{"id":9586,"date":"2026-07-30T01:20:08","date_gmt":"2026-07-30T01:20:08","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=9586"},"modified":"2026-07-30T01:20:08","modified_gmt":"2026-07-30T01:20:08","slug":"gerebeg-ketupat-cara-pemkab-magelang-ramaikan-lebaran-ketupat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=9586","title":{"rendered":"Gerebeg Ketupat: Cara Pemkab Magelang Ramaikan Lebaran Ketupat"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang tahun ini menyelenggarakan sekaligus mengangkat budaya Gerebeg Ketupat yang dibanjiri masyarakat sekitar.<\/p>\n<p>Gelaran Gerebeg Ketupat ini dilaksanakan di lapangan drh. Soepardi, Mungkid, Magelang pada Minggu (6\/4\/2025).&nbsp;Ribuan warga antusias meramaikan Gerebeg Ketupat ini dan tanpa segan berebut lima gunungan selongsong ketupat yang berisi uang tunai dan berbagai macam voucher.<\/p>\n<p>Sebelum aba-aba gunungan selongsong ketupat untuk diperebutkan, warga terlebih dahulu berebut. Kurang lebih pukul 11.39 waktu Indonesia Barat, puncak acara Gerebeg Ketupat dimulai.<\/p>\n<p>Ada lima gunungan selongsong ketupat terdiri dua gunungan besar ukuran 2 meteran. Kemudian, tiga lainnya gunungan ukuran kecil.<\/p>\n<p>Dalam lima gunungan tersebut berisi sekitar 6 ribu selongsong ketupat. Tidak ada nasi di dalam ketupat itu, namun justru berisi uang tunai dari Rp5 ribu sampai Rp100 ribu. Selain itu, ada juga berbagai voucher.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/244531141\/seperti-ini-penjelasannya-mengapa-ketupat-menjadi-hidangan-wajib-saat-idul-fitri\">Baca: Mengapa ketupat menjadi hidangan wajib saat Lebaran<\/a><\/p>\n<p>Gunungan ketupat diarak dari Rumah Dinas Bupati Magelang. Selain itu, ada juga gunungan ketupat yang diarak dari Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Kabupaten Magelang.<\/p>\n<p>Bupati Magelang Grengseng Pamuji di Magelang mengatakan bahwa sebelumnya kegiatan Gerebeg Ketupat ini sudah berjalan di Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan setiap tahunnya.<\/p>\n<p>Namun demikian, di tahun ini budaya Gerebeg Ketupat oleh Pemerintah Kabupaten Magelang dilaksanakan di tingkat Kabupaten Magelang, sehingga dapat menjangkau masyarakat lebih luas.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi mulai hari ini insyaallah Gerebeg Ketupat akan menjadi agenda rutin tahunan di Kabupaten Magelang,&#8221; katanya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/244512843\/menggali-makna-mudik-lebaran-ternyata-sudah-dikenal-lama\">Baca: Mudik Lebaran bukan sekadar pulang kampung<\/a><\/p>\n<p>Ia berharap, kegiatan Gerebeg Ketupat ini dapat berdampak positif dan meningkatkan partisipasi masyarakat, utamanya di bidang UMKM sehingga roda perekonomian masyarakat dapat terus berputar dan lebih berkembang.<\/p>\n<p>Dia berharap kegiatan ini juga bisa berdampak positif di sektor pariwisata&nbsp;di&nbsp;Magelang.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Menurut dia, ini adalah momentum untuk mendorong wilayah Borobudur menjadi destinasi wisata nasional yang tidak hanya tergantung oleh keberadaan Candi Borobudur saja.<\/p>\n<p>Karena kegiatan Gerebeg Ketupat ini baru pertama kali dilaksanakan di tingkat Kabupaten Magelang, maka masih perlu dilakukan evaluasi oleh penyelenggara agar lebih baik di tahun-tahun yang akan datang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang tahun ini menyelenggarakan sekaligus mengangkat budaya Gerebeg Ketupat yang dibanjiri masyarakat sekitar. Gelaran Gerebeg Ketupat ini dilaksanakan di lapangan drh. Soepardi, Mungkid, Magelang pada Minggu (6\/4\/2025).&nbsp;Ribuan warga antusias meramaikan Gerebeg Ketupat ini dan tanpa segan berebut lima gunungan selongsong ketupat yang berisi uang tunai dan berbagai macam voucher. Sebelum [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":9587,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2945,2944],"class_list":["post-9586","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-gerebeg-ketupat","tag-magelang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9586","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9586"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9586\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/9587"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9586"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9586"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9586"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}