{"id":9550,"date":"2026-07-30T01:19:57","date_gmt":"2026-07-30T01:19:57","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=9550"},"modified":"2026-07-30T01:19:57","modified_gmt":"2026-07-30T01:19:57","slug":"kota-di-eropa-dorong-warganya-pelihara-ayam-untuk-atasi-limbah-makanan-rumah-tangga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=9550","title":{"rendered":"Kota di Eropa Dorong Warganya Pelihara Ayam untuk Atasi Limbah Makanan Rumah Tangga"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Sekitar Paskah pada 2015, otoritas kota Colmar di Prancis mulai membagikan ayam gratis kepada penduduknya. Tujuannya, untuk mengurangi limbah makanan yang dihasilkan rumah tangga.<\/p>\n<p>Proyek ini telah direncanakan sejak lama dan akhirnya diluncurkan oleh departemen pengumpulan sampah di kota yang berada di timur laut Prancis itu.<\/p>\n<p>Semua ini berawal dari Gilbert Meyer yang terpilih kembali sebagai presiden wilayah aglomerasi Colmar (jabatan yang mirip dengan wali kota) pada 2014. Waktu itu dia memiliki slogan &#8220;satu keluarga, satu ayam betina&#8221;, yang bertujuan untuk mendorong warga untuk memelihara seekor ayam.<\/p>\n<p>Tahun berikutnya, proyek ini diluncurkan, bekerja sama dengan dua peternakan ayam. Warga didorong untuk bisa membuat ayam bertelur, sehingga menghasilkan telur gratis. Upaya memelihara ayam akan segera membuahkan hasil.<\/p>\n<p>Lebih dari 200 rumah di empat kota mendaftar dan masing-masing diberi dua ayam&ndash;baik ayam merah (poulet rouge) atau ayam alsace, ras kuno dan lokal.<\/p>\n<p>Setiap rumah tangga menandatangani perjanjian untuk memelihara ayam. Di dalamnya juga terdapat kesepakatan bahwa departemen sampah dapat melakukan pemeriksaan mendadak atas kesejahteraan hewan kapan saja.<\/p>\n<p>Kandang ayam tidak disediakan; warga sendiri yang harus membangun atau membeli kandang. Pihak departemen memastikan bahwa setiap rumah memiliki ruang yang cukup untuk ayam, antara delapan sampai 10 meter persegi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244044434\/peternakan-ayam-petelur-tanpa-sangkar-cara-baru-yang-lebih-memperhatikan-kesejahteraan-hewan\">Baca: Peternakan ayam petelur tanpa sangkar<\/a><\/p>\n<p><strong>Skema ini sukses dan masih berlangsung.<\/strong><br \/>&#8220;Selama bertahun-tahun, kota lain telah bergabung dan sejak 2022, ada 20 kota di aglomerasi telah berpartisipasi,&#8221; kata Eric Straumann, presiden wilayah aglomerasi Colmar saat ini.<\/p>\n<p>Hingga saat ini, 5.282 ayam betina telah didistribusikan kepada warga setempat. Saat ini telah dibuka pendaftaran untuk putaran distribusi berikutnya pada Juni 2025.<\/p>\n<p>Dengan memelihara ayam, warga tidak hanya menerima pasokan telur gratis yang melimpah, tetapi limbah makanan juga teratasi. Sebab, ayam-ayam itu diberi makan dari limbah dapur.<\/p>\n<p>&#8220;Mengingat seekor ayam betina memiliki harapan hidup rata-rata empat tahun dan mengonsumsi 150 gram limbah dari bahan organik per hari, kami memperkirakan bisa mengendalikan 273,35 ton limbah dari bahan organik [sejak 2015] yang tidak menumpuk di tempat pembuangan akhir,&#8221; kata Straumann.<\/p>\n<p>Limbah makanan menyumbang emisi metana lebih banyak ke atmosfer daripada bahan-bahan lain yang dibuang ke tempat pembuangan akhir karena tingkat pembusukannya yang cepat.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243112288\/masalah-lingkungan-terbesar-2023-limbah-makanan\">Baca: Limbah makanan picu masalah serius pada lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Di AS, sekitar 58 persen&nbsp;emisi metana yang dilepaskan ke atmosfer dari tempat pembuangan sampah berasal dari limbah makanan.<\/p>\n<p>Meskipun berumur lebih pendek di atmosfer daripada karbon dioksida (CO2), metana memiliki dampak pemanasan global lebih dari 80 kali lebih tinggi daripada CO2 selama periode 20 tahun.<\/p>\n<p>Sekitar sepertiga makanan yang diproduksi untuk manusia hilang atau terbuang secara global, mencapai 1,3 miliar ton per tahun.<\/p>\n<p>Kehilangan dan pemborosan makanan menyumbang 8-10 persen dari emisi gas rumah kaca global tahunan&ndash;yang hampir lima kali total emisi dari sektor penerbangan.<\/p>\n<p>Meskipun pemilik ayam di Inggris telah disarankan untuk menghindari memberi makan ayam dengan sisa-sisa sampah dapur karena kekhawatiran tentang penyebaran penyakit, hal itu sepenuhnya legal untuk dilakukan di tempat lain di dunia.