{"id":9548,"date":"2026-07-30T01:19:56","date_gmt":"2026-07-30T01:19:56","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=9548"},"modified":"2026-07-30T01:19:56","modified_gmt":"2026-07-30T01:19:56","slug":"mengintip-bagaimana-kota-kota-di-jepang-mengelola-sampah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=9548","title":{"rendered":"Mengintip Bagaimana Kota-kota di Jepang Mengelola Sampah"},"content":{"rendered":"<p> <!--img1--> <\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Aturan soal sampah berbeda di masing-masing negara dan wilayah. Di Jepang, pembuangan sampah merupakan hal yang dianggap sangat serius.<\/p>\n<p>Sejak tahun 1990-an, pemerintah Jepang mematok target nasional untuk tidak menumpuk sampah di tempat pembuangan akhir. Saat itu mereka juga berambisi mengurangi sampah dan mempromosikan daur ulang.<\/p>\n<p>Dilansir BBC Indonesia, masing-masing pemerintah daerah menyelaraskan target nasional Jepang tersebut dengan cara mereka berbeda.<\/p>\n<p>Di Fukushima, kantong sampah harus diletakkan di tempat pengumpulan setiap pagi pukul 08.30. Namun, warga dilarang mengumpulkan sebelum waktu yang ditentukan.<\/p>\n<p>Berbagai jenis sampah dipilah berdasarkan jenisnya&mdash;mudah terbakar, tidak mudah terbakar, dan dapat didaur ulang.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/244073063\/perkenalkan-kamikatsu-kota-tanpa-sampah-yang-menjadikan-tempat-daur-ulang-sebagai-pusat-komunitas\">Baca: Kamikatsu kota di Jepang yang dikenal minim sampah<\/a><\/p>\n<p>Masing-masing jenis sampah dikumpulkan pada waktu yang berbeda. Warga yang ingin membuang sampah barang-barang dengan ukuran melebihi ketentuan&mdash;seperti peralatan rumah tangga dan mebel&mdash;wajib membuat jadwal khusus untuk membuang sampah-sampah tersebut.<\/p>\n<p>Salah satu kota di Jepang yang paling ambisius dalam mengelola sampah adalah Kota Kamikatsu. Warga di kota itu merasa bangga karena mereka memilah sampah menurut 45 kategori.<\/p>\n<p>Sementara itu, pemerintah Prefektur Kagoshima mewajibkan penduduk menulis nama di kantong sampah mereka.<\/p>\n<p>Dua tahun lalu kota Chiba menguji coba sistem berbasis kecerdasan buatan guna membantu warga membuang sampah dengan benar.<\/p>\n<p>Terakhir Kota Fukushima menerapkan sanksi yang ketat kepada warganya yang tidak tertib mengelola sampahnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/24924087\/cara-mudah-memilah-sampah-dari-rumah-tanpa-ribet\">Baca: Cara mudah memilah sampah dari rumah<\/a><\/p>\n<p>Kota Fukushima bakal menerapkan kebijakan yang lebih ketat dengan mengumumkan nama pelanggar aturan soal sampah di situs pemerintah kota.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Mulai Maret 2025, petugas kebersihan di Fukushima akan memeriksa kantong-kantong sampah yang dinilai melanggar aturan&mdash;seperti sampah yang belum disortir dengan benar, atau ukuran sampah yang melebihi batas&mdash;dan dalam beberapa kasus mengungkap pemiliknya secara publik.<\/p>\n<p>Tahun lalu, Fukushima melaporkan lebih dari 9.000 kasus sampah yang tidak sesuai peraturan.<\/p>\n<p>Menurut media setempat, Fukushima diyakini sebagai kota pertama di Jepang yang berencana untuk mengungkap nama individu dan pelaku usaha yang melanggar ketentuan soal sampah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Aturan soal sampah berbeda di masing-masing negara dan wilayah. Di Jepang, pembuangan sampah merupakan hal yang dianggap sangat serius. Sejak tahun 1990-an, pemerintah Jepang mematok target nasional untuk tidak menumpuk sampah di tempat pembuangan akhir. Saat itu mereka juga berambisi mengurangi sampah dan mempromosikan daur ulang. Dilansir BBC Indonesia, masing-masing pemerintah daerah menyelaraskan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":9549,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[395,37],"class_list":["post-9548","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-jepang","tag-sampah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9548","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9548"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9548\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/9549"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9548"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9548"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9548"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}