{"id":971,"date":"2026-07-30T00:24:46","date_gmt":"2026-07-30T00:24:46","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=971"},"modified":"2026-07-30T00:24:46","modified_gmt":"2026-07-30T00:24:46","slug":"perempuan-lebih-berisiko-alami-demensia-simak-cara-mencegahnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=971","title":{"rendered":"Perempuan Lebih Berisiko Alami Demensia, Simak Cara Mencegahnya"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Sejak lama para pakar menyebut, perempuan memiliki risiko lebih tinggi mengalami demensia dibandingkan dengan laki-laki. Namun apa penyebabnya belum terungkap dengan jelas<\/p>\n<p>Hasil riset yang dipublikasikan dalam jurnal <em>Biology of Sex Differences<\/em> mengungkap faktor-faktor yang menyebabkan perempuan lebih berisiko mengalami demensia.<\/p>\n<p>Menurut siaran Eating Well yang dilansir Rabu (27\/5\/2026), dalam penelitian itu para periset menganalisis data <em>Health and Retirement Study<\/em> dari 17.182 peserta berusia 40 tahun atau lebih di Amerika Serikat<\/p>\n<p>Peneliti fokus pada informasi yang dikumpulkan tahun 2008 dan hampir 60 persen di antaranya adalah perempuan.<\/p>\n<p>Tim peneliti menelaah 13 faktor kesehatan dan gaya hidup yang dapat diubah atau dikelola seperti depresi, kurang aktivitas fisik, diabetes, hipertensi, obesitas, gangguan tidur, kehilangan pendengaran, dan isolasi sosial.<\/p>\n<p>Peneliti kemudian membandingkan faktor-faktor tersebut dengan hasil tes kognitif peserta yang mengukur kemampuan mengingat dan berhitung sederhana.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/246891111\/cegah-demensia-dengan-jalani-gaya-hidup-ini-sejak-muda\">Baca: Cegah Demensia dengan Jalani Gaya Hidup Ini<\/a><\/p>\n<p>Hasil penelitian menunjukkan perempuan memiliki lebih banyak faktor risiko dibanding laki-laki, termasuk tingkat depresi, kurang aktivitas fisik, dan masalah tidur yang lebih tinggi.<\/p>\n<p>Meskipun&nbsp;laki-laki lebih mungkin mengalami gangguan pendengaran dan diabetes, keberadaan kondisi-kondisi ini mengakibatkan penurunan fungsi otak yang jauh lebih kuat pada perempuan yang mengalaminya.<\/p>\n<p>Masalah terkait kesehatan jantung dan metabolisme seperti tekanan darah tinggi serta indeks massa tubuh tinggi juga menunjukkan dampak negatif yang lebih tajam terhadap kemampuan berpikir perempuan.<\/p>\n<p>Para peneliti menyampaikan, hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko demensia tidak dapat ditangani dengan pendekatan yang sama pada semua orang.<\/p>\n<p>Hasil penelitian itu dinilai memiliki keterbatasan, dan para peneliti menekankan bahwa studi hanya menunjukkan hubungan keterkaitan, bukan sebab akibat langsung.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/246978579\/studi-terbaru-ungkap-risiko-demensia-dapat-muncul-sejak-masa-kanak-kanak\">Baca: Risiko Demensia Dapat Muncul Sejak Masa Kanak-kanak<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Kendati demikian, hasil penelitian menunjukkan pentingnya pendekatan kesehatan yang lebih personal berdasarkan jenis kelamin dan kondisi individu untuk menjaga kesehatan otak saat menua.<\/p>\n<p>Berdasarkan hasil penelitian itu, ada tiga langkah yang dinilai penting dilakukan oleh perempuan untuk menurunkan risiko penurunan fungsi kognitif.<\/p>\n<p>Pertama, menangani gangguan pendengaran sejak dini dengan menjalani pemeriksaan dan menggunakan alat bantu dengar bila direkomendasikan oleh tenaga kesehatan.<\/p>\n<p>Kedua, mengelola risiko diabetes dengan menjaga kadar gula darah. Ini bisa dilakukan dengan menerapkan pola makan tinggi serat, rutin berolahraga, dan tidur cukup.<\/p>\n<p>Ketiga, mengontrol tekanan darah dengan bantuan tenaga medis, rutin melakukan aktivitas fisik, serta menerapkan pola makan yang dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Sejak lama para pakar menyebut, perempuan memiliki risiko lebih tinggi mengalami demensia dibandingkan dengan laki-laki. Namun apa penyebabnya belum terungkap dengan jelas Hasil riset yang dipublikasikan dalam jurnal Biology of Sex Differences mengungkap faktor-faktor yang menyebabkan perempuan lebih berisiko mengalami demensia. Menurut siaran Eating Well yang dilansir Rabu (27\/5\/2026), dalam penelitian itu para [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":972,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[393,38],"class_list":["post-971","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-demensia","tag-perempuan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/971","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=971"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/971\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/972"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=971"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=971"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=971"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}