<\/p>\n<p>Cara itu juga dapat membawa dampak yang berarti dalam mengurangi limbah makanan dan memulai siklus yang menguntungkan semua orang.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244952567\/fakta-mengerikan-dampak-sampah-makanan-pada-lingkungan\">Baca: Dampak limbah makanan pada lingkungan<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Diusulkan dengan tujuan mengurangi limbah makanan, ayam memungkinkan untuk mempromosikan praktik ekonomi sirkular tradisional yang masih relevan saat ini, terutama di desa-desa, dan yang sekarang berkembang bahkan di daerah perkotaan: ayam yang diberi makan limbah makanan kita, sebagai imbalannya memberi kita telur segar,&#8221; kata Straumann.<\/p>\n<p>Manfaat tambahan adalah bahwa ayam dapat mengajarkan anak-anak di Colmar tentang hewan dan pentingnya melindungi alam, tambahnya.<\/p>\n<p>Colmar bukan satu-satunya kota yang membagikan ayam gratis&mdash;juga bukan yang pertama melakukannya.<\/p>\n<p>Pada 2012 di kota kecil lain di barat laut Prancis yang disebut Pinc&eacute;, setiap rumah tangga ditawari dua ayam untuk membantu mereka mengurangi limbah organik.<\/p>\n<p>&#8220;Awalnya itu lelucon, tetapi kemudian kami menyadari itu adalah ide yang sangat bagus,&#8221; kata Lydie Pasteau, wali kota Pinc&eacute;, kepada media lokal saat itu.<\/p>\n<p>Sebanyak 31 keluarga diberi ayam, bersama dengan sekantong pakan. Pasteau menyebut skema itu sebagai kesuksesan yang &#8220;mengejutkan&#8221;.<\/p>\n<p>Di Belgia, ayam telah dibagikan di kota-kota Mouscron dan Antwerp serta provinsi Limburg, meskipun warga harus menandatangani perjanjian untuk tidak memakan ayam selama setidaknya dua tahun.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/24682925\/ini-yang-bisa-kita-lakukan-untuk-kurangi-sampah-makanan\">Baca: Yang bisa diakukan untuk kurangi limbah makanan<\/a><\/p>\n<p>Lebih dari 2.500 keluarga mengadopsi ayam betina dalam satu tahun saja di Limburg, menurut beberapa laporan. Sementara di Mouscron, 50 pasang ayam dibagikan pada putaran kedua skema tersebut, setelah pemberian awal sukses.<\/p>\n<p>Warga harus membuktikan bahwa mereka memiliki ruang yang cukup di kebun mereka untuk memelihara ayam. Setelah itu, mereka baru diberi instruksi dasar tentang pemeliharaan ayam.<\/p>\n<p>Secara teori, skema ini tampak seperti ide yang bagus, terutama di bagian dunia di mana telur langka atau sangat mahal.<\/p>\n<p>Di California atau New York, misalnya, selusin telur berharga sekitar USD$9 (senilai Rp149.000 dengan kurs Maret 2025).<\/p>\n<p>Karena beberapa ras ayam dapat bertelur hingga 300 telur setiap tahun, satu ayam dapat menghasilkan telur senilai hingga $225 (senilai Rp3,7 juta setiap tahun).<\/p>\n<p>Namun dalam praktiknya, Paul Behrens, seorang profesor di Universitas Oxford yang berfokus pada sistem pangan, mengatakan ada beberapa hambatan yang menghalangi.<\/p>\n<p>&#8220;Saya yakin itu bisa dilakukan di Inggris tetapi saya tidak yakin itu ide yang bagus,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>&#8220;Flu burung adalah kekhawatiran yang selalu ada. Peraturan saat ini berarti Anda harus memelihara ayam di area berpagar atau di dalam ruangan&mdash;ini mungkin menjadi masalah lagi untuk kesejahteraan hewan, atau bahkan penyebaran penyakit jika orang tidak melakukannya.&#8221;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Sekitar Paskah pada 2015, otoritas kota Colmar di Prancis mulai membagikan ayam gratis kepada penduduknya. Tujuannya, untuk mengurangi limbah makanan yang dihasilkan rumah tangga. Proyek ini telah direncanakan sejak lama dan akhirnya diluncurkan oleh departemen pengumpulan sampah di kota yang berada di timur laut Prancis itu. Semua ini berawal dari Gilbert Meyer yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":9551,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2936,10,888],"class_list":["post-9550","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-ayam","tag-kota","tag-limbah-makanan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9550","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9550"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9550\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/9551"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9550"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9550"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9550"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}