{"id":9863,"date":"2026-07-30T01:21:22","date_gmt":"2026-07-30T01:21:22","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=9863"},"modified":"2026-07-30T01:21:22","modified_gmt":"2026-07-30T01:21:22","slug":"berita-terpopuler-pekan-ini-dari-uang-damai-untuk-korban-penculikan-hingga-suara-warga-terdampak-psn","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=9863","title":{"rendered":"Berita Terpopuler Pekan Ini: Dari Uang Damai untuk Korban Penculikan hingga Suara Warga Terdampak PSN"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Artikel mengenai uang damai untuk korban penculikan tahun 1998 menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia.<\/p>\n<p>Selain berita ini, masuk dalam daftar berita terpopuler lainnya adalah artikel mengenai tuntutan Serikat Pekerja Transportasi agar bonus hari raya diberikan kepada semua driver tanpa kecuali menjadi berita<\/p>\n<p>Penipuan dengan modus menyelesaikan misi di aplikasi Telegram juga kembali masuk dalam daftar berita terpopuler pekan ini.<\/p>\n<p>Berikut lima berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia:<\/p>\n<p><strong>1. Uang damai untuk korban pelanggaran HAM<\/strong><br \/>Cara yang digunakan oleh Partai Gerindra dengan memberikan &ldquo;uang damai&rdquo; kepada para korban penculikan dan keluarganya merupakan cara orde baru dalam menangani kasus pelanggaran HAM.<\/p>\n<p>&ldquo;Kami melihat itu jalan yang dipakai seperti kasus pelanggaran HAM lainnya masa orde baru. Seperti kasus Tanjung Priok, Talangsari. Mereka mengadakan islah ya. Menyantuni keluarga korban sebagai upaya agar keluarga korban tidak mengungkit-ungkit persoalan yang dilakukan oleh pelaku kejahatan HAM tersebut,&rdquo; jelas juru bicara Komite Perjuangan Rakyat (Kompera), Petrus Haryanto dalam podcastnya di youtube.<\/p>\n<p>Menurut Petrus, cara yang dilakukan oleh Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad dengan melakukan pertemuan tertutup bersama para korban penculikan aktivis dan keluarga korban di Hotel Fairmont sangat tidak etis dan licik.<\/p>\n<p>Baca berita selengkapnya <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/244984541\/beri-uang-rp-1-miliar-ke-korban-penculikan-98-partai-gerindra-dianggap-tiru-cara-orba\">di sini.<\/a><\/p>\n<p><strong>2. Serikat Pekerja Transportasi<\/strong><br \/>Serikat Pekerja Transportasi Indonesia menyatakan bahwa pemberian bonus hari raya adalah kemenangan kecil yang diperoleh dari perjuangan driver ojol bukan hadiah dari aplikasi atau pemerintah yang harus dikunci dan dipertinggi di kemudian hari.<\/p>\n<p>Sepeta mendesak pemerintah segera mengesahkan aturan yang mengakui dan melindungi driver dan kurir online sebagai pekerja khusus, yang berhak berserikat, berunding serta mendapatkan perlindungan jaminan sosial.<\/p>\n<p>Sepeta juga mendesak bonus hari raya diberikan kepada seluruh driver ojol dan kurir online tanpa syarat apapun dan bukan didasarkan pada konsep Key Performance Indicator) atau produktifitas kerja pada umumnya.<\/p>\n<p>Baca berita selengkapnya <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/245761061\/serikat-pekerja-transportasi-minta-bonus-hari-raya-diberikan-kepada-semua-driver-tanpa-kecuali\">di sini.<\/a><\/p>\n<p><strong>3. Suara warga terdampak PSN<\/strong><br \/>Suara penolakan dan perlawanan atas berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) bermasalah bergema dari Merauke, Papua Selatan, provinsi paling timur Indonesia.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Daerah ini sedang disasar proyek cetak sawah dan kebun tebu yang merupakan PSN warisan pemerintahan Presiden Joko Widodo, dan kini dilanjutkan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n<p>Deklarasi ini diserukan pada Jumat (14\/3\/2025) oleh masyarakat adat dan rakyat, yang menjadi korban sekaligus berjuang melawan kesewenang-wenangan program PSN dan berbagai proyek merusak lainnya.<\/p>\n<p>Baca berita selengkapnya <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/245772006\/masyarakat-terdampak-psn-tolak-perampasan-tanah-dan-ruang-hidup\">di sini.<\/a><\/p>\n<p><strong>4. Pengesahan UU TNI dinilai membunuh demokrasi<\/strong> <br \/>Aktivis menganggap pengesahan revisi UU TNI ini sebagai simbol &#8220;demokrasi telah dibunuh&#8221; oleh DPR.<\/p>\n<p>&#8220;Kita lihat partai-partai di DPR, berkolaborasi bersama-sama Presiden fasis Prabowo membunuh demokrasi. Esensi demokrasi adalah militer tidak boleh berpolitik. Militer hanya mengurus barak dan pertahanan negara,&#8221; kata Wilson<\/p>\n<p>&#8220;Tapi kita lihat partai-partai di DPR, berkolaborasi bersama-sama Presiden fasis Prabowo membunuh demokrasi,&#8221; tegasnya dikutip BBCnews Indonesia.<\/p>\n<p>Baca berita selengkapnya <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/245790071\/uu-tni-disahkan-aktivis-dpr-membunuh-demokrasi\">di sini.<\/a><\/p>\n<p><strong>5. Penipuan di aplikasi Telegram<\/strong><br \/>Korban Restina menceritakan, penipuan itu bermula pada saat dirinya menerima undangan dari grup aplikasi Telegram bernama Somethinc Sosial pada Minggu 12 Mei 2024.<\/p>\n<p>Kemudian dalam grup tersebut dirinya diminta oleh admin grup mengisi data pribadi untuk mendaftar akun, lalu diminta untuk menyelesaikan misi dengan dijanjikan mendapat komisi.<\/p>\n<p>Adapun tugas yang diberikan adalah menscreenshot produk yang ada di dalam toko di link yang diberikan oleh admin.<\/p>\n<p>Baca berita selengkapnya <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/244654290\/penipuan-online-dengan-modus-menyelesaikan-misi-di-telegram-terus-memakan-korban-kerugian-ratusan-juta-rupiah\">di sini.<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Artikel mengenai uang damai untuk korban penculikan tahun 1998 menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia. Selain berita ini, masuk dalam daftar berita terpopuler lainnya adalah artikel mengenai tuntutan Serikat Pekerja Transportasi agar bonus hari raya diberikan kepada semua driver tanpa kecuali menjadi berita Penipuan dengan modus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":9864,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[35],"class_list":["post-9863","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-berita-terpopuler"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9863","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9863"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9863\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/9864"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9863"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9863"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9863"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}