n<p>Adapun Jokowi, menurutnya, bisa segera menyudahi polemik ini dengan legowo. Caranya menunjukkan ijazah aslinya ke publik.<\/p>\n<p>Sebab, sikap Jokowi yang disebutnya kerap &#8220;tarik ulur&#8221; dalam menanggapi persoalan tersebut, secara tidak langsung ikut menyuburkan isu ini.<\/p>\n<p>&#8220;Minimal ijazah SMA ditunjukkan aslinya, agar isu ini tidak berlarut-larut.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Ijazah itu kemudian divalidasi oleh, mungkin, dinas pendidikan setempat dan menunjukkan seperti apa track record pendidikan yang dienyam oleh Jokowi.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Sepanjang Jokowi dan kuasa hukumnya membuktikan minimal ijazah SMA, dan bisa diverifikasi, seharusnya masalah ini clear.&#8221;<\/p>\n<p>Terlepas bahwa nanti pihak yang berseberangan masih tak percaya, kata Devi, hal itu sudah di luar kendali.<\/p>\n<p>Dan jika serangan atau bahkan tuduhan yang sama masih terlontar dan mengganggu Jokowi, dia bisa menggunakan jalur hukum sesuai koridornya.<\/p>\n<p>&#8220;Terserah puas atau tidak puas, yang penting sudah ditunjukkan.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Tapi menurut saya mereka juga tidak bisa semena-mena, kan ada hukumnya. Kalau berlanjut, tentu saja Jokowi sebagai tokoh politik yang berpengaruh bisa menempuh jalur hukum jika mencemarkan nama baiknya.&#8221;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/245488806\/ylbhi-beberkan-indikasi-tipe-korupsi-yang-dilakukan-jokowi-tak-harus-ada-aliran-dana-ke-rekeningnya\">Baca: Indikasi tipe korupsi yang dilakukan Jokowi<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Pengamat politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Devi Darmawan mengatakan, polemik ijazah Presiden Jokowi sebetulnya tidak lagi relevan untuk dipersoalkan, apalagi saat ini Jokowi sudah tak menjabat sebagai presiden. Bahkan, menurut dia, kalaupun dugaan&nbsp;ijazah palsu&nbsp;Jokowi&nbsp;terbukti&nbsp;benar,&nbsp;hal&nbsp;ini tidak akan mendelegitimasi keterpilihannya sebagai presiden selama dua periode. Namun, dia berharap, ke depan persoalan ijazah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":9320,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1201,1029],"class_list":["post-9319","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-ijazah-palsu","tag-jokowi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9319","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9319"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9319\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/9320"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9319"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9319"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9319"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}