{"id":9661,"date":"2026-07-30T01:20:32","date_gmt":"2026-07-30T01:20:32","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=9661"},"modified":"2026-07-30T01:20:32","modified_gmt":"2026-07-30T01:20:32","slug":"walhi-banjir-di-kota-jambi-akibat-pengelolaan-lingkungan-yang-salahi-aturan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=9661","title":{"rendered":"Walhi: Banjir di Kota Jambi Akibat Pengelolaan Lingkungan yang Salahi Aturan"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Dalam beberapa pekan terakhir ini, sejumlah kawasan perumahan di Kota Jambi dilanda banjir dengan ketinggian mencapai setengah meter.<\/p>\n<p>Setiap kali hujan deras mengguyur selama satu jam lebih, hampir&nbsp;dipastikan banjir menggenangi pemukiman warga di ibu kota provinsi Jambi tersebut.&nbsp;Banjir ini, selain diakibatkan meluapnya Sungai Batanghari juga karena drainase yang buruk.<\/p>\n<p>Pada pertengahan Maret lalu misalnya, sebanyak 1.279 kepala keluarga (KK) di kota Jambi terdampak banjir dengan jumlah warga mencapai 4.755 jiwa.<\/p>\n<p>Banjir terjadi di tujuh kecamatan di&nbsp;mana terdapat 24 kelurahan yang&nbsp;terdampak,&nbsp;sehingga Pemerintah Kota Jambi menetapkan status darurat bencana.<\/p>\n<p>Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jambi menyebutkan bencana banjir yang melanda di permukiman di beberapa sudut Kota Jambi ini akibat pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) yang keliru.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245740863\/greenpeace-banjir-jabodetabek-jadi-bukti-nyata-ancaman-krisis-iklim\">Baca: Banjir Jabodetabek bukti nyata ancaman perubahan iklim dan kerusakan lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Direktur Walhi Jambi Abdullah Selasa (1\/4\/2025) mengatakan banjir yang menerjang perumahan warga di beberapa sudut kota Jambi ini merupakan dampak dari pengelolaan Sumber Daya Alam yang serampangan.<\/p>\n<p>Abdullah mengingatkan, ancaman bencana lain yang bisa saja terjadi kapan saja sebagai dampak dari pengelolaan sumber daya alam yang serampangan dan tidak mematuhi kaidah pengelolaan lingkungan hidup.<\/p>\n<p>&ldquo;Banjir yang terjadi saat ini ketika intensitas hujan tinggi, di hari menjelang Idul Fitri dan di hari Idul Fitri merupakan dampak dari buruknya perencanaan pembangunan yang tidak memperhatikan aspek lingkungan,&rdquo; kata Abdullah seperti dikutip Antaranews.com.<\/p>\n<p>Drainase yang tidak memadai dibanding pembangunan infrastruktur pendukung telah menyebabkan bencana banjir di kota yang terus berulang.<\/p>\n<p>Abdullah meminta pemerintah daerah segera bertindak dan mengevaluasi kembali proyek pembangunan pembangunan besar, seperti Jambi Bisnis Center (JBC), agar tidak merugikan warga dan lingkungan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245769215\/bukan-hanya-karena-krisis-iklim-banjir-jabodetabek-juga-dipicu-tata-ruang-yang-amburadul\">Baca: Banjir Jabodetabek dipicu tata ruang yang amburadul<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Karena hal ini terus saja berulang ketika curah hujan meningkat maka dampaknya banjir yang melanda rumah warga maka dari itu pembangunan harusnya disertai dengan perbaikan drainase yang memadai,&rdquo; kata Abdullah.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Kemudian, air juga harus dapat mengalir dengan lancar, tentunya dengan pertimbangan teknis dan analisa yang lengkap yang seharusnya juga melalukan cek mendetail sebelum terjadi.<\/p>\n<p>Abdullah mengingatkan jangan setelah kejadian baru sibuk untuk bertindak dan saling menyalahkan, buka dokumen Amdal dan kaji ulang, wilayah serapan air jangan dikonversi lagi menjadi pusat perbelanjaan, perumahan dan lainnya.<\/p>\n<p>&ldquo;Sudah waktunya memikirkan pembangunan yang berwawasan lingkungan, jangan hanya menjadi jargon, bahagia seperti apa dan mantap seperti apa ketika terus dihadapkan dengan bencana musiman seperti ini,&rdquo; katanya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Dalam beberapa pekan terakhir ini, sejumlah kawasan perumahan di Kota Jambi dilanda banjir dengan ketinggian mencapai setengah meter. Setiap kali hujan deras mengguyur selama satu jam lebih, hampir&nbsp;dipastikan banjir menggenangi pemukiman warga di ibu kota provinsi Jambi tersebut.&nbsp;Banjir ini, selain diakibatkan meluapnya Sungai Batanghari juga karena drainase yang buruk. Pada pertengahan Maret lalu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":9662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[408,2213,17],"class_list":["post-9661","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-banjir","tag-jambi","tag-lingkungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9661","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9661"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9661\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/9662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9661"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9661"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9661"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}