{"id":9375,"date":"2026-07-30T01:18:59","date_gmt":"2026-07-30T01:18:59","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=9375"},"modified":"2026-07-30T01:18:59","modified_gmt":"2026-07-30T01:18:59","slug":"evakuasi-warga-gaza-justru-ancaman-bagi-masa-depan-palestina","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=9375","title":{"rendered":"Evakuasi Warga Gaza Justru Ancaman Bagi Masa Depan Palestina"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Presiden Prabowo Subianto pada 9 April 2025 mengumumkan rencana evakuasi 1.000 warga Palestina dari Jalur Gaza ke Indonesia.<\/p>\n<p>Mereka yang akan dievakuasi adalah korban luka, anak-anak yatim piatu, dan warga sipil yang mengalami trauma akibat agresi Israel.<\/p>\n<p>Pernyataan ini disampaikan langsung dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sesaat sebelum Prabowo memulai kunjungan diplomatik ke lima negara Timur Tengah: Uni Emirat Arab, Turki, Mesir, Qatar, dan Yordania.<\/p>\n<p>Langkah ini langsung menjadi sorotan publik di Indonesia. Banyak masyarakat yang mendukung rencana tersebut, mengingat solidaritas terhadap rakyat Palestina memang mengakar kuat di masyarakat Indonesia.<\/p>\n<p>Di permukaan, evakuasi ini tampak sejalan dengan politik luar negeri Indonesia yang konsisten mendukung Palestina. Namun, dari perspektif politik dalam negeri, evakuasi ini sebenarnya bukanlah solusi permanen untuk membantu Palestina.<\/p>\n<p>Justru, secara tidak sadar, langkah ini berpotensi melemahkan posisi warga Gaza dalam perjuangan atas hak dan tanah air mereka.<\/p>\n<p>Komunitas internasional bisa menganggap bahwa penduduk Gaza diselamatkan dan direlokasi, padahal sebenarnya mereka punya hak atas wilayahnya. Hal ini akan menguntungkan narasi Israel yang selama ini ingin mengosongkan Gaza dari warganya.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/245886092\/suaka-menolak-rencana-evakuasi-warga-gaza-ke-indonesia\">SUAKA Menolak Rencana Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Bukan solusi permanen<\/strong><br \/>Menurut International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC), evakuasi adalah pemindahan sementara warga sipil dari daerah berbahaya ke tempat yang lebih aman. Evakuasi kemanusiaan merupakan bagian dari tanggap darurat konflik.<\/p>\n<p>Namun, evakuasi hanya sah jika dilakukan secara sukarela, bersifat sementara, dan tidak menghapus hak untuk kembali.<\/p>\n<p>Hukum internasional juga menegaskan bahwa evakuasi tidak boleh menggantikan tanggung jawab negara pendudukan untuk melindungi warga sipil. Evakuasi adalah langkah terakhir, bukan pengganti resolusi politik.<\/p>\n<p>Dalam konteks Gaza, jika tidak dibarengi kerangka jangka panjang dan jaminan pemulihan hak-hak rakyat Palestina, evakuasi bisa berubah menjadi solusi semu, bahkan memperkuat status pengungsian mereka secara permanen.<\/p>\n<p>Jika tetap ingin mengevakuasi warga Gaza, Indonesia harus memastikan bahwa kebijakan ini tidak melemahkan hak-hak dasar rakyat Palestina atas tanah air, termasuk hak untuk kembali, serta tetap mendorong penyelesaian politik yang adil.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/internasional\/245654641\/negara-negara-arab-tolak-usulan-trump-agar-amerika-ambil-alih-gaza\">Negara-negara Arab Tolak Usulan Trump Agar Amerika Ambil Alih Gaza<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Pergeseran dari &lsquo;hak kembali&rsquo; menjadi &lsquo;pemukiman ulang&rsquo;<\/strong><br \/>Resolusi Majelis Umum PBB 194 menegaskan bahwa pengungsi Palestina harus diizinkan kembali ke rumah mereka.<\/p>\n<p>Namun nyatanya, hingga tahun 2025, hak ini masih terus ditolak oleh Israel. Faktanya, tidak ada satu pun dari ratusan resolusi PBB yang menjamin hak kembali pengungsi Palestina yang pernah dilaksanakan.<\/p>\n<p>Dengan membawa warga Gaza ke negara ketiga seperti Indonesia, ada risiko fokus dunia internasional yang bergeser. Dari &ldquo;repatriasi&rdquo; (pemulangan) menjadi &ldquo;resettlement&rdquo; (pemukiman ulang).<\/p>\n<p>Ini bertentangan dengan prinsip Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) yang menekankan bahwa hak untuk kembali tidak boleh dikorbankan.<\/p>\n<p>Pengosongan wilayah dari penduduk sipil&mdash;meski bersifat sementara&mdash;dapat menjadi dalih untuk perubahan demografi secara paksa. Ini bukan hal baru.<\/p>\n<p>Pasca 1948 (Nakba), jutaan warga Palestina terusir dari tanahnya. Hingga tahun 2023, Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mencatat lebih dari lima juta pengungsi Palestina tersebar di kamp-kamp pengungsian tanpa kepastian kembali.<\/p>\n<p>Selain itu, evakuasi juga bisa mengurangi tekanan terhadap Israel. Dengan warga sipil &ldquo;diamankan&rdquo; oleh negara-negara ketiga, negara pendukung Israel seperti Amerika Serikat (AS) dapat mengklaim bahwa masalah kemanusiaan telah tertangani.<\/p>\n<p>Mereka juga&nbsp;dapat&nbsp;berdalih bahwa tidak ada lagi urgensi untuk menghentikan agresi militer atau mengadili pelanggaran hak asasi manusia.<\/p>\n<p><strong>Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation, Penulis: Ayu Anastasya Rachman (Dosen Hubungan Internasional, Universitas Bina Mandiri Gorontalo) <\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Presiden Prabowo Subianto pada 9 April 2025 mengumumkan rencana evakuasi 1.000 warga Palestina dari Jalur Gaza ke Indonesia. Mereka yang akan dievakuasi adalah korban luka, anak-anak yatim piatu, dan warga sipil yang mengalami trauma akibat agresi Israel. Pernyataan ini disampaikan langsung dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sesaat sebelum Prabowo memulai kunjungan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":9376,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1929,400],"class_list":["post-9375","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-evakuasi","tag-palestina"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9375","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9375"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9375\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/9376"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9375"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9375"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9375"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}