{"id":9944,"date":"2026-07-30T01:21:45","date_gmt":"2026-07-30T01:21:45","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=9944"},"modified":"2026-07-30T01:21:45","modified_gmt":"2026-07-30T01:21:45","slug":"di-dusun-sangurejo-framing-agama-ampuh-gerakkan-aksi-lingkungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=9944","title":{"rendered":"Di Dusun Sangurejo, \u2018Framing\u2019 Agama Ampuh Gerakkan Aksi Lingkungan"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Dusun Sangurejo di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) lekat dengan citra PaKuMis alias padat, kumuh dan miskin. Tapi, itu dulu.<\/p>\n<p>Sejak 2022, Dusun&nbsp;Sangurejo mulai bersolek. Masyarakat bergotong-royong membersihkan dusun. Kebiasaan membuang sampah sembarangan berganti dengan memilah dan mengolah sampah sendiri, bahkan mengubah limbah menjadi &#8216;cuan&rsquo;.<\/p>\n<p>Masyarakat Dusun&nbsp;Sangurejo&nbsp;juga&nbsp;ramai-ramai&nbsp;menanam pohon-pohon sehingga daerah itu menjadi asri.<\/p>\n<p>Berbagai gerakan lingkungan yang dilakukan warga beberapa tahun terakhir mengantarkan Dusun Sangurejo meraih penghargaan Program Kampung Iklim (ProKlim) Utama dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI pada Agustus 2024 lalu.<\/p>\n<p>Perwakilan utama United Nations Economic and Social Council (UN-ECOSOC) turut memuji inisiatif dusun ini. Kini, Dusun&nbsp;Sangurejo menjadi desa wisata yang banyak menarik pelancong.<\/p>\n<p>Lantas, apa yang membuat Dusun&nbsp;Sangurejo berubah drastis?&nbsp;Kesadaran masyarakat tentu tidak muncul dalam satu malam. Pada 2012, wabah demam berdarah melanda dusun.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245614933\/kisah-sukses-perhutanan-sosial-di-desa-wawowae-nusa-tenggara-timur\">Baca: Kisah sukses perhutanan sosial di Desa Wawowae NTT<\/a><\/p>\n<p>Saat itu warga kurang menjaga kebersihan, sampah dituang serampangan sehingga membuat saluran air mampet dan nyamuk betah bersarang.<\/p>\n<p>Selama bertahun-tahun, Sangurejo bergulat dengan masalah sampah yang mencemari waduk Embung Kaliaji dan beberapa bantaran sungai yang melewati wilayah Sleman.<\/p>\n<p>Para tokoh agama&mdash;yang sebagian juga merupakan aktivis lingkungan&mdash; lantas turun tangan mendorong perubahan perilaku masyarakat lewat bahasa agama dan aksi lingkungan berbasis agama seperti &ldquo;Dari Sampah Menjadi Jariyah&rdquo;, &ldquo;Sedekah Sampah&rdquo;, &ldquo;Kiai Peduli Sampah&rdquo;, dan lain-lain.<\/p>\n<p>Dalam riset (belum dipublikasi) yang penulis lakukan bersama tim Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di bawah program <em>Religious Environmentalism Action (REACT)<\/em> dukungan Kerajaan Belanda, kami membuktikan bahwa agama bisa menjadi instrumen strategis untuk menyebarkan pesan-pesan lingkungan.<\/p>\n<p><strong>Pesan lingkungan dari masjid<\/strong><br \/>Kampanye lingkungan di Sangurejo berangkat dari masjid dan majelis taklim. Para tokoh agama rutin menyampaikan imbauan-imbauan tentang pelestarian lingkungan lewat khotbah seusai salat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245732632\/reaktor-biogas-dan-pompa-listrik-tenaga-surya-transisi-energi-yang-berkeadilan-ala-perempuan-lombok\">Baca: Transisi energi berkeadilan ala perempuan Lombok<\/a><\/p>\n<p>Salah satu motor penggeraknya adalah kader-kader Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) DIY. Dari ceramah, warga kemudian diajak melakukan aksi nyata.<\/p>\n<p>Pada 2022, muncul inisiasi gerakan &ldquo;Dari Sampah Jadi Jariyah&rdquo; yang bertujuan untuk mengajak masyarakat mengumpulkan sampah masing-masing dan menyumbangkan sampah yang masih bisa didaur ulang seperti botol plastik, kaleng, dan kardus.<\/p>\n<p>Masjid dimanfaatkan sebagai bank sampah, di mana sampah yang dikumpulkan warga akan dipilah dan dijual, lalu hasilnya disumbangkan kepada fakir miskin.<\/p>\n<p>Dari sana, kesadaran masyarakat mulai tumbuh dan mendorong munculnya aksi kolektif. Pada 2023, masyarakat setempat mendeklarasikan Dusun Sangurejo menjadi kampung iklim.<\/p>\n<p>Lalu, melalui gerakan amal saleh &ldquo;Kiai Peduli Sampah&rdquo;, LDII DIY mengajak kelompok-kelompok pengajian dan majelis taklim di bawah naungannya berperan aktif mengurangi dan mengelola sampah di masyarakat.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/241356201\/desa-ini-terdampak-krisis-iklim-dan-kesulitan-air-bersih-terbantu-pompa-tenaga-surya\">Baca: Pompa listrik tenaga surya menyelamatkan warga desa di Demak<\/a><\/p>\n<p>Pada tahun yang sama, warga sukses meresmikan 313 kelompok sedekah sampah berbasis masjid bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan setempat.<\/p>\n<p>Kini, hampir tak ada lagi warga yang membuang sampah di saluran air. Sampah anorganik diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai jual.<\/p>\n<p>Sementara sampah organik ditampung dalam jugangan atau galian tanah sebagai wadah sampah. Setelah penuh, lubang itu akan ditimbun kembali.<\/p>\n<p>Sampah organik yang terurai nantinya akan menjadi kompos yang kaya nutrisi dan meningkatkan kesuburan tanah.<\/p>\n<p>Selain kompos, limbah organik seperti daun juga bisa diolah warga menjadi bahan pewarna alami untuk kain.<\/p>\n<p>Dengan pembentukan sanggar usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Ecoprint &amp; Craft Sangurejo (ECSA), warga kini sudah bisa menghasilkan kain atau batik ecoprint mandiri. Alhasil, upaya pelestarian lingkungan juga menggerakkan ekonomi lokal.<\/p>\n<p><strong>Artikel ini merupakan bagian dari serial Jejak Islam Lestari The Conversation, Penulis: Savran Billahi (Dosen, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Dusun Sangurejo di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) lekat dengan citra PaKuMis alias padat, kumuh dan miskin. Tapi, itu dulu. Sejak 2022, Dusun&nbsp;Sangurejo mulai bersolek. Masyarakat bergotong-royong membersihkan dusun. Kebiasaan membuang sampah sembarangan berganti dengan memilah dan mengolah sampah sendiri, bahkan mengubah limbah menjadi &#8216;cuan&rsquo;. Masyarakat Dusun&nbsp;Sangurejo&nbsp;juga&nbsp;ramai-ramai&nbsp;menanam pohon-pohon sehingga daerah itu menjadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":9945,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3025,17,37],"class_list":["post-9944","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-dusun-sangurejo","tag-lingkungan","tag-sampah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9944","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9944"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9944\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/9945"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9944"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9944"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9944"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}