{"id":9729,"date":"2026-07-30T01:20:47","date_gmt":"2026-07-30T01:20:47","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=9729"},"modified":"2026-07-30T01:20:47","modified_gmt":"2026-07-30T01:20:47","slug":"wwf-earth-hour-2025-berlangsung-di-tengah-pemanasan-global-yang-makin-mengkhawatirkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=9729","title":{"rendered":"WWF: Earth Hour 2025 Berlangsung di Tengah Pemanasan Global yang Makin Mengkhawatirkan"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Pada tanggal 22 Maret lalu, masyarakat dunia kembali Earth Hour, gerakan lingkungan terbesar di dunia untuk yang ke-19 kalinya.<\/p>\n<p>Adapun tema Earth Hour tahun ini adalah &#8216;Jam Terbesar untuk Bumi&#8217; dan diharapkan dapat berfungsi sebagai obor pembawa harapan positif untuk mendukung dan merayakan planet Bumi.<\/p>\n<p>Pada tahun 2024, lebih dari 1,5 juta jam telah diberikan oleh para pendukung Earth Hour di seluruh dunia. Tahun ini diharapkan meningkat menjadi 2 juta jam.<\/p>\n<p>Director General, WWF International, Kirsten Schuijt mengatakan saat ini dunia dalam pertaruhan besar mengingat tahun lalu merupakan tahun terpanas dalam satu dekade terakhir, dengan suhu lautan tertinggi sepanjang sejarah.<\/p>\n<p>&rdquo;Kita telah menyaksikan kebakaran hutan, badai, dan kekeringan ekstrem yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dunia sedang berada dalam bahaya nyata dan dengan cepat mendekati titik kritis, di mana ekosistem yang menopang kehidupan mungkin tidak akan bisa pulih kembali,&rdquo; ujarnya sebagaimana dirilis di laman resmi WWF.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244477641\/satu-jam-penuh-makna-dalam-earth-hour-yang-terbesar-dalam-sejarah\">Baca: Satu jam penuh makna dalam Earth Hour<\/a><\/p>\n<p>Earth Hour, lanjutnya, adalah pengingat kuat bahwa&nbsp;dunia&nbsp;harus bertindak sekarang, selagi masih ada kesempatan. Gerakan ini bukan hanya tentang mematikan lampu, tetapi tentang menyalakan semangat perubahan secara global.<\/p>\n<p>Dengan melibatkan setiap individu, komunitas, hingga sektor bisnis, kita bisa menciptakan kekuatan kolektif yang mampu menghadirkan perubahan nyata dan menumbuhkan harapan untuk masa depan yang lebih lestari.<\/p>\n<p>&rdquo;Melalui Hour Bank, Earth Hour mengajak semua orang, di mana saja, untuk menemukan cara yang paling menyenangkan untuk menyumbangkan satu jam bagi Bumi,&rdquo; imbuhnya.<\/p>\n<p>Kirsten menambahkan ada banyak pilihan yang bisa dilakukan untuk Bumi. Entah itu memasak makanan berkelanjutan di rumah, menonton film dokumenter tentang alam, berjalan-jalan di hutan untuk menikmati alam dan merasakan bumi.<\/p>\n<p>Atau dengan mengumpulkan berbagai barang yang ada di rumah dan tidak ramah lingkungan untuk kemudian menukarnya dengan barang alternatif yang ramah lingkungan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/24988460\/gaya-hidup-ramah-lingkungan-nggak-cuma-suka-tanaman-ini-17-langkah-yang-bisa-kamu-lakukan\">Baca: 17 Langkah yang bisa dilakukan untuk lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Hour Bank menyediakan daftar aktivitas dan kegiatan berdasarkan minat dan preferensi gaya hidup setiap individu, mulai dari makanan dan kebugaran, hingga seni dan hiburan.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Seruan aksi &ldquo;Satu jam untuk Bumi&rdquo; membuat setiap partisipasi menjadi lebih mudah dan menyenangkan, mendorong setiap individu untuk tidak hanya mematikan lampu secara simbolis, tetapi juga meluangkan waktu selama 60 menit untuk melakukan kebaikan untuk bumi dengan melakukan sesuatu yang mereka gemari.<\/p>\n<p>CEO Yayasan WWF-Indonesia, Aditya Bayunanda mengatakan, gerakan Earth Hour mengingatkan masyarakat untuk terus terpanggil dalam upaya melestarikan bumi.<\/p>\n<p>Tahun ini, Earth Hour bertepatan dengan sepuluh hari terakhir Ramadan, momen yang tepat untuk merenungkan kembali peran kita sebagai individu dalam melindungi ciptaan-Nya, yakni alam beserta seluruh isinya.<\/p>\n<p>Menjaga keharmonisan antara manusia dan alam adalah tugas kita bersama, sejalan dengan amanah Allah SWT yang menjadikan manusia sebagai khalifah&mdash;pemimpin di muka bumi yang bertanggung jawab untuk menjaga dan memakmurkan Bumi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosok\/245648469\/mengenal-sonia-guajajara-menteri-masyarakat-adat-brasil-yang-diganjar-champion-of-the-earth-2024\">Baca: Menteri Masyarakat Adat Brasil raih Champion of the Earth 2024<\/a><\/p>\n<p>Saat ini ada 20 kota dan provinsi di Indonesia yang ikut merayakan Earth Hour di Indonesia, diantaranya adalah Aceh, Medan, Jambi, Jakarta, Tanggerang, Serang, Cimahi, Bandung, Purwokerto, Jogjakarta, Surabaya, Malang, Kota Batu, Bali, Makassar, Palu, Wajo, Jayapura dan lain-lain.<\/p>\n<p>Earth Hour adalah tentang membuat aksi lingkungan menjadi mudah diakses, menyenangkan, dan bermakna. Dengan menyelaraskan aksi kami dengan ketertarikan dan minat masyarakat, kami dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk bergabung dalam gerakan ini.<\/p>\n<p>&rdquo;Hour Bank dirancang untuk menunjukkan bahwa setiap orang dapat berkontribusi dalam melindungi planet Bumi, di mana pun mereka berada atau apa pun yang mereka gemari,&rdquo; ujarnya.<\/p>\n<p>Membangun momentum yang luar biasa di tahun 2024, ketika kita mencapai tonggak sejarah 1,5 juta jam, kami bertujuan untuk melebihinya menjadi 2 juta jam tahun ini. Bersama-sama, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan.&rdquo;<\/p>\n<p>Earth Hour tidak hanya momen perayaan, ini adalah sebuah gerakan yang terus menginspirasi dan memobilisasi orang-orang secara global, mengingatkan kita akan tanggung jawab bersama untuk menciptakan masa depan yang lebih baik dan tangguh bagi planet kita.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Pada tanggal 22 Maret lalu, masyarakat dunia kembali Earth Hour, gerakan lingkungan terbesar di dunia untuk yang ke-19 kalinya. Adapun tema Earth Hour tahun ini adalah &#8216;Jam Terbesar untuk Bumi&#8217; dan diharapkan dapat berfungsi sebagai obor pembawa harapan positif untuk mendukung dan merayakan planet Bumi. Pada tahun 2024, lebih dari 1,5 juta jam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":9730,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[894,17,2892],"class_list":["post-9729","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-earth-hour","tag-lingkungan","tag-wwf"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9729","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9729"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9729\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/9730"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9729"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9729"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9729"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}