{"id":9649,"date":"2026-07-30T01:20:28","date_gmt":"2026-07-30T01:20:28","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=9649"},"modified":"2026-07-30T01:20:28","modified_gmt":"2026-07-30T01:20:28","slug":"jalur-pendakian-gunung-rinjani-kembali-dibuka-pendaki-diminta-taati-sop","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=9649","title":{"rendered":"Jalur Pendakian Gunung Rinjani Kembali Dibuka, Pendaki Diminta Taati SOP"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Jalur pendakian Gunung Rinjani di Lombok,&nbsp;Nusa Tenggara Barat, resmi kembali dibuka pada Kamis (3\/4\/2025).&nbsp;Pengumuman kembali dibukanya jalur pendakian Gunung Rinjani telah dilakukan sejak Maret lalu.<\/p>\n<p>Semua jalur pendakian resmi di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dibuka, yakni jalur Senaru, Torean, Sembalun, Timbanuh, Tetebatu, dan Aik Berik.<\/p>\n<p>Namun demikian, para pendaki diingatkan untuk mematuhi aturan dan menjaga keindahan alam di Gunung Rinjani.<\/p>\n<p>&#8220;Saya ingin memberikan kabar gembira bahwa pada tanggal 3 April, para pecinta alam, para pendaki gunung dapat kembali menikmati keindahan Gunung Rinjani,&#8221; kata Menhut Raja Antoni dalam pernyataan tertulisnya pada Kamis.<\/p>\n<p>Jalur pendakian Gunung Rinjani sudah ditutup sejak 1 Januari 2025. Penutupan itu sebelumnya dilakukan berdasarkan peringatan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta adanya pemulihan ekosistem di kawasan Gunung Rinjani.<\/p>\n<p>Menhut mengatakan bahwa setelah tiga bulan ada peringatan dari BMKG untuk tidak melakukan pendakian dan juga proses pemulihan ekosistem, maka jalur tersebut akhirnya diputuskan untuk dibuka pada 3 April bagi para pecinta alam dan pendaki gunung untuk kembali menikmati keindahan Gunung Rinjani.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/wisata\/245448676\/pendakian-gunung-rinjani-mengancam-kelestarian-lingkungan\">Baca: Pendakian Gunung Rinjani ancam kelestarian lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Namun, dia meminta para pendaki untuk terus mematuhi SOP pendakian dan mengikuti aturan dari Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).<\/p>\n<p>Ia juga mengingatkan agar para&nbsp;pendaki&nbsp;Gunung&nbsp;Rinjani&nbsp;tidak berkompromi dengan keamanan dan keselamatan.<\/p>\n<p>&#8220;Mohon tetap tidak berkompromi terhadap keamanan dan keselamatan, ikuti terus perintah, aturan dari kawan-kawan kami di Taman Nasional Gunung Rinjani,&#8221; ujar Menhut.<\/p>\n<p>Tidak hanya itu, dia juga mengimbau para pendaki agar tidak membuang sampah&nbsp;sembarangan&nbsp; dan&nbsp; diharapkan mendukung &#8216;program zero waste&#8217;. Hal itu bertujuan agar seluruh pihak ikut menjaga keindahan alam Rinjani.<\/p>\n<p>&#8220;Terakhir jangan lupa untuk membuang sampah pada tempatnya, jangan sampai Gunung Rinjani kita yang indah justru nanti terkenal karena gunungan sampah, akibat para pendaki nakal yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Sekali lagi selamat mendaki Gunung Rinjani,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) juga mengingatkan para wisatawan atau pendaki untuk mematuhi prosedur operasional standar (SOP) pendakian di kawasan Gunung Rinjani.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245047739\/geopark-rinjani-dan-taman-nasional-gunung-rinjani-tngr-gelar-rinjani-zero-waste-mountain-camp\">Baca: Pengelola Gunung Rinjani gelar Rinjani Zero Waste Mountain Camp<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Saat ini jalur pendakian di kawasan Gunung Rinjani Lombok, NTB pada 2025 mulai dibuka,&#8221; kata Kepala Balai TNGR NTB Yarman di Mataram, Selasa (1\/4\/2025).<\/p>\n<p>Ia mengatakan pendakian adalah petualangan, tapi juga tanggung jawab sebagai pengunjung yang bijak, diharapkan mematuhi standar operasional prosedur pendakian Gunung Rinjani adalah langkah pertama untuk memastikan keselamatan.<\/p>\n<p>Ditambahkan, tujuan SOP pendakian adalah untuk menjadi pedoman bagi setiap pendaki untuk memastikan perjalanan yang aman. Juga untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan bahaya serta mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem yang rapuh di Rinjani<\/p>\n<p>&#8220;Aturan bukanlah pembatas, melainkan pelindung yang memberi semua kebebasan untuk menikmati hidup dengan aman,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Dengan mengikuti SOP ini, diharapkan bersama-sama menciptakan pengalaman pendakian yang lebih aman, nyaman dan penuh penghargaan terhadap alam.<\/p>\n<p>&#8220;Jangan hanya mendaki, tapi juga jaga keindahan Rinjani untuk generasi mendatang,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Sementara itu, untuk booking pada jalur wisata pendakian Sembalun, Senaru dan Torean yang totalnya 400 orang per hari sudah penuh mulai tanggal 3-10 April 2025.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244972367\/riset-aktivitas-wisatawan-akibatkan-kawasan-wisata-bromo-makin-rawan-banjir\">Baca: Aktivitas wisatawan bikin Kawasan Wisata Bromo rawan banjir<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Jalur pendakian Gunung Rinjani di Lombok,&nbsp;Nusa Tenggara Barat, resmi kembali dibuka pada Kamis (3\/4\/2025).&nbsp;Pengumuman kembali dibukanya jalur pendakian Gunung Rinjani telah dilakukan sejak Maret lalu. Semua jalur pendakian resmi di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dibuka, yakni jalur Senaru, Torean, Sembalun, Timbanuh, Tetebatu, dan Aik Berik. Namun demikian, para pendaki diingatkan untuk mematuhi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":9650,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2275,17,2276],"class_list":["post-9649","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-gunung-rinjani","tag-lingkungan","tag-pendakian"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9649","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9649"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9649\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/9650"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9649"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9649"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9649"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